Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 59


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Kendra dan Nisa pulang setelah selesai berdo'a, dan tadi sebelum pulang tak lupa Nisa menemui kembali bapak penjaga makam untuk memberinya sebuah amplop, bukan apa-apa...Nisa hanya merasa berterimakasih karena beliau sudah mengurus makan kedua orangtuanya.


Dan semua itu tak luput dari pandangan Kendra, Kendra pun berpikir pantas saja penjaga makam itu begitu akrab dengan bisa ternyata selain sering datang berziarah Nisa juga sering memberikan hak yang serupa dengan hari ini.


Tanpa mampir terlebih dahulu, Kendra langsung pamit pulang.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Ni dia calon pengantinnya sudah pulang.'' seru Kania begitu melihat kedatangan Kendra.


'''Kendra keatas dulu ya...mau mandi.'' kata Kendra begitu dia sudah menyalami semua keluarganya.


''Ya sudah sana.'' kata Sifa. '' Gak usah turun...kamu istirahat saja kak.'' kata Sifa lagi.


''Iya mom.'' jawabnya.


''Kak...kita ikut ke kamar kakak ya...'' seru Kenan.


''Eith...mau ngapain?'' tanya Sifa. ''Biarin kakak kamu itu istirahat.'' sambungnya lagi.


''Tapi mom...kitakan pengen ngabisin waktu barengan kakak mom, sebelum kakak nikah besok.'' kata Kirana.


''Lebay...orang kakak kalian itu masih bakal tinggal di sini kok setelah menikah.'' cibir Kania.


''Ih mami.'' seru Kirana. ''Tetap aja beda...masa iya nanti kalau kakak sudah nikah masa mau kita berdua monopoli...kan gak mungkin.'' sambungnya. ''Gak enek juga sama kak Nisa.'' imbuhnya lagi.


''Ya sudah sana...tapi jangan lama-lama ya...beri waktu untuk kakakmu istirahat.'' sahut Sifa.


''Terimakasih mom...mommy yang terbaik.'' seru Kirana lalu menyusul Kendra yang sudah berada di kamarnya bersama dengan Kenan.

__ADS_1


*****


Tok


Tok


Tok


''Kak.'' panggil Kirana yang sudah berada di depan pintu kamar Kendra. ''Kita masuk ya!'' serunya lagi.


Karena tak mendapat sahutan dan pintu kamar Kendra juga gak di kunci, Kenan serta Kirana memutuskan untuk masuk.


Cklek


''Pantes aja gak nyahut, orang lagi mandi.'' kata Kirana begitu mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.


Kenan dan Kirana duduk di sofa dan menyalakan televisi agar tidak bosan menunggu sang empunya kamar.


Cklek


''Hehehe maaf kak kita langsung masuk, soalnya kita panggil-panggil kakak gak nyahut-nyahut.'' kata Kirana dan di angguki oleh Kenan.


''Kakak pakek baju dulu.'' kata Kendra lalu masuk keruang ganti miliknya.


*****


''Tumben?'' tanya Kendra begitu keluar.


''Pengan ngabisin waktu sebelum kakak nikah.'' jawab Kenan.


''He'em...'' sahut Kirana. ''Kak.'' panggilnya.


''Apa?'' tanya Kendra yang saat ini juga sudah duduk di sofa.

__ADS_1


''Kalau sudah nikah jangan lupain Kirana sama kak Kenan ya...'' katanya.


''Tentu saja enggak dong dek.'' jawab Kendra. ''Kalian berdua adalah adik-adik kakak yang terbaik dan tersayang.'' sambungnya lagi.


Kenan dan Kirana berhambur memeluk sang kakak.


Mereka kemudian asik mengobrol bertiga, hal yang sekarang jarang mereka lakukan semenjak mereka bertiga sibuk dengan urusan serta pekerjaan masing-masing.


Apalagi mereka juga sudah memiliki kekasih masing-masing, jadi yang biasa malam minggu mereka akan bisa berbincang bertiga, menjadi tak bisa karena Kenan dan Kirana berkencan dengan kekasihnya.


''Kita keluar ya kak.'' kata Kenan.


''Loh kenapa?'' tanya Kendra.


''Kita mau istirahat dan kakak juga butuh istirahat.'' sahut Kirana.


*****


Malam ini kediaman Wijaya sudah ramai berdatangan para tamu dari bapak dan ibu majelis taklim yang ada di kompleks perumahan mereka.


Para anggota keluarga dan sanak kerabat juga sudah pada datang.


Semua persiapan sudah selesai di lakukan, termasuk makan, minuman juga souvernir untuk para tamu, para keluarga inti pun sudah mengenakan pakaian seragam mereka termasuk Nana beserta suami serta anak dan cucunya yang sudah datang dati tadi sore.


Tak lupa pula mereka mengundang seorang ustadz untuk memimpin do'a serta memberikan sedikit tausiyah.


''Wih...bos ganteng banget.'' celetuk Rio yang datang bersama kekasihnya. ''Aura calon pengantin memang beda.'' katanya lagi.


''Datang itu ucapin salam dulu bukan langsung ngeledek.'' kata Kendra.


''Hehehe...maaf bos, assalamualaikum.'' kata Rio.


''Wa'alaikumsalam.'' jawab Kendra.

__ADS_1


__ADS_2