
“Entahlah, aku hanya takut, aku takut kalau kita tiba-tiba nggak berjodoh, Zi,” ucap Gita dengan wajah polosnya.
“Enggak, Sayang. Sampai kapanpun aku akan tetap sama kamu. Aku akan jadi lelakimu seutuhnya setelah kita menikah nanti, kamu tau kan seberapa besar aku cinta sama kamu? Aku nggak mungkin biarin kamu menikah sama laki-laki lain, aku pun nggak akan mungkin bisa menikah sama wanita selain kamu,” Zico membelai wajah Gita dan menyibakkan rambut panjang Gita yang menutupi sebagian wajahnya. Laki-laki itu menatap wajah putih bersih dengan pipi dan hidung yang sedikit kemerahan.
“Kamu janji?” tanya Gita kepada Zico yang masih menindih tubuh mungilnya.
“Iya, Sayang. Aku akan terus bersama kamu, aku nggak akan mungkin meninggalkan kamu gitu aja, apalagi karena wanita lain, itu nggak mungkin terjadi, Sayang,” ucap Zico mencoba meyakinkan kekasihnya yang saat ini ada di bawah kungkungannya itu. Zico sebenarnya sudah tidak sabar ingin meluapkan gairahnya kepada Gita. Kekasihnya yang sangat cantik yang selama ini selalu berhasil membuatnya jatuh cinta berkali-kali.
Zico sangat ingin melakukan yang pertama kalinya dengan cinta bersama Gita yang sudah ia pacari kurang lebih selama 5 tahun lamanya. Dia adalah satu-satunya makhluk Tuhan yang bisa membuat Zico jatuh cinta pada seorang wanita. Dan wanita itu hanya Gita. “Sayang, Please. Mau, ya?” pinta Zico lagi dengan tatapan penuh gairah.
Gita hanya mengangguk menanggapi permintaan Zico. Padahal sebenarnya otaknya menolak, berhubungan tanpa ikatan pernikahan walaupun dengan lelaki yang sangat ia cintai itu. Karena ia selalu mengingat pesan dari mendiang sang ibu.
Namun, ketampanan Zico saat bergairah seperti ini, membuatnya menjadi kehilangan sebagian otak jeniusnya yang biasa ia gunakan untuk berpikir.
“Biar aku lepas sendiri!” ucap Gita sambil menatap Zico dengan tatapan seperti seorang gadis yang sedang merajuk kepada pacarnya karena sesuatu. Zico tersenyum tampan saat melihat tingkah kekasihnya yang sebentar lagi akan ia jamah dengan penuh kemesraan dan gairah yang semakin memuncak karena efek obat perangsang itu.
Gita membaringkan tubuh polosnya di atas kasur. Zico yang sudah sama-sama polos dengan Gita pun merangkak naik ke atas ranjang. Zico kembali mengecup bibir Gita dengan mesra, kali ini tangannya mere mas sebelah buah kehidupan milik Gita dengan sangat lembut.
__ADS_1
“Aaaaght,” Gita mulai mengeluarkan suara-suara manja dari bibir mungilnya. Hal itu tentu saja membuat Zico semakin bergairah.
“Sayang, aku masu kin, ya!” Zico meminta ijin kepada kekasih barunya itu, tepat di telinganya dengan suara yang sangat lembut.
“Aku takut,” ucap Gita yang masih sedikit ragu, tapi sebenarnya ia pun sudah tak sabar ingin merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ini adalah kali pertama Gita melakukan hal itu.
"Takut kenapa lagi, Sayang?" tanya Zico lagi, padahal ia sudah meyakinkan Gita berkali-kali, tapi Gita masih saja ragu untuk melakukannya.
"Kata Nadhira, itu sangat sakit, Zi," lirih Gita.
Mengingat cerita Nadhira membuat Gita sangat takut melakukannya.
"Mungkin itu karena Alex melakukannya dengan kasar, aku janji akan melakukannya dengan pelan-pelan, Sayang. Mau, ya?" pinta Zico lagi dengan tatapan yang penuh harap dan terlihat sangat bergairah.
Gita pun mengangguk sambil terus menggeliat pelan, membuat gerakan yang memacu gairah Zico yang semakin bergejolak dan merasa terangsang untuk melakukannya dengan Gita.
“Aaah, sakit,” ucap Gita saat Zico mulai memasukkan miliknya dengan pelan dan hati-hati.
__ADS_1
“Sayang tahan, ini agak susah, Sayang tahan, ya!” perintah Zico kepada Gita yang memejamkan matanya lagi.
“Aaakh!” Gita mencengkeram pundak Zico hingga kuku-kuku di jarinya mencap di pundak Zico yang sangat tegang. “Aakh, sakit, sudah, sakit, Aaakh,” gerutu Gita dengan suara yang disertai *******.
“Tahan ya, Sayang? Aaaght, ... Aaaaah,” Desah Zico sambil terus memainkan pusakanya keluar masuk di lubang kehidupan milik Gita yang sudah mulai licin dan berlendir.
“Euhmmm,” Gita pun terus mendesah mengikuti irama setiap hentakan yang dibuat oleh Zico, dia merasakan rasa sakit yang bercampur dengan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Zico terus menghentakkan tubuhnya di atas tubuh Gita.
Zico mengecup kembali bibir Gita, kekasihnya itu pun menyambar kecupan Zico dengan penuh nafsu dan gairah. Hal itu membuat Zico semakin kuat menggerakkan tubuhnya naik turun di atas tubuh Gita. Kekasihnya itu dengan sangat bergairah memainkan lidahnya yang saling bertaut satu sama lain.
Zico melepaskan kecupannya di bibir Gita. “Aaaght,” lenguh Zico sambil menjatuhkan diri di atas tubuh indah Gita.
Gita pun mendesah dengan lembut saat ia pun mengeluarkan cairan miliknya setelah beberapa menit merasakan puncak kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Gita merasakan milik Zico berkedut di dalam, ada cairan yang terasa sedikit hangat mengalir keluar dari miliknya.
Seketika Gita tersadar jika mereka melakukannya tanpa pengaman sama sekali. Gita pun langsung mendorong tubuh Zico hingga terjatuh di sampingnya.
__ADS_1