
❤️ Happy Reading ❤️
''Kendra.'' panggil Nana saat mereka semua sudah menyelesaikan sarapannya.
Dan karena namanya merasa di panggil, Kendra pun mendongakkan kepalanya.
Hubungan Kendra dengan Nana baik namun tidak terlalu akrab, walau bagaimanapun masih ada rasa kecewa di hatinya atas perbuatan sang ibu di masa lampau meskipun Sifa sudah menasehatinya berkali-kali kalau tak baik menyimpan dendam. Tapi di hati Kendra juga da perasaan berterimakasih pada sang mama, karena perbuatan bodohnya...dia dan sang daddy bisa mendapatkan mommy seperti Sifa.
''Kamu hari ini sibuk gak?'' tanya Nana.
''Jangan tanya sibuk atau enggak mbak, karena jawabannya pasti sibuk.'' sahut Sifa.
''Kenapa?'' tanya Kendra.
''Bisa gak kita pergi jalan-jalan bersama?'' tanyanya lagi dengan ragu.
''Gak pa-palah kak, sekali-sekali...lagian besok pagi-pagi mama kamu sekeluarga akan pulang.'' timpal Sifa.
''Kenapa gak sama mommy saja?'' tanya Kendra.
''Kalau bisa sih...mommy hayuk aja, tapi sayangnya hari ini mommy ada meeting dengan perusahan om Vico tentang obat-obatan yang masuk ke rumah sakit yang dari perusahaannya.'' kata Sifa. ''Habis itu seperti bisa ada meeting akhir bulan.'' sambungnya lagi.
''Baiklah jam makan siang aku pulang.'' sahut Kendra.
Kendra sudah menganggap suami serta anak mamanya seperti keluarganya sendiri dan mereka sangat baik pada Kendra saat Kendra ada perjalanan bisnis ke Singapura, maka Kendra akan membalas kebaikan mereka di sini.
''Ajak Nisa sekalian ya...'' kata mama Nana.
''Hah.'' beo Kendra.
''Mama, papa serta adik kamukan juga ingin lebih kenal dengan calon istri kamu Ken.'' sambung Nana lagi.
''Aku gak bisa pastiin dia bisa ikut atau tidak, nanti aku hubungi dia dulu.'' kata Kendra.
''Iya.'' jawab Nana.
__ADS_1
Sebelumnya Nana sudah berbincang dengan Sifa...dua ibu dari Kendra itu memang mempunyai misi ingin lebih mendekatkan mereka berdua dan kali ini Nana yang menjalankan misi itu.
''Aku berangkat duluan....assalamualaikum.'' pamit Kendra.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut semuanya.
*****
''Pagi bos.'' sapa Miko saat melihat sang bos datang.
''Assalamualaikum.'' kata Kendra.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Miko sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ''Sekali lagi selamat ya bos...untuk pertunangannya...cantik calon ibu bos.'' kata Miko.
''Hem.'' jawab Kendra dengan malas. ''Ada agenda apa hari ini?'' tanyanya.
Miko pun dengan cekatan membacakan hari ini ada agenda apa saja dari layar tabletnya.
''Setelah makan siang...cansel saja.'' kata Kendra. '' Aku harus pulang...ada acara.'' sambungnya lagi sebelum Miko bertanya.
''Hem.'' sahut Kendra sambil membuka laptop mahalnya.
''Huh...harus telpon perempuan itu.'' gumam Kendra lalu meraih ponsel yang sejak dia datang tadi di letakkan di atas meja.
Kendra menimbang-nimbang mau telpon atau kirim pesan saja...dan akhirnya pilihan jatuh pada kirim pesan, karena malas baginya untuk berbicara dengan gadis yang sudah resmi menjadi tunangannya sejak malam tadi.
Jari-jarinya dengan lincah mengetik satu persatu huruf di layar ponsel mahal yang berlogo buah yang di makan codot itu.
''[Nanti siang aku jemput.]'' isi pesan Kendra lalu meletakkan ponselnya di meja.
Sedangkan jauh di sana...Nisa sempat mengernyitkan dahinya saat ada notifikasi pesan masuk di aplikasi hijau.
''Tumben.'' gumam Nisa.
''[Di sekolah?]'' tanya Nisa dalam pesannya.
__ADS_1
Ting
Kendra yang sedang memulai pekerjaannya terpaksa meraih kembali ponselnya yang tergeletak.
''[Hem.]'' ketiknya lalu meletakkan kembali ponselnya.
''Ish...'' desis Nisa setelah membaca pesan yang dikirim oleh Kendra. ''Ni orang gak ada manis-manisnya.'' gerutu Nisa.
*****
''Bu...bu' Nisa.'' panggil seseorang saat melihat Nisa hampir sampai di pintu gerbang sekolah.
''Iya.'' sahut Nisa. ''Ada apa pak?'' tanya Nisa pada orang yang telah memanggilnya.
''Emmm...mau pulang bu'?'' tanyanya basa-basi.
''Iya, kan memang sudah waktunya jam pulang.'' jawab Nisa.
''Eh iya...'' katanya canggung. ''Mau bareng sama saya bu'...biar saya antar.'' tawarnya.
''Tidak usah.'' bukan Nisa yang menjawab, melainkan Kendra yang baru turun dari mobilnya dan berjalan kearah mereka berdua.
Kendra sudah datang dari tadi jadi dia melihat semua interaksi Nisa dan salah seorang laki-laki.
''Hah...'' kata laki-laki itu sambil menatap Kendra.
''Iya enggak usah pak, terimakasih.'' kata Nisa.
''Ayo.'' ajak Kendra.
''Hem saya permisi duluan pak Bagas...assalamualaikum.'' pamit Nisa.
''Wa'alaikumsalam.'' jawab pak Bagas sambil menatap terus kearah Nisa sampai Nisa dan Kendra masuk kedalam mobil.
''Siapa ya pria itu?'' gumam Bagas bertanya-tanya. ''Kaya familiar sama wajahnya...'' gumamnya lagi sambil menatap mobil Kendra yang telah pergi menjauh.
__ADS_1