Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 184


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Kita do'akan yang terbaik untuk mereka kak.'' sahut Kevin. ''Daddy yakin mereka akan baik-baik saja...istri dan anak-anak kalian itu kuat.'' imbuhnya dengan posisi yang masih memeluk Kendra.


Cklek


''Dokter...bagaimana keadaan istri dan anak-anak saya? mereka baik-baik sajakan?''' kata Kendra yang langsung menghampiri sang dokter dan memberondongnya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


''Huft...kami ingin meminta persetujuan dari tuan muda untuk mengambil tindakan operasi.'' tutur sang dokter. ''Adanya benturan di perut nyonya muda sehingga mengakibatkan kami untuk mengambil keputusan ini, serta mengingat air ketuban nyonya muda tinggal sedikit karena sempat merembes keluar juga mengingat kondisi nyonya muda yang tak memungkinkan untuk melahirkan secara normal.'' terang sang dokter.


''Astaghfirullah.'' ucap semuanya.


''Lakukan yang terbaik dok...apapun itu asalkan istri beserta anak-anak kami selamat.'' kata Kendra.


''Kalau begitu mari tuan muda ikut keruangan saya untuk menandatangani surat persetujuan.'' kata sang dokter yang kemudian melenggang pergi ke ruangannya di ikuti oleh Kendra.

__ADS_1


''Menantu kita dad...cucu-cucu kita...'' kata Sifa dalam isak tangisnya.


Sejak tadi Sifa berusaha menahan dirinya sebisa mungkin agar tak merancau dalam tangisnya meskipun sesak rasanya menahan itu semua, semata-mata hanya tak ingin membuat Kendra semakin khawatir, namun begitu Kendra pergi...rasanya dirinya sudah tak sanggup menahan itu semua di tambah dengan apa yang di jelaskan oleh dokter, bahwa cucu-cucunya harus di lahirkan sebelum waktunya.


''Andai saja mommy tak membiarkannya pergi ke toilet sendiri, andai saja mommy terus menemaninya, mungkin semua ini tak akan terjadi dad...'' rancaunya lagi yang di sertai isak tangis dalam pelukan suaminya.


''Shutt mommy gak boleh bicara seperti itu...ini semua takdir mom.'' kata Kevin. ''Sekarang yang harus kita lakukan bersikap tenang serta berdo'a untuk mereka dan menguatkan putra kita untuk menghadapi semua ini.'' tutur Kevin.


''O iya dad...Nana...apa Nana sudah di beritahu tentang hal ini?'' tanya Sifa.


''Sudah, tadi Kenan sudah menghubungi dan mereka akan segera kesini.'' jawab Kevin.


*****


Kendra sangat gelisah menunggu di depan ruang operasi bersama keluarganya. Matanya terus bergantian menatap ke arah pintu dan lampu berwarna merah yang menyala di atas pintu yang menandakan operasi masih berlangsung.

__ADS_1


''Berdo'a kak.'' ucap Kevin. ''Karena kekuatan do'a sangatlah dahsyat kak.'' imbuhnya dan di angguki oleh Kendra.


Cklek


Tak berselang lama lampu pun mati dan pintu pun telah terbuka.


Langsung terdengar suara lengkingan bayi yang bersautan di dalam sana yang menandakan bahwa anak-anak Kendra...penerus keluarga Wijaya telah lahir di dunia ini.


''Selamat tuan anak-anak anda sangat tampan dan mengemaskan, serta dalam keadaan sehat dan tanpa kekurangan suatu apapun.'' ucap sang dokter. ''Anda bisa langsung mengazaninya nanti begitu mereka selesai di bersihkan.'' tuturnya lagi.


''Alhamdulillah.'' ucap semuanya penuh dengan rasa syukur dan kebahagiaan.


''Terus bagaimana dengan keadaan istri saya dok?'' tanya Kendra yang sudah tak sabar ingin mendengar kabar tentang keadaan belahan hatinya. ''Jawab dok!'' seru Kendra ketika sang dokter hanya terdiam.


''Maaf tuan muda...'' lirihnya sambil menyiapkan kata-kata yang tepat untuk orang-orang yang berkuasa di depannya.

__ADS_1


__ADS_2