
❤️ Happy Reading ❤️
Hari ini ada seorang tamu yang datang ke kediaman keluarga Wijaya. Tamu mereka saat ini adalah seorang wanita cantik yang datang atas permintaan langsung sang nyonya besar rumah itu.
''Dokter Reta.'' kata mommy Sifa saat melihat siapa tamunya pagi ini.
''Selamat pagi tante.'' sapanya.
''Selamat pagi...silahkan duduk.'' kata mommy Sifa dengan ramah.
''Terimakasih tante.'' ucap Reta.
Dokter Reta atau bernama lengkap Retania adalah menantu dari dokter Vito sahabat dari Kevin. Reta adalah dokter kejiwaan atau psikolog, dia juga mengikuti jejak sang ibu mertua yang bekerja di salah satu rumah sakit jiwa ternama di kotanya.
''Jadi seperti yang tante ceritakan sama kamu kemarin di telpon.'' kata mommy Sifa.
''Baiklah, apa saya bisa bertemu dengan istri Kendra tan?'' tanyanya.
''Tentu saja, ayo.'' ajak mommy Sifa.
Tok
Tok
Tok
Cklek
__ADS_1
''Mom.'' sapa Kendra begitu membuka pintu dan melihat siapa yang berdiri di sana.
''Hai Kendra.'' sapa Reta.
''Eh hai Ta.'' sapa Kendra. ''Kamu kesini sama siapa? suamimu mana?'' tanya Kendra.
''Aku ke sini sendiri.'' jawab Reta. ''Mau ketemu sama istri kamu.'' imbuhnya.
''Mommy minta tolong sama Reta.'' sahut mommy Sifa.
''Oh, eh silahkan.'' kata Kendra memberikan jalan untuk mereka berdua masuk.
''Bagaimana keadaan kamu pagi ini sayang?'' tanya mommy Sifa sambil mengelus surai rambut Nisa yang saat ini duduk di atas ranjang.
''Baik mom.'' jawab Nisa.
''Hem...kadang-kadang mom.'' jawab Nisa lagi namun dengan mata yang melihat kearah seseorang yang tak di kenalnya.
''O iya sayang...kenalin ini Retania, menantu dari om Vito sahabatnya daddy.'' perkenal mommy Sifa. ''Reta kesini mau jenguk kamu dan katanya ingin kenal dengan istrinya Kendra.'' sambung mommy Sifa lagi.
''Hai...aku Retania...panggil saja Reta.'' kata Retania sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
''Oh hai...aku Nisa.'' kata Nisa yang juga mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Retania.
Bukannya tidak sopan Retania hanya menyalami ujung tangan Nisa, tapi karena dia tak ingin kalau sampai tangannya mengenai jari kelingking Nisa yang masih terluka.
''Mommy keluar dulu ya...kalian ngobrol-ngobrol aja.'' kata mommy Sifa dan sambil berjalan keluar dirinya memberi kode pada Kendra.
__ADS_1
''Aku juga keluar dulu ya sayang...mau telpon Rio.'' kata Kendra yang tanggap dengan kode yang diberikan oleh sang mommy.
Reta yang notabene seorang psikolog mampu membuka perbincangan dengan sangat apik sehingga membuat Nisa dengan sendirinya terbuka kepada Reta.
Apalagi ditambah Nisa yang tak mempunyai teman dekat selama ini sehingga dirinya merasa senang mempunyai teman baru seperti Reta.
''Ternyata kamu ini anaknya asik juga ya...apalagi di ajak ngobrol.'' kata Reta. ''Pantas saja si dingin Kendra bisa bucin ke kamu.'' imbuhnya lagi.
''Kamu ini bisa aja.'' sahut Nisa. ''Kamu juga asik kok di ajak ngobrol.'' sambungnya.
''Eh Nisa aku pulang dulu ya, nanti kapan-kapan aku main ke sini lagi.'' pamit Reta.
''Hem baiklah tapi janji loh ya.'' kata Nisa.
''Iya tentu.'' sahut Reta.
*****
''Bagaimana?'' tanya mommy Sifa to the poin yang karena sedari tadi memang dirinya beserta dengan anggota keluarga yang lain sudah menunggu Reta keluar dari kamar.
''Hem...Nisa tertekan dengan kondisinya saat ini dan kecelakaan kemarin juga meninggalkan trauma tersendiri yang sangat berbekas di ingatannya.'' jawab Reta. ''Dan ada satu hal lagi.'' kata Reta.
''Apa?'' tanya mereka semua dengan kompak.
''Nisa merasa bahwa dirinya hanya menjadi beban buat kamu Ken, dia sangat merasa bersalah padamu atas keadaannya.'' kata Reta.
Begitu selesai dengan penjelasannya...Reta kemudian berpamitan kepada yang punya rumah.
__ADS_1