
❤️ Happy Reading ❤️
Nisa yang sehari-hari bangun pagi di panti asuhan membuatnya sudah terbiasa serta seperti memiliki alarm di bawah sadarnya.
Dia akan langsung bangun secara otomatis tanpa menyetel alarm atau tanpa ada orang yang membangunkannya.
Begitu pula dengan Kirana, putri satu-satunya dari seorang Kevin Wijaya pun sudah terlatih untuk bangun di padi hari.
Cklek
''Sudah bangun Ra?'' tanya Nisa yang baru keluar dari kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
''Iya kak.'' jawab Kirana. ''Aku bersih-bersih dulu kak.'' sambungnya sambil melangkah menuju ke arah kamar mandi.
''Ternyata gak semua anak orang kaya manja.'' gumam Nisa setelah Kirana masuk ke kamar mandi.
Setelah siap mereka berdua langsung turun untuk melakukan sholat subuh berjamaah.
Begitu selesai baik Kevin, Kendra, Kenan langsung kembali ke kamarnya untuk mengecek segala pekerjaan mereka kembali, begitu pun dengan Kirana...entah apa yang di lakukan anak itu tapi kalau pagi di minta untuk membantu sang mommy di dapur, selalu saja ada alasannya.
Sedangkan untuk mama Iren serta papa Adi, selalu memilih untuk berjalan-jalan sebentar...hitung-hitung olah raga agar kesehatan mereka tetap terjaga meski di usia lanjut.
Nana juga suami serta anak dan menantunya juga kembali ke kamar untuk mengemas barang-barang mereka dan memastikan sekali lagi kalau tak ada barang yang tertinggal.
Sedangkan si nyonya Wijaya...sudah menjadi rutinitasnya, setelah sholat subuh beliau akan berkutat dengan dapur serta peralatan dapurnya yang cantik dan modern untuk menyiapkan sarapan bagi seluruh anggota keluarganya.
Baginya boleh wanita berkarir di luar dengan sangat gemilang, tapi yang penting jangan melupakan kodratnya sebagai seorang ibu juga seorang istri, yaitu mengurus suami serta anak-anaknya dengan baik, menurutnya ada kebahagian serta kebanggaan yang tersendiri yang dia rasakan.
''Ada yang bisa Nisa bantu mom?'' tanya Nisa saat masuk ke dalam dapur dan melihat Sifa sedang berdiri di depan kitchen set miliknya.
Tadi Nisa akan naik ke lantai atas mengikuti Kirana, namun begitu melihat Sifa berjalan ke arah yang berbeda dari yang lainnya, dia pun mengurungkan niatnya dan mengikuti Sifa.
''Eh, mommy sampai kaget.'' kata Sifa. ''Kok kamu malah kesini? istirahat saja sama Kirana.'' katanya.
__ADS_1
''Gak apa-apa mom, lagian aku juga sudah terbiasa di panti seperti ini.'' jawab Nisa. ''Mau bikin apa mom?'' tanyanya lagi.
''Bikin apa ya enaknya?'' tanya Sifa.
''Bikin nasi goreng aja gimana mom...'' usul Nisa.
''Wah boleh juga tuh, kebetulan sudah lama mommy gak bikin nasi goreng.'' jawab Sifa. ''Kita bikin nasi goreng seafood saja.'' sambungnya lagi. ''Bik, masih ada seafood gak di kulkas?'' tanya Sifa pada salah satu art yang ada di sana.
''Saya lihat dulu nyonya.'' jawabnya lalu mencari apa yang di butuhkan oleh sang majikan. ''Iya masih ada nyonya.'' katanya lagi.
''Keluarin bik, lalu tolong bantu bersihkan ya.'' pinta Sifa.
Sedangkan dirinya dan Nisa menyiapkan bumbu yang di butuhkan sambil menunggu nasinya matang.
''Kamu apa mommy ni yang bikin?'' tanya Sifa menawarkan.
''Biar Nisa saja mom kalau boleh.'' jawab Nisa.
''Tentu saja sayang, biar mommy bikin telur dadarnya.'' sahut Sifa. ''Soalnya di keluarga ini kalau makan nasi goreng harus ada telur dadarnya.'' sambungnya lagi yang secara tidak langsung memberi tahu kebiasaan keluarga Wijaya. ''Bik, tolong bantu siapin lalapannya ya dan jangan lupa kerupuknya masukin ke toples.'' pinta Sifa.
Setelah beberapa waktu berperang dengan alat masak, akhirnya hidangan mereka berdua selesai juga.
''Kerena semuanya sudah siap jadi mendingan kita siap-siap.'' kata Sifa.
''Tapi ini gak di tata di meja dulu mom?'' tanya Nisa.
''Gak usah, nanti di siapin sama bibik.'' jawab Sifa.
*****
Begitu turun kembali ke ruang makan setelah selesai bersiap dengan sang suami, di sana sudah ramai dengan kehadiran anggota keluarga yang lain.
Sif dengan cekatan mengambilkan makanan untuk sang suami, begitu pula mama Iren dan Nana serta Helena...mereka juga melayani suami masing-masing.
__ADS_1
''Nisa.'' panggil Sifa. ''Bisa minta tolong ambilin makanan untuk Kendra.'' pintanya.
''I...iya mom.'' jawab Nisa.
''Mommy apa-apaan sih, Kendra bisa ambil sendiri...biasanya juga gitukan.'' protes Kendra.
''Gak apa-apa...hitung-hitung Nisa belajar melayani kamu, lagian sebentar lagi kaliankan juga akan menikah...jadi latihan.'' jawab Sifa dengan santainya.
''Sudah turuti saja apa kata mommy.'' sela Kevin.
''Iya kak, harusnya kamu senang dong bisa di layani calon istri.'' sahut mama Iren ikut bicara.
Kendra hanya bisa pasrah dengan keinginan kedua orangtuanya pagi ini apalagi sang Oma malah ikut-ikutan bicara.
''Ini kok rasa nasi gorengnya sedikit beda ya mom?'' tanya Kevin.
''Tapi enak kan?'' tanya Sifa.
''Enak...'' jawab Kevin.
''Gimana kak...enak gak?'' tanya Sifa pada Kendra.
''Enak mom.'' sahut Kendra.
''Tentu saja enak...nasi gorengnya buatan Nisa.'' kata Sifa.
Uhuk...uhuk...
''Hati-hati dong kak.'' kata Sifa sambil menyodorkan satu gelas air mineral pada sang putra. ''Pelan-pelan makannya...gak akan ada yang minta kok.'' sambungnya lagi sambil tersenyum.
Glek...glek...glek...
''Terimakasih mom.'' ucap Kendra setelah menenggak minumannya.
__ADS_1
''Wah kak Nisa ternyata masakan kakak gak kalah enak dari masakan mommy.'' puji Kirana .