
❤️ Happy Reading ❤️
''Nisa.'' panggil Nana yang mulai berjalan mendekat. ''Sama halnya seperti mommy Sifa yang memberikan gelang keluarga Wijaya padamu...mama juga ingin memberikan kalung keluarga ini untuk kamu.'' katanya. ''Ini adalah kalung dari keluarga papa Carlos...sama seperti halnya Charli...Kendra juga sudah dianggap seperti anaknya sendiri oleh papa Carlos....dan gelang pasangan dari kalung ini ada di Helena yang juga menantu dari keluarga Carlos.'' imbuhnya lalu memasangkan kalung itu di leher Nisa.
''Terimakasih ma.'' ucap Sifa.
Sedikit cerita...bahwa Carlos adalah seorang anak tunggal serta sama sekali tak punya sanak famili dan sebelum orangtuanya meninggal...mereka memberikan gelang serta kalung keluarga untuk di berikan kepada menantu keluarga mereka.
Dan sebelum mereka datang ke acara pertunangan Kendra...Carlos sudah mengatakan pada Nana bahwa kalung itu harus di berikan pada calon istri putra sambungnya itu, karena Carlos sudah menganggap Kendra sebagai putranya sendiri sama seperti Charli...Carlos banyak belajar hal itu dari Sifa.
*****
Acara pertunangan berjalan begitu lancar dan di isi dengan penuh kebahagiaan.
Tapi satu hal yang membuat Kendra sedih..., yaitu karena sang mommy seperti sengaja menghindarinya...bahkan mommynya itu sama sekali tak berbicara padanya.
Mommy tersayangnya mengucapkan selamat hanya sebagai basa-basi serta menutupi semuanya...dan Kendra tau akan hal itu.
Dia yang selalu di sayang sama seperti kedua adiknya...dia yang tak pernah di acuhkan oleh sang mommy...membuatnya sangat sedih sekaligus bersalah merasa bersalah.
Waktu terus bergulir hingga satu persatu para sahabat dan kerabat pamit untuk pulang, bahkan keluarga Kemal dan Kania pun pulang, begitu pula Nisa dan ibu Farida serta anak-anak panti.
Kini disana yang tersisa hanyalah pihak keluarga saja, yaitu mam Iren, papa Adi, ayah Harun dan ibu Dewi yang memang diminta untuk menginap serta Kenan, Kirana di tambah lagi dengan Sifa, Kevin dan Kendra juga keluarga Nana dan Carlos.
Mereka semua sedang duduk di sofa untuk mengistirahatkan kaki mereka yang sedari tadi banyak untuk berdiri.
__ADS_1
''Sifa pamit kekamar dulu.'' kata Sifa berdiri dari duduknya.
''Mom.'' panggil Kendra namun Sifa tetap mengacuhkannya dan tetap berjalan menuju tangga.
Sontak saja hal itu membuat Kendra langsung berjalan mengejar sang mommy.
Kendra sudah tidak tahan di acuhkan oleh sang mommy...karena baru kali ini dia benar-benar di acuhkan oleh mommynya itu.
''Mom.'' panggil Kendra lagi. ''Mom...tolong mom...jangan acuhkan Kendra seperti ini.'' ucap Kendra sambil berjalan mengikuti sang mommy.
''Mau kamu apa?'' tanya Sifa dengan nada datar dan langsung menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar miliknya.
''Kendra minta maaf mom...Kendra ngaku kalau Kendra salah.'' ucapnya. ''Kendra sudah menuruti apa maunya mommy dan semua keluarga untuk bertunangan dengan Nisa.'' sambungnya.
''Mom...Kendra sadar apa yang mommy lakuin itu untuk kebaikan Kendra.'' kata Kendra. '' Sekali lagi Kendra minta maaf mom.'' ucapnya dengan sungguh-sungguh sambil berlutut di samping sang mommy.
''Berdiri.'' kata Sifa.
''Enggak mom...Kendra gak akan berdiri sampai mommy mau maafin Kendra dan gak acuhin Kendra lagi.'' bantahnya.
''Mommy sudah maafin kamu.'' kata Sifa. ''Jadi berdirilah...atau mommy tak akan pernah memaafkanmu.'' perintahnya.
Mau tak mau Kendra pun menuruti apa maunya sang mommy.
''Maafin Kendra mom...'' ucap Kendra sekali lagi dan kali ini dia sudah tidak dapat membendung air mata yang sudah di tahannya sejak acara masih berlangsung.
__ADS_1
Mendengar suara Isak tangis walaupun lirih membuat hati Sifa pun ikut sakit, dirinya langsung membalikan badan menghadap sang putra.
Diraihnya tubuh kekar itu di dalam pelukan...pelukan hangat seorang ibu.
''Mommy sudah memaafkanmu.'' kata Sifa. ''Bukannya mommy memaksakan kehendak namun apa yang mommy lakuin ini semata-mata untuk kebahagiaanmu kak.'' kata Sifa lagi memberi pengertian. ''Gak ada seorang ibu yang ingin menjerumuskan anaknya kedalam kesengsaraan...kesedihan atau di jalan yang salah.'' sambungnya.
''Iya mom...Kendra ngerti.'' lirih Kendra. ''Maafin Kendra yang sudah bikin mommy sedih, mommy kecewa, juga maafin atas sikap kekanakan Kendra ya mom.'' ucapnya lagi dan entah sudah ada berapa banyak kata maaf yang di ucapkan Kendra pada mommynya itu.
''Iya sayang.'' sahut Sifa.
''Cuma berdua saja ni pelukannya...daddy gak di ajak.'' seru Kevin yang menyaksikan adegan ibu dan anak itu.
''Hahaha...sini dad.'' kata Sifa dengan suara paraunya.
Kevin mendekat dan mereka jadi pelukan bertiga.
''Seneng deh lihatnya kalau kayak gini.'' kata Kevin saat mereka masih berpelukan.
''Mau ikut!'' seru Kirana dan Kenan yang baru sampai di lantai atas karena ingin ke kamar mereka masing-masing.
Alhasil mereka jadi berpelukan berlima.
''Kakak jangan nakal lagi.'' celetuk Kirana. ''Kirana gak suka lihat kayak tadi.'' sambungnya.
''Iya dek...maafin kakak.'' ucap Kendra.
__ADS_1