Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 55


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Keesokan harinya Kendra kembali menjemput Nisa di sekolah.


Hari ini rencananya mereka akan mengadakan photo prewedding untuk pernikahan mereka.


Mau tak mau Kendra harus melakukannya karena dia tak mau mengecewakan sang mommy yang sudah sibuk untuk menyiapkan acara pernikahannya...dia dan Nisa hanya tinggal terima beres saja.


Lagi dan lagi saat menjemput Nisa dia melihat Nisa bersama dengan pria yang tempo hari bertemu dengannya.


Mereka berdua terlihat sangat adik sekali mengobrol.


''Ish...dia lagi...dia lagi.'' gumam Kendra uang tanpa di sadarinya tangannya mencengkram setir mobil.


Cklek


''Assalamualaikum.'' salam Kendra.


''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nisa dan Bagas.


''Ayo.'' ajak Kendra tanpa basa-basi.


''Emm pak Bagas saya permisi duluan...'' pamit Nisa. ''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


*****


''Kelihatannya kau akrab sekali sama dia?'' tanya Kendra ketika dia sudah melajukan kendaraannya.


''Namanya juga rekan kerja.'' sahut Nisa. ''Satu tempat, hampir tiap hari jumpa, hampir tiap hari berinteraksi.'' sambungnya.


Drett...drett...drett...


Mendengar ponselnya bergetar karena ada panggilan masuk, Kendra kemudian mengambil airphone yang ada di dashboard lalu memasangnya di telinga.


📱''Assalamualaikum.'' salam Kendra begitu panggilan terhubung.


📱''.....''


📱''Hem, baiklah.'' sahut Kendra.

__ADS_1


📱''.....''


📱''Wa'alaikumsalam.'' jawab Kendra.


Kendra membelokkan mobilnya ke arah dimana letak perusahannya berada.


''Kok...''kata Nisa.


''Aku ada pekerjaan bentar.'' kata Kendra. ''Ayo turun.'' ajaknya.


''Selamat siang pak bos.'' sapa sang scurity yang menghampiri mereka karena tau kedatangan mobil anak sang pemilik perusahaan.


''Siang.'' jawab Kendra lalu berjalan menuju ke dalam perusahaan di ikuti oleh Nisa di sampingnya.


Seperti biasa dari mulai masuk...sudah banyak karyawan yang menyapa mereka...lebih tepatnya Kendra.


Hampir seluruh karyawan yang di lewati Kendra bertanya-tanya siapa gadis cantik yang berjalan di samping atasan mereka.


Karena sepengatahuan mereka...Kendra adalah sosok pria yang berstatus single.


''Ken.'' panggil Kevin yang juga baru masuk ke dalam perusahaan.


''Dad.'' sahut Kendra. ''Assalamualaikum.'' salamnya.


''Tadi Rio telpon dad, ada kerjaan dikit.'' jawab Kendra.


''Oh gitu.'' beo Kevin. ''Gimana kabar kamu nak?'' tanya Kevin pada Nisa.


''Alhamdulillah baik dad.'' jawab Nisa dengan sopan.


''Alhamdulillah.'' sahut Kevin. ''Khem...perhatian semuanya!'' seru Kevin yang membuat semuanya saling pandang lalu mendekat kearah sang pemilik perusahaan.


Kendra mengernyitkan dahinya...bingung mau melakukan apa daddynya itu.


''Perhatian semuanya! ''serunya lagi. ''Saya mau memperkenalkan seseorang yang spesial hari ini...'' katanya. ''Ini adalah nona Nisa...calon menantu keluarga Wijaya, tunangan sekaligus calon istri dari putra saya Kendra.'' sambungnya lagi. ''Jadi saya harap kalian semua bersikap baik padanya jika dia datang berkunjung ke perusahaan ini.'' lanjutnya lagi.


''Baik pak.'' jawab semuanya dan apa yang dilakukan oleh Kevin membuat Nisa tersenyum canggung tapi tetap manis.


Nisa juga merasa sangat di terima serta di akui oleh keluarga Wijaya terlepas dari semua sikap Kendra yang jutek dan dingin.


Setelah mengatakan hal itu, Kevin meminta para karyawannya untuk kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing, begitu pula Kevin, Kendra juga Nisa yang pergi ke tujuan masing-masing.

__ADS_1


''Hah...patah hati gue.'' ucap salah satu karyawati di sana begitu melihat sang atasan sudah tak ada.


''Iya ni...hati ini jadi hari patah hati masal.'' sambung rekannya yang lain.


''Gak nyangka ya pak Kendra tau-tau sudah mau nikah aja padahal sebelumnya tak pernah ada bawa pacar ke sini.'' sahut yang lainnya.


''Tapi calonnya cantik sih...jadi cocoklah ma pak Kendra.'' kata yang satunya. ''Serasi.'' sambungnya lagi.


''He'em.'' jawab semuanya.


Kevin bukan tanpa alasan mengumumkan hal itu, dia ingin semua karyawan di perusahaannya mengetahui siapa calon pendamping sang calon pewaris utama kerajaan bisnis Wijaya...sama seperti dulu yang dia lakukan pada Sifa saat wanita yang berstatus istrinya itu pertama kali datang ke perusahaan Wijaya.


*****


''Assalamualaikum.'' sapa Kendra.


''Wa'alaikumsalam pak bos.'' sahut Rio.


''Gimana Yo?'' tanya Kendra sambil berjalan melewati Rio untuk masuk ke dalam ruangan miliknya.


''Gini pak bos...masih ada beberapa file yang perlu di tanda tangani.'' kata Rio memberi tahu.


''Ya sudah bawa sini.'' kata Kendra. ''Duduk Nis.'' kata Kendra.


''Iya terimakasih.'' jawab Nisa.


''Khem...siapa pak bos?'' tanya Rio pada Kendra yang mulai menanda tangani berkasnya.


''Hah?'' beo Kendra.


''Itu...'' lirih Rio sambil memberi kode Kendra dengan matanya yang menunjuk ke arah Nisa.


''Oh.'' kata Kendra. '' Nisa.'' panggil Kendra.


''Iya.'' sahut Nisa.


''Kenalin ini Rio...asisten sekaligus sahabat aku.'' kata Kendra. ''Kenalin...tu Nisa...calon istri.'' sambung Kendra yang tak sadar menyebut Nisa dengan sebutan calon istri.


''Oh calon istri.'' seru Rio yang membuat Kendra tersadar dengan ucapannya.


''Hem.'' sahut Kendra dengan sedikit salah tingkah.

__ADS_1


''Cantik.'' celetuk Rio yang membuat Kendra sedikit memelototkan matanya. ''Biasa aja bos matanya...tar jatuh tuh biji mata.'' ledeknya lagi yang membuat Kendra menghela nafasnya.


__ADS_2