
❤️ Happy Reading ❤️
Masih di suasana rapat yang mencekam, setelah para staf melihat perubahan raut wajah Kendra saat menerima telepon dari Nisa ada perasaan sedikit lega dan mereka pun bisa bernapas kembali, tapi sayang hal itu hanyalah bersifat sementara. Karena setelah sambungan telepon terputus raut wajah Kendra kembali seperti semula... bahkan bisa dikatakan melebihi sebelumnya. Apalagi mata tajam itu terus saja menatap, mengintimidasi bak seekor elang yang sedang mengincar mangsanya sehingga membuat mereka sulit bernapas kembali.
Kendra memang terkenal baik bahkan semua keluarganya pun terkenal akan hal itu, tapi mereka juga terkenal tak pernah main-main dan tak bisa mentolerir yang namanya sebuah penghianatan.
''Bagaimana?'' tanya Kendra. ''Kalian masih diam seribu bahasa rupanya.'' sambungnya lagi. ''Baiklah kalau kalian masih diam.'' kata Kendra. ''Tunjukkan O.'' perintahnya pada sang asisten.
Di saat yang lain berkutat dengan pikirannya, bertanya-tanya siapakah yang berani berkhianat pada perusahaan, ada satu orang yang sudah berkeringat dingin dan tangan yang bergemetaran di bawah meja.
Satu persatu bukti telah dikeluarkan oleh sekretaris Rio, bahkan video pun telah diputarkan di layar dari sebuah rekaman CCTV, memang benar sebelumnya CCTV telah dimatikan namun jangan lupakan anjing pelacak perusahaan yang kinerjanya sudah tak diragukan lagi.
__ADS_1
Keberadaan si hacker handal itu hanya diketahui oleh pemimpin perusahaan dan asistennya.
Kini tatapan semua orang ke arah orang yang sedari tadi sudah berkeringat dingin dan bergemetaran itu.
Mungkin kalau saat ini mereka dapat mengungkapkan kata-katanya, mereka akan mengumpat dan memaki kepada orang tersebut, karena ulahnya lah mereka dalam situasi yang menegangkan seperti saat ini.
Kendra pun punya alasan tersendiri kenapa dia tidak memanggil orang itu khusus berhadapan dengannya melainkan mengumpulkan seluruh kepala divisi, dia bertujuan untuk menunjukkan ke semua kepala divisi apa yang akan mereka dapatkan jika berani menghianati dirinya.
''Asisten Rio...suruh pihak keamanan segera kesini.'' perintah Kendra yang di angguki oleh Rio.
Rio pun langsung berjalan ke arah pintu untuk memanggil pihak keamanan yang ternyata sudah stand by di depan pintu masuk ruang meeting.
__ADS_1
''Maafkan saya tuan...saya punya alasan mengapa melakukan semua ini.'' katanya dengan sesegukan.
''Apapun alasanmu...untuk tindakan seperti ini tidak bisa dibenarkan.'' sahut Kendra. ''Kamu telah merugikan perusahaan dan itu akan berdampak pada karyawan serta keluarga karyawan yang lain.'' imbuhnya.
''Bawa dia pak.'' perintah Kendra pada pihak yang berwajib.
''Maafkan saya...maafkan saya...tolong lepaskan saya...saya sungguh sangat menyesal.'' katanya dengan terus meronta saat dibawa oleh pihak yang berwajib.
*****
''Ini adalah sebuah pelajaran untuk kalian semua.'' tutur Kendra. ''Saya memang tak melakukan tindakan sendiri melainkan memilih melibatkan dari pihak berwajib, tapi bisa saya pastikan siapapun yang berani bermain-main di belakang saya dia akan mendekam dalam jeruji besi dalam waktu yang lama serta akan mendapatkan sanksi sosial.'' tambahnya lagi lalu keluar begitu saja dari ruangan tersebut di ikuti oleh asisten Rio.
__ADS_1
Sanksi sosial terkadang lebih menyeramkan daripada saksi pidana, karena saksi sosial masyarakat yang langsung menghakimi mereka... dengan dikecam, dikucilkan, digunjingkan, diasingkan, mendapatkan cemoohan dan celaan serta dipermalukan masyarakat di depan umum dan hal ini akan membuat orang tersebut merasa malu serta terdampak secara psikologis yang membuatnya tidak nyaman.