Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 135


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Akhir pekan biasa di lalui penuh dengan keceriaan di kediaman utama keluarga Wijaya.


Kini tiba saatnya kembali ke rutinitas setelah kemarin bersenang-senang...serta seru-seruan bersama.


Seperti biasa setiap pagi Nisa akan menyiapkan segala keperluan sang suami dengan tangannya yang sudah sangat terampil.


Mulai dari menyimpan pakaian, air untuk mandi juga menyiapkan sarapan.


Pagi ini Nisa membuat sarapan bubur ayam untuk mereka berdua.


''Sayang.'' gumam Kendra sambil memeluk sang istri dari belakang dan jangan lupakan dengan kepalanya yang sudah di letakkan di atas bahu sang istri.


''Mas, ngagetin deh.'' kata Nisa dengan jujur karena tadi dirinya memang sedikit kaget begitu ada tangan yang tiba-tiba melingkar begitu saja saat dirinya sedang sibuk menyiapkan sarapan. ''Mas, geli ihh.'' kata Nisa lagi ketika Kendra malah menciumi ceruk lehernya.


''Hem.'' gumam Kendra yang masih saja setia dengan aksinya. ''Sudah selesai belum?'' tanyanya.


''Ini sebentar lagi.'' jawab Nisa sambil meneruskan aktivitasnya. ''Nah selesai.'' ujarnya begitu bubur ayam untuk sarapan sudah berada di dalam mangkuk lengkap dengan segala perlengkapannya dan tinggal menatanya di meja makan. ''Kamu gak bersiap mas?'' tanya Nisa pada Kendra yang sepertinya enggan beranjak.


''Mau sama kamu.'' sahut Kendra sekenanya.

__ADS_1


''Ya sudah ayo.'' ajak Nisa. ''Pasti airnya sudah dingin kembali.'' kata Nisa yang memang tadi sudah menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi sebelum dia menyiapkan sarapan.


*****


''Kamu harus temani aku mandi.'' kata Kendra saat merek berdua sudah berada di dalam kamar mandi.


''Aww...mas.'' pekik Nisa saat Kendra tiba-tiba menggendongnya dan menaruhnya di dalam bathtub yang sudah terisi air.


Tak lama setelah itu Kendra juga menyusul masuk kedalam bathtub yang sama.


''Kita olah raga sebentar.'' kata Kendra dengan seringai di bibirnya.


Setengah jam berlalu, mereka berdua saat ini sudah bersiap di kamarnya.


Kendra yang sudah selesai memakai pakaiannya, berjalan menghampiri Nisa yang sedang duduk di depan rias.


''Sini biar aku bantu keringkan.'' kata Kendra dengan tangan yang mengambil alih hairdryer yang ada di tangan Nisa. ''Kamu bisa lanjutkan untuk make up sayang.'' kata Kendra saat melihat sang istri malah tercengang.


''I...iya mas.'' jawab Nisa.


''Kamu cantik banget sayang.'' ucap Kendra yang melihat tampilan sang istri dari pantulan cermin di depannya dan di akhir kalimatnya Kendra mengecup puncak kelapa sang istri dengan penuh kasih sayang. ''Sekarang giliran aku.'' kata Kendra lalu menyerahkan dasi pada Nisa.

__ADS_1


''Baiklah dengan senang hati.'' sahut Nisa.


Nisa berdiri menghadap Kendra lalu memakaikan dasi sang suami dan tak lupa tangan Kendra yang sudah memegang pinggang ramping wanita yang ada di depannya itu.


''Sudah.'' kata Nisa.


''Kissnya...'' kata Kendra sambil menunjuk ke bibirnya sendiri.


Cup


Nisa menuruti apa mau Kendra dengan mencium sekilas bibir Kendra namun bukan Kendra namanya kalau tak bisa memanfaatkan situasi.


Mana puas dia kalau hanya mendapatkan ciuman sekilas dari sang istri, entah kapan tangannya sudah bergerak naik keatas untuk menahan tengkuk Nisa agar ciuman mereka semakin dalam.


Baru di lepaskannya pangutan mereka berdua begitu Nisa seperti sudah kehabisan napas.


''Buat bekal kerja.'' kata Kendra di akhir ciumannya.


''Kamu ini ada-ada saja mas.'' kata Nisa dengan wajah yang masih tersipu.


Entah kenapa akhir-akhir ini suaminya itu semakin manis saja.

__ADS_1


__ADS_2