
❤️ Happy Reading ❤️
Dengan beberapa kali percobaan akhirnya bisa melesat hingga sempurna ke target yang telah di tentukan meskipun dirinya harus merasa perih di bahunya akibat sebuah cengkraman di sana, walaupun bukan kuku yang panjang namun karena terlalu kencang jadi terasa juga sakitnya namun itu semua tak sebanding dengan apa yang dirinya dapatkan.
''Oh shitt...virgin.'' gumam Kendra ketika merasakan ada sesuatu yang mengalir setelah dirinya sudah berhasil menerobos masuk dengan sangat sempurna.
Dia berdiam sebentar untuk memberi ruang pada Nisa agar dapat menerima dan menyesuaikan apa yang memasukinya malam ini.
Di tatapnya wajah ayu sedang terisak sambil menggigit bibir agar untuk menahan rasa yang ada dan jangan lupakan dengan air mata yang masih menetes dari kedua matanya.
Begitu melihat Nisa sudah sedikit tenang, Kendra memulai gerakannya mulai dari ritme yang lambat hingga lama kelamaan lebih menuntut sehingga gerakannya pun semakin cepat, seolah ada yang mengejarnya...memburunya...karena ada sesuatu dorongan dari tubuhnya yang sangat berharap lebih.
Lalu bagaimana dengan Nisa, Nisa yang berada sepenuhnya dalam kuasa Kendra pun lambat laun menikmatinya, dari yang mula terasa sakit lama kelamaan rasa itu berlangsung berubah menjadi sebuah kenikmatan.
''Lepaskan saja, karena aku tak ingin kamu menahannya.'' kata Kendra di sela-sela permainannya karena melihat Nisa yang sedari tadi terus menggigit bibirnya agar tak ada suara aneh yang keluar.
__ADS_1
Kendra yang melihat Nisa masih terus saja menggigit bibirnya, dia pun langsung mengambil alih bibir itu selama beberapa saat untuk bertaut, setelah melepaskan bibirnya...Kendra menghujam lebih lagi dari sebelumnya sehingga satu suara laknat pun meluncur dengan bebas dari mulut Nisa.
Suara itu bagaikan mendayu-dayu di telinga Kendra sehingga membuatnya semakin terbakar gairah...bagaikan libidonya semakin meningkat serta adrenalinnya semakin terpacu.
''Mas...a...aku...'' kata Nisa terbata di sela-sela aktivitas mereka.
Kendra yang merasakan sesuatu yang berbeda di dalam sana pun langsung paham dengan kata-kata Nisa.
Mereka berdua kemudian mengerang bersama ketika telah benar-benar sampai di pucuk nirwana.
Tapi sayang itu tak berlangsung lama, entah karena masih pengaruh obat atau memang dasarnya Kendra yang sudah merasakan ketagihan dengan kenikmatan yang baru saja di reguknya, dia kembali lagi menyerang Nisa.
Dengan napas yang masih tersengal dari keduanya, Kendra menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya, saat adegan yang kesekian kalinya ini.
Keringat dan peluh yang bercucuran menandakan betapa panasnya adegan mereka barusan sehingga hawa dingin dari AC pun tak mampu untuk mendinginkan keduanya.
__ADS_1
''Mau mandi?'' tawar Kendra dengan menoleh kearah Nisa.
''Sebentar lagi.'' lirih Nisa yang masih merasakan capek.
Bagaimana tidak capek, mereka melakukannya berkali-kali, seolah Kendra sama sekali tak merasakan lelah.
Kendra yang melihat istrinya sudah terlelap pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Kerena dirinya tak tega untuk membangunkan Nisa, akhirnya dia memilih untuk mengelap seluruh bagian tubuh Nisa agar istrinya itu tambah nyaman untuk tidur.
''Apa aku sudah sangat keterlaluan?'' gumam Kendra saat membersihkan sesuatu yang di nikmatinya tadi ternyata sedikit membengkak.
Kendra juga harus mati-matian menahan gejolak dari dalam tubuhnya saat membersihkan tubuh dengan kulit putih mulus itu.
Ada seulas senyum yang menghiasi bibirnya kala melihat bercak darah yang menempel di seprai akibat ulahnya.
__ADS_1
Tapi juga ada perasaan bersalah yang menyelimuti hatinya saat ini, rasa bersalah pada wanita yang sedang terlelap di depannya kini.