
❤️ Happy Reading ❤️
Karena berangkat dari Changi airport pukul sembilan malam jadi mereka sampai pukul setengah sebelas malam, di tambah perjalan dari airport menuju ke apartemen Kendra membutuhkan waktu tiga puluh menit, sehingga mereka sampai di apartemen pukul sebelas malam.
''Langsung istirahat saja.'' kata Kendra. ''Semuanya bisa di beresin besok lagi.'' sambungnya.
Tanpa membantah satu kata pun, Nisa melakukan apa yang di katakan Kendra karena pada dasarnya dirinya juga sudah sangat lelah dan mengantuk.
*****
''Mau berangkat kerja?'' tanya Kendra yang melihat Nisa sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
''Iya mas nggak enak sama yang lain kalau libur terlalu lama.'' jawab Nisa.
''Yang penting kamu sudah gak capek.'' sahut Kendra. ''Lagian mau libur lama juga gak apa-apa...gak bakal ada yang mecat kamu.'' kata Kendra lagi.
''Ya aku tau mas, cuma aku ingin bersikap secara profesional saja.'' kata Nisa. ''O iya nanti pulang dari sekolah aku ijin ke rumah mommy sama panti ya mas.'' kata Nisa. ''Mau nganterin oleh-oleh.'' sambungnya lagi.
''Iya dan maaf gak bisa menemani.'' kata Kendra.
__ADS_1
''Gak apa-apa kok mas, Nisa paham kalau mas Kendra pasti banyak kerjaan.'' sahut Nisa dengan penuh pengertian.
Seharusnya Kendra merasa beruntung bukan, sudah dapat istri yang baik, cantik, pintar, mandiri, gak banyak nuntut...sama satu lagi...masih perawan sebelum dia bobol tempo hari.
Mereka berdua kemudian berangkat bersama, Kendra lebih dulu mengantar Nisa sebelum dirinya berangkat ke perusahaan.
Hari-hari yang mereka lalui biasa saja sampai sebuah insiden terjadi.
Suatu siang, Kendra yang baru saja meeting dari luar bersama klien bisnisnya melewati sekolah di mana Nisa memberikan ilmunya.
Entah karena capek sebab terlalu banyak kerjaan atau apa, Nisa yang berada di luar gerbang karena menunggu sang supir untuk menjemputnya malah sibuk bercengkrama dengan rekan satu profesinya...yaitu pak Bagas.
''Sial.'' umpatnya sambil memukul setir mobil. ''Kaya gak tau saja kalau sudah punya suami.'' geramnya sambil mencengkram setir mobil dengan kuat. '' Ini gak bisa di biarin.'' kata Kendra lagi yang semakin panas melihat keakraban mereka berdua.
Kendra menghidupkan mobilnya untuk mendekat kearah Nisa, tapi sebelumnya dia sudah menghubungi supir untuk tak menjemput Nisa siang ini karena dirinyalah yang akan datang menjemput.
Cklek
Brak
__ADS_1
Kendra menutup pintu mobilnya dengan sangat keras sehingga Nisa dan Bagas menjadi sedikit terlonjak kaget.
''Ayo pulang.'' kata Kendra lalu berbalik kembali menuju ke mobil.
''Saya permisi dulu pak Bagas...assalamualaikum.'' pamit Nisa.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Bagas.
Nisa sebetulnya sedikit takut melihat Kendra yang seperti menahan amarahnya.
Nisa sama sekali belum menyadari kalau Kendra marah karena melihat dirinya bersama Bagas.
Kendra adalah laki-laki yang pernah merasakan sakitnya di khianati...maka saat ini dia terlihat sangat marah sekali karena berprasangka kalau Nisa akan mengkhianatinya juga seperti Clara.
Ngomong-ngomong soal Clara, gadis itu dan temannya sudah di lempar ke tempat terpencil oleh Kevin dan tentu saja dengan pengawasan yang ketat dari anak buah sang bos besar, tapi hal itu terjadi setelah Kevin memberikan perintah agar mereka berdua di berikan obat perangsang dan harus memuaskan nafsu para anak buah Kevin dengan syarat mereka semua harus memakai pengaman. Bukan karena kejam...tapi hal ini sebenarnya sudah ingin Kevin lakukan sejak dulu...saat putranya hancur se hancur-hancurnya karena sebuah pengkhianatan.
Karena bagaiman pun Kevin masih berbelas kasih jadi karena tak mau kalau sampai mereka berdua hamil sehingga anaklah yang akan menjadi korbannya. Anak yang tak tau apa-apa bisa menanggung akibatnya...dan Kevin sama sekali tak mau itu.
Dan menurut penyelidikan anak buah Kevin, saat ini Clara dan sahabatnya juga tak mempunya kekasih, karena kekasih Clara yang dulu sudah di campakkannya sebab sudah tak dapat memenuhi segala permintaan Clara karena jatuh bangkrut, maka Clara ingin berusaha kembali untuk menjebak Kendra begitu melihat sang mantan ada di sana.
__ADS_1
Sedangkan sang pelayan, sudah di adukan ke atasan sehingga di pecat secara tidak hormat.