Deadline Cinta

Deadline Cinta
Bab 148


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''A...apa? dokter sedang tidak berbohongkan?'' tanya Nisa yang masih belum percaya.


''Dokter sedang tidak bercanda kan?'' kata Sifa. ''Karena ini sama sekali tidak lucu dok.'' timpalnya namun sang dokter malah tersenyum ramah.


''Mana mungkin saya berani bercanda apalagi berbohong tentang hal ini nyonya.'' jawab sang dokter. ''Apalagi ini adalah tentang penerus keluarga Wijaya...bisa-bisa saya langsung kehilangan sumber rezeki saya nyonya.'' sambungnya lagi. ''Nyonya bisa lihat di monitor...itu ada kantung janin walaupun masih sangat kecil karena masih sebesar biji kacang hijau atau sekitar 2 milimeter yang sudah bisa di sebut embrio, nah embrio ini terdiri dari dua lapisan sel yang akan berkembang menjadi organ dan tubuh bayi.'' jelas sang dokter. ''Mari nyonya saya akan siapkan resep vitamin untuk kandungan anda.'' kata sang dokter setelah membersihkan perut Nisa.


''Tapi kandungan saya baik-baik saja kan dok?'' tanya Nisa saat sudah duduk berhadapan dengan dokter.


''Sangat baik dan sangat kuat.'' jawab sang dokter.


''Tapi kok saya gak merasakan gejalanya ya dok?'' tanya Nisa lagi.


''Tidak semua wanita hamil mengalami tanda-tanda kehamilan seperti morning sickness nyonya.'' jawab sang dokter dengan sabar.


''Tolong hindari stres yang berlebih dan hindari melakukan aktivitas yang bisa membuat anda kelelahan, serta kalau bisa jangan dulu terlalu sering berhubungan badan.'' kata sang dokter memberi nasehat. ''Serta konsumsi vitamin, susu dan makanan-makanan yang banyak mengandung gizi serta nutrisi.'' sarannya lagi.

__ADS_1


''Baiklah terimakasih dokter dan kami permisi.'' pamit Sifa setelah menerima surat keterangan hamil dan foto hasil USG.


''Sama-sama nyonya.'' balasnya.


*****


Di sepanjang jalan senyum di bibir Nisa dan Sifa tak pernah luntur.


Kebahagian ini bagaikan sebuah kejutan besar yang bukan hanya untuk mereka berdua melainkan untuk keluarga Wijaya.


''Selamat ya sayang.'' ucap Sifa. ''Sangking bahagianya sampai mommy lupa mengucapkan selamat padamu.'' sambungnya lagi.


''Sekarang kita mampir sebentar ke supermarket untuk beli susu hamil serta buah-buahan yang segar untuk kamu dan cucu mommy.'' ajak Sifa.


''Iya mom.'' jawab Nisa.


''Eh kamu gak berniat untuk hubungi suami kamu dan kasih tau kabar bahagia ini sayang?'' tanya Sifa.

__ADS_1


''Nanti saja mom, setelah sampai di rumah biar jadi kejutan.'' jawab Nisa.


''Iya kita juga kasih tau orang rumah nanti malam saja biar jadi kejutan.'' sahut Sifa dan di setujui oleh Nisa.


Begitu sampai, Nisa dan Sifa langsung berjalan ke arah rak yang berisi deretan macam-macam jenis susu kehamilan dengan berbagai merek juga berbagai rasa.


''Kamu mau yang rasa apa sayang?'' tanya Sifa.


''Coklat mom.'' jawab Nisa. ''Eh tapi mau yang rasa vanila juga.'' imbuhnya.


''Baiklah kita ambil dua rasa.'' putus Sifa yang mengambil empat karton susu dengan dua rasa dan masing-masing dua karton.


Setelah itu Sifa mengajak Nisa menuju ke tempat dimana buah-buahan terjejer.


Sifa yang notabene seorang dokter begitu sangat selektif dalam memilih buah-buahan untuk menantu dan calon cucunya.


''Ada lagi yang mau kamu beli sayang?'' tanya Sifa.

__ADS_1


''Enggak ada mom.'' jawab Nisa.


''Baiklah kalau begitu lebih baik kita segera pulang agar kamu bisa segera istirahat.'' kata Sifa. ''Karena mommy gak mau kalau sampai kamu kecapekan yang menyebabkan kamu serta calon cucu mommy kenapa-napa.'' sambungnya lagi dengan penuh perhatian. ''Uh...mommy sudah gak sabar ingin cepet sampai rumah dan menunggu malam tiba.'' ujar Sifa. ''Mommy ingin melihat ekspresi dari orang ruang terutama suami kamu itu.'' imbuhnya lagi.


__ADS_2