
❤️ Happy Reading ❤️
''Pilih yang mengkal ya mas...'' seru Nisa saat Kendra sudah berada di bawah pohon.
''Bismillahirrahmanirrahim.'' gumam Kendra saat dirinya akan mulai memanjat.
Kalau bukan karena saat ini istrinya itu sedang mengandung buah hatinya...sudah pasti Kendra tak mau melakukan hal ini, apalagi ini adalah pengalaman pertamanya untuk memanjat pohon.
''Yang itu mas...'' seru Nisa dari bawah memberikan instruksi buah mana yang harus di petik sang suami yang sudah sampai di atas pohon. ''Bukan yang itu...yang sebelahnya lagi...'' seru Nisa lagi. ''Iya itu yang gandeng dua sama sebelahnya lagi.'' serunya saat Kendra menunjuk buah mangga yang di inginkan sang bumil.
Setelah mendapatkan tiga buah mangga yang di inginkan Nisa, Kendra pun segera turun...karena masih ada satu tugas lagi yang menanti dirinya di bawah...ah lebih tepatnya di dapur.
''Sudah ni...aku ke dapur dulu.'' kata Kendra sambil menenteng buah mangga yang di petiknya.
''Aku ikut.'' kata Nisa.
''Kamu di sini saja sama anak-anak.'' kata Kendra.
''Tapi aku pengen ikut...aku pengen lihat kamu masak.'' kata Nisa lagi dengan wajah yang sudah memelas.
''Huft...baiklah ayo.'' pasrah Kendra.
__ADS_1
Mau dia larang pun sepertinya tak akan bisa jadi lebih baik mengijinkan apa yang di inginkan ratu di hatinya itu.
''Memangnya kamu bisa masaknya kak?'' tanya mommy Sifa saat mereka berdua hendak melangkah.
''Gak bisa mom.'' jawab Kendra dengan jujur.
''Ayo mommy ikut...nanti mommy yang akan mengajari kamu buat bikinnya.'' kata mommy Sifa.
''Tapi mommy gak boleh bantu...cuma boleh ngasih instruksi cara membuatnya saja.'' kata Nisa.
''Iya mommy gak akan bantu.'' kata mommy Sifa.
*****
Baru setelah itu dia berpindah ke mangga dan mulai mengupas serta memotongnya.
''Bukan kayak gitu kak motongnya.'' kata mommy Sifa. ''Bikin kayak stik.'' imbuhnya lagi.
Sedangkan Nisa hanya memperhatikan sang suami yang sedang berkutat dengan segala kompor dan peralatan dapurnya.
Melihat sang suami seperti itu membuatnya semakin terpesona...karena suaminya itu benar-benar terlihat sangat-sangat tampan.
__ADS_1
Akhirnya setelah beberapa saat masakan Kendra pun selesai meskipun dapur terlihat sangat berantakan.
''Bibi gorengin ikan ya nyonya muda untuk lauknya.'' tawar art bagian dapur yang kebetulan juga ada di sana.
''Ah iya bik...aku mau.'' jawab Nisa. ''Mas...ambilin nasinya...biar nanti gak terlalu panas saat aku makan.'' kata Nisa dengan sangat manja.
''Iya...sebentar ya...'' kata Kendra dengan sangat sabar.
Nisa mulai memakan makanannya begitu ikan nila yang di goreng bibi telah matang.
''Enak ya sayang?'' tanya Kendra yang melihat betapa lahapnya sang istri saat makan.
''He'em...enak banget mas.'' kata Nisa. ''Mas mau?'' tanya Nisa menawarkan.
''Enggak...gak usah...buat kamu saja.'' jawab Kendra.
Jujur dirinya sudah merasakan ngilu plus kenyang melihat betapa lahapnya sang istri.
''Satu suap aja...'' kata Nisa yang sudah menyodorkan nasi beserta sambal mangga plus ikan goreng di tangannya, karena Nisa makan langsung dari tangan...tak memakai sendok. ''Ayolah mas...aak...'' bujuk Nisa.
''Satu aja ya...'' kata Kendra dan di angguki oleh Nisa.
__ADS_1
Begitu masuk mulut...pertama yang yang di rasakan Kendra...pedas sekaligus asem campur jadi satu.
Tadi Kendra hanya ingin memakai cabe sedikit tapi ya karena bumil lagi ngeyel jadi Nisa sendiri yang menentukan berapa cabenya.