Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 77


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Nak, kamu gak ada niatan untuk menunda punya momongankan?'' tanya mama Iren di sela-sela mereka berbincang seusai makan malam.


''Oh i...itu...enggak kok oma.'' jawab Nisa yang merasa sedikit kaget ternyata pertanyaan ini terlontar malam ini, yang menurutnya masih terlalu dini untuk membicarakannya, mengingat mereka yang belum lama menikah.


''Syukurlah...oma jadi gak sabar ingin cepet-cepet dengar kabar bahagia dan bisa melihat serta bermain dengan cicit Oma dari kalian berdua.'' kata mama Iren lagi.


''Em do'akan saja oma.'' sahut Nisa.


''Mommy juga sudah gak sabar ingin menimang cucu dari kalian berdua.'' sahut mommy Sifa. ''Cucu pertama dari seorang Kevin Wijaya.'' sambungnya lagi.


Setelah mendengar ucapan dari mama Iren dan mommy Sifa, keinginan Nisa semakin kuat untuk dapat meluluhkan hati Kendra agar bisa mewujudkan harapan dari kedua orang yang di sayanginya.


''Kalian baik-baik sajakan setelah pindah ke apartemen?'' selidik Sifa.


''Kami baik-baik saja mom.'' sahut Kendra dengan cepat.


''Yang bener? tidak bohongkan?'' tanyanya lagi.


''Kalau mommy gak percaya, tanya saja sama menantu mommy.'' jawab Kendra.

__ADS_1


''Yang di katakan mas Kendra bener kok mom, kami baik-baik saja.'' sahut Nisa.


''Kalian gak tidur di kamar terpisahkan?'' tanya Sifa yang masih belum percaya.


''Ya enggaklah mom.'' jawab Kendra.


''Ya siapa tau kaya di novel-novel yang sering mommy baca, menikah karena perjodohan membuat mereka tidur terpisah.'' kata Sifa lagi.


''Huh...mommy ini ibu-ibu korban novel.'' kata Kendra. ''Kamar di apartemen cuma ada dua, terus yang satu sudah aku renovasi jadi ruang kerja, kalau gak tidur satu kamar memangnya salah satu dari kami mau tidur dimana.'' katanya lagi. ''Kalau mommy masih belum percaya...mommy bisa langsung cek sendiri deh ke apartemen.'' imbuhnya.


''Oke-oke mommy percaya.'' sahut Sifa.


Memang selama Kendra dan Nisa pindah, belum ada anggota keluarga Wijaya yang datang bertandang ke apartemen Kendra.


''Malam ini kalian berdua menginaplah disini.'' pinta mama Iren.


''Iya Oma.'' sahut Kendra. ''O iya dad, mom lusa Kendra harus ke Singapura...ada sedikit kerjaan, gak lama kok cuma dua hari jadi Kendra titip Nisa buat menginap di sini ya.'' kata Kendra.


''Kenapa Nisa gak di ajak saja kak?'' tanya Kevin.


''Kendrakan kesana kerja dad, bukan jalan-jalan.'' jawab Kendra.

__ADS_1


''Kan sekalian itung-itung kalian liburan, lagi pula setelah menikah kalian jugakan belum honeymoon.'' sahut Sifa.


''Takutnya Nisa nanti bosen di sana, lagian juga bakal sibuk selama di sana.'' kata Kendra memberi alasan.


''Kamu ini kok bingung-bingung.'' kata Sifa. ''Ke Singapura kan?'' tanya Sifa untuk memastikan dan di angguki oleh Kendra. ''Kaliankan bisa menginap di rumah mama Nana dan papa Carlos sekalian mengunjungi mereka, jadi Nisa gak bakalan kesepian selama kamu sibuk kerja.'' imbuh Sifa.


''Bener tuh.'' timpal Kevin. ''Daddy kasih kamu libur dua atau tiga hari untuk jalan-jalan disana bersama Nisa.'' sambungnya.


''Terserah kalian sajalah.'' pasrah Kendra yang dia tau kalau melawan kedua orangtuanya itu pasti dia tak akan bisa menang. ''Aku ke kamar dulu...capek, ngantuk...mau tidur.'' kata Kendra yang sudah berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.


Nisa pun yang melihat sang suami pergi, langsung berpamitan pada anggota keluarga yang lain untuk menyusul Kendra.


*****


Cklek


Nisa yang melihat Kendra sudah duduk di sofa, langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian tidur Kendra....


Kendra sebenarnya kalau tidur tak pernah memakai piyama, melainkan hanya celana kolor sedikit di atas lutut dengan kaos oblong dengan bahan sedikit tipis namun dingin jika di pakai.


''Aku sudah siapin pakaian kamu mas, jadi sebaiknya kamu bersih-bersih dulu.'' kata Nisa.

__ADS_1


''Hem.'' sahut Kendra.


__ADS_2