
❤️ Happy Reading ❤️
Namun sayang darah tetap saja mengalir tanpa henti sampai sapu tangan yang di gunakannya pun sudah berlumuran dengan darah.
Hal ini semakin membuat panik ketiga wanita Wijaya lainnya.
Begitu pula yang di rumah, Kendra yang sebelumnya tidur siang bersama kedua buah hatinya tiba-tiba tersentak kaget dalam tidurnya sehingga langsung membuatnya terbangun. Pikirannya tak kenang, dadanya serasa bergemuruh namun dirinya belum tahu ada apa.
Cklek
''Kak.'' lirih Kevin begitu masuk ke kamar Kendra tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu sangking paniknya.
''Dad, ada apa?'' tanya Kendra yang melihat raut wajah khawatir tercetak jelas di raut wajah pria paruh baya yang masih saja terlihat tampan dan gagah itu.
''Kak, kakak sekarang lebih baik cuci muka dan ikut daddy.'' sahut Kevin.
''Mau kemana dad? dan anak-anak bagaimana?'' tanya Kendra dengan raut wajah yang bingung.
''Anak-anak biar sama pengasuh mereka.'' jawab Kevin.
''Tapi kita mau kemana dad?'' tanya Kendra lagi.
__ADS_1
''Kita akan menyusul mommy.'' jawab Kevin. ''Tadi mommy menghubungi daddy dan minta kita menyusul ke sana.'' sambungnya lagi.
''Oh baiklah, aku cuci muka bentar dad.'' kata Kendra yang akhirnya setuju.
''He'em.'' sahut Kevin dibarengi dengan menganggukkan kepalanya.
Tak butuh waktu yang lama, Kevin dan Kendra sudah turun ke lantai bawah dan di sana ternyata sudah ada Kenan serta Rayhan yang menunggu kedatangan mereka.
''Kalian...'' kata Kendra sambil menunjuk ke arah Kenan dan Rayhan.
''Mereka juga ikut.'' sahut Kevin. ''Ayo lebih baik sekarang kita berangkat kasihan mommy dan yang lainnya sudah menunggu kita.'' sambung Kevin lagi.
Bukannya menutup-nutupi tapi biarlah dia tahu lebih jelas bagaimana kondisi Nisa barulah berencana akan memberitahu oma Iren dan opa Adi serta keluarga yang lainnya.
''Loh dad, bukannya ini jalan menuju ke rumah sakit?'' tanya Kendra setelah mobil mereka melewati tikungan ke arah rumah sakit. ''Sebenarnya ada apa dad?'' tanya Kendra lagi, entah kenapa tiba-tiba firasatnya menjadi tidak enak...dirinya juga seperti ingin menangis tapi kenapa...dirinya pun tak tau.
''Nanti kita akan tau setelah tiba di sana kak.'' jawab Kevin.
''Tidak bisakah kalian bicara sekarang saja?'' pinta Kendra namun semuanya hanya diam membisu.
Karena tak mendapatkan jawaban yang dia mau, akhirnya Kendra memilih untuk diam namun dengan berbagai pikiran yang berkecamuk.
__ADS_1
*****
Sedangkan saat ini mommy Sifa dan yang lainnya sudah tiba di rumah sakit dengan tim medis yang sudah standby menunggu kedatangan mereka.
''Jangan terlalu banyak bergerak sayang...nanti darahnya semakin banyak yang keluar.'' ucap mommy Sifa saat Nisa baru saja di tidurkan di brankar dorong rumah sakit.
Nisa langsung di bawa ke ruang tindakan. Disana sudah terlihat ada tenaga medis serta beberapa dokter terbaik yang menunggu di ruangan itu untuk melakukan penanganan.
Mereka bertiga berbagi tugas, mommy Sifa ikut masuk kedalam untuk mendampingi Nisa, Kirana mengurus prosedur seperti pasien yang lainnya, sedangkan Vira bertugas menunggu kedatangan Kevin dan yang lainnya di depan pintu ruang tindakan.
''Vira.'' seru Kenan saat melihat sosok sang tunangan duduk di kursi tunggu sambil menangis.
Grep
Mendengar suara Kenan, member Vira langsung berlari dan memeluknya.
Ini yang dia butuhkan sejak tadi namun dirinya berusaha menahan agar tak membuat mommy Sifa semakin panik.
''Vira, yang lainnya mana?'' tanya Kendra dengan tak sabaran.
''Kak...kak Nisa se...dang di...tangani dokter kak.'' jawab Vira dengan terisak.
__ADS_1