Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 106


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Terimakasih sayang.'' ucap Kendra lalu mencium sekilas kening dan bibir Nisa lalu menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut.


Tapi Nisa yang sudah tak berdaya hanya menanggapinya dengan sebuah anggukan dan senyuman.


''Mandi dulu.'' kata Kendra yang sedari tadi sudah mendekap tubuh polos Nisa, namun Nisa hanya menjawabnya dengan gumaman yang tak jelas.


Satu menit...dua menit...sampai beberapa menit di tunggu namun Nisa masih terlalu nyaman dengan posisinya saat ini.


Kendra akhirnya memutuskan untuk menggendong Nisa.


''Ah...'' pekik Nisa saat merasakan tubuhnya seperti melayang.


Secara refleks tangannya pun langsung bertengger indah di leher sang pelaku.


Kendra langsung saja membawa Nisa ke arah kamar mandi dan meletakkannya di closed, baru setelah bathtub terisi dengan air hangat...Kendra kembali mengangkat tubuh Nisa dan di masukkan ke dalam bathtub.


Nisa yang masih lelah dan sangat mengantuk pun hanya bisa pasrah mengikuti perintah Kendra untuk mandi.


Sementara Kendra sendiri juga membersihkan tubuhnya di bawah guyuran air shower.


''Sudah?'' tanya Kendra yang sudah selesai mandi dan juga sudah melilitkan handuk untuk menutupi aset berharga miliknya.


''He'em.'' jawab Nisa.


''Keluar dan pakai jubah mandimu.'' titah Kendra lagi sambil menyodorkan benda yang di maksud pada Nisa.

__ADS_1


''Bisa mas berbalik sebentar.'' kata Nisa.


''Kenapa? apa kamu malu?'' tanya Kendra.


''Mas sudah tau jawabannya.'' sahut Nisa.


''Apa yang membuatmu malu...bahkan aku sudah melihat tubuh polosmu bahkan aku juga sudah menikmati setiap incinya.'' kata Kendra yang bisa di bilang sangat frontal. ''Cepatlah, nanti kamu bisa sakit.'' perintah Kendra.


''Ya...ya...ya baiklah.'' sahut Nisa dengan pasrah dan saat ini wajahnya sudah sangat merah karena malu.


Sedangkan Kendra seperti terjebak dengan perintahnya sendiri.


Glek


''Sabar...sabar...sabar...'' gumam Kendra dalam hati saat melihat tubuh molek Nisa.


Kendra kembali lagi membopong tubuh Nisa keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti.


Kendra sibuk memilihkan pakaian untuk Nisa lengkap dengan para pembungkus aset-asetnya.


''Mas, aku bisa pakek sendiri.'' kata Nisa saat Kendra hendak memakaikannya pakaian padahal gak tau saja wanita yang sedang di layaninya itu sedang menahan malu mati-matian.


''Bener?'' tanya Kendra.


''Iya.'' jawab Nisa.


''Ya kan biasanya wanita yang baru melakukan itu badan akan terasa sakit dan terus itunya juga sakit dan...'' kata Kendra.

__ADS_1


''Mas stop.'' potong Nisa. ''Iya aku akui memang sakit tapi hanya sedikit dan aku bukan baru melakukan ini karena kita sudah pernah melakukan ini yang pertama kali waktu kita di Singapura kalau mas lupa.'' kata Nisa lagi.


''Aku ingat...bahkan sangat ingat.'' kata Kendra. ''Apalagi suara *******-******* yang...auw.'' kata Kendra terpotong karena Nisa sudah mencubit salah satu lengan tangannya. ''Ish KDRT.'' kata Kendra.


''Makanya kalau ngomong itu direm.'' sahut Kendra.


Tanpa mereka sadari hubungan mereka hari ini sangat mengalami sebuah kemajuan walaupun harus di awali dengan emosi yang memuncak dan berakhir dengan percintaan yang menggelora.


Begitu selesai memakai pakaiannya dan melaksanakan ibadah sholat magrib, Nisa berjalan walaupun sangat pelan menuju ke ranjang mereka yang tadinya bak kapal pecah, sekarang sudah rapi dengan seprai yang bersih pula dan yang melakukan semuanya adalah Kendra.


Sebenarnya tadi Kendra sudah menawarkan diri untuk menggendong Nisa namun istrinya itu menolak dengan mentah-mentah tawaran Kendra.


''Sini.'' kata Kendra sambil menepuk tempat tepat di sampingnya.


''Aku mau masak mas.'' kata Nisa.


''Gak usah masak, kita delivery order saja.'' kata Kendra dan Nisa pun naik keranjang dan duduk di tempat yang Kendra maksud.


''Nis.'' panggil Kendra.


''Hem.'' sahut Nisa.


''Aku minta maaf karena sikapku tadi yang tak bisa mengendalikan emosi.'' ucapnya. ''Dan apakah aku boleh minta sesuatu padamu?'' tanyanya.


''Iya sudah aku maafkan mas.'' sahut Nisa. ''Mas Kendra mau minta apa dari Nisa?'' tanyanya.


''Aku harap kejadian ini tak terulang...aku gak ingin melihatmu dengan laki-laki lain apalagi sampai pergi dengan pria lain...karena aku gak suka.'' kata Kendra.

__ADS_1


''Apa mas Kendra cemburu?'' tanya Nisa.


__ADS_2