Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 220


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Beberapa hati berlalu...semua anggota keluarga tampak sibuk mempersiapkan acara pengajian untuk Kenan serta Kirana di di putuskan secara bersamaan.


Tak banyak acara prosesi adat sama seperti pernikahan Kendra.


''Mau nikah itu ternyata ribet juga.'' celetuk Kenan tiba-tiba.


''Iya aku setuju kak.'' timpal Kirana. ''Apalagi harus urus ini dan itu.'' sambungnya.


''Sekarang baru ngerasainkan.'' kata Kendra dan di angguki oleh kedua adiknya.


''Kalian ini masih mending kalau di bandingkan dengan pernikahan daddy sama mommy kalian dulu...'' timpal Kevin yang lewat dan tak sengaja mendengar obrolan ketiga anaknya. ''Beuh...ribet banget.'' imbuhnya seraya mendudukkan bokongnya di samping Kendra.


''Yang bener dad?'' tanya Kenan memastikan.


''He'em.'' jawab Kevin. ''Kami melakukan berbagai prosesi adat secara lengkap...ada siraman, acara midodareni dan lain-lain.'' ceritanya. ''Tak seperti kalian yang hanya pengajian saja.'' imbuhnya lagi.


''Serius?'' tanya Kirana dan tentu saja di angguki oleh Kevin. ''Ada pingitan juga seperti kami dad?'' tanyanya.

__ADS_1


''Tentu saja ada dong sayang.'' jawab Kevin. ''Sudah ah daddy mau cari cucu-cucu daddy dulu...'' kata Kevin yang langsung beranjak dari duduknya dan melenggang pergi.


''Huh...dia sedang apa ya?'' kata Kirana. ''Kangen...'' imbuhnya lagi.


''Iya aku juga kangen...'' sambung Kenan. ''Sudah gak boleh ketemu...ponsel di sita pula.'' sungutnya dengan kesal.


''Cih lebay banget sih kalian berdua ini.'' ledek Kendra. ''Baru gak ketemu beberapa jam saja sudah kayak gak ketemu beberapa abad.'' cibirnya lagi.


''Ck, coba kakak jadi kita.'' kata Kirana. ''Kakak ni bisa ngomong kayak gitu karena dulukan pas acara pingitan kakak belum cinta sama kak Nisa, beda sama kita.'' sambung Kirana.


''Bener banget.'' sahut Kenan. ''Coba sekarang suruh kak Nisa ke panti beberapa hari terus gak bawa ponsel...aku yakin kakak pasti sudah kayak orang kebakaran jenggot.'' lanjutnya.


''Bukan hanya kebakaran jenggot, tapi bisa-bisa makan orang.'' timpal Kirana. ''Kak Kendra kan bucinnya melebihi kita.'' ujarnya lagi.


''Tau lah...'' sewot Kirana.


''Eh mau kemana?'' tanya Kendra saat sang adik hendak melenggang pergi.


''Mau ke kamar...tidur.'' sahut Kirana.

__ADS_1


''Kamu dari pada manyun...mending tidur juga deh Nan.'' saran Kendra dan juga pergi dari sana.


*****


''Wah senengnya para jagoan ayah ini...'' kata Kendra menghampiri sang putra yang berada di teras belakang dengan di kelilingi oleh keluarga yang lain.


''Dari mana mas?'' tanya Nisa.


''Dari ruang tengah, tadi sama Kenan juga Kirana.'' jawab Kendra yang kini sudah duduk di sebelah sang istri.


''Terus sekarang pada kemana anak dua itu?'' tanya sang mommy.


''Pada masuk kamar mom...lagi galau gak bisa vc atau telponan.'' jawab Kendra.


''Orang cuma beberapa hari saja kayak fi suruh gak pegang ponsel lama.'' sahut Kevin.


''Bukan gak pegang ponselnya, tapi masalahnya mereka tak bisa menghubungi kekasih mereka.'' sahut Kendra lagi.


''Cih berlebihan.'' cibir Kevin.

__ADS_1


''Khem...kayak yang ngomong dulu gak gitu juga.'' sahut mama Iren.


''Iya bahkan kamu dulu lebih parah dari mereka Vin.'' timpal papa Adi. ''Masa pingitan kok di tawar.'' sambungnya yang membuat semua tertawa kecuali Kevin yang saat ini mendengus kesal karena sang papa membongkar rahasianya di hadapan sang putra.


__ADS_2