
❤️ Happy Reading ❤️
''Apa masih sakit?'' tanya Kendra tiba-tiba.
''A...apanya mas?'' tanya balik Nisa.
''Itu.'' sahut Kendra dengan menunjuk memakai ekor matanya dan hal itu sukses membuat Nisa blush...merona bak buah tomat yang sudah matang.
''Oh i...itu...eng...enggk kok...cuma ma...masih sedikit.'' jawab Nisa dengan terbata, lalu buru-buru dirinya masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air.
*****
Sejujurnya Kendra sangat beruntung serta bersyukur mendapatkan Nisa, karena Nisa melakukan kewajiban serta tugasnya dengan baik sebagai seorang istri.
Dan dia juga beruntung karena dirinyalah orang yang pertama kali menjamah tubuh Nisa.
''Kerjaanku sudah selesai jadi besok kita kan pergi menginap di rumah mama selama dua hari baru kita pulang.'' kata Kendra yang ikut duduk di sofa bersama Nisa setelah mereka makan dan melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim.
''Emangnya kerjaan mas gak banyak di perusahaan pusat?'' tanya Nisa karena tau bagaimana sibuknya suaminya itu.
''Sesibuk apapun aku, harus tetap mematuhi apa kata mommy...aku gak mau kena amukan ibu mertuamu itu.'' jawab Kendra.
''Oh.'' beo Nisa. ''Emmm...'' kata Nisa.
__ADS_1
''Ada apa?'' tanya Kendra.
''Emm mas apa aku harus minum pil kontrasepsi?'' lirih Nisa.
''Kenapa?'' tanya Kendra.
''Semalamkan mas Kendra me...itu...di dalam.'' jawab Nisa.
Iya Kendra baru ingat bahwa aktivitas panasnya yang semalam di semburkan di dalam terus dalam aktivitas yang berkali-kali.
''Apa kamu gak ingin mengandung anakku?'' tanya Kendra.
''Eh bukaannya begitu mas, aku...aku mau kok.'' sahut Nisa dengan cepat karena takut Kendra salah paham. ''Aku justru takut kalau mas Kendra gak mau punya anak dari aku...dari wanita yang gak mas inginkan...wanita yang gak mas cintai.'' lirih Nisa.
''Apa itu artinya mas Kendra gak mau menyentuhku lagi?'' tanya Nisa dengan air mata yang sudah mengajak sungai di pelupuk mata.
''Apa kamu tak melihat bagaimana mertuamu itu sudah sangat menginginkan cucu.'' sahut Kendra. ''Dan itu alasannya.'' sambungnya lagi. ''Sudah malam dan sebaiknya kamu tidur.'' kata Kendra lalu berjalan menuju ranjang.
''Hanya karena keinginan mommy dan daddy.'' gumam Nisa dalam hati dengan perasaan sedikit kecewa.
Kendra duduk bersenderkan kepala ranjang, dengan ponsel di tangannya untuk mengecek segala pekerjaannya.
Nisa pun ikut menyusul dan merebahkan tubuhnya di samping Kendra.
__ADS_1
''Nisa.'' panggil Kendra.
''Hem.'' sahut Nisa dengan kepala yang menoleh ke arah Kendra.
''Aku...'' kata Kendra ragu. ''Huft aku mau kita memulainya dari awal...walaupun kita belum saling mencintai namun aku mau kita menjalankan pernikahan ini layaknya rumah tangga lainnya...suami istri lainnya.'' sambung Kendra. ''Aku tak ingin mengecewakan keluargaku terutama mommy.'' imbuhnya.
''Khem...bukan kita tidak saling mencintai tapi mas Kendra yang belum mencintaiku.'' kata Nisa.
''Maksudnya?'' tanya Kendra.
''Aku rasa aku sudah mulai jatuh cinta dengan mas Kendra...laki-laki halalku.'' jawabnya. ''Maka dengan tangan terbuka aku menerima semua perlakuanmu mas...dengan suka rela aku menyerahkan satu-satunya yang berharga dalam hidupku...yang telah ku jaga selama ini.'' kata Nisa lagi.
''Sejak kapan?'' tanya Kendra namun Nisa hanya diam saja. ''Sejak kapan kamu cinta sama aku?'' tanyanya lagi.
'' Entahlah...aku sendiri juga tak tau sejak kapan rasa itu tumbuh.'' jawab Nisa. ''Mas, aku harap mas Kendra buka hati mas buat aku...walau sedikit saja mas.'' pinta Nisa.
''Akan aku coba.'' sahut Kendra.
''Terimakasih mas.'' ucap Nisa. ''Assalamualaikum.'' salamnya lalu memutuskan untuk memejamkan matanya.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Kendra.
Walau Kendra belum cinta dengan Nisa tapi setidaknya Kendra akan mulai mencoba membuka hatinya, dan hal itu sudah membuat hati Nisa sedikit lega di buatnya.
__ADS_1
Nisa mulai yakin dengan adanya kejadian semalam...lambat laun Kendra pasti akan mulai bisa membuka hati buatnya, walaupun entah sampai kapan hal itu akan terjadi...namun itu adalah sebuah kemajuan dalam hubungan mereka yang memang terjadi karena sebuah perjodohan.