First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Teman Masa Kecil


__ADS_3

“Maksud Daddy gimana? Memangnya Zico dan Gita sudah saling mengenal sejak kecil?” tanya Zico penasaran.


“Iya! Dulu terakhir kalian bertemu saat kalian masih sekolah TK, Zico memanggil Gita ‘Tasya’ dan Gita memanggil Zico ‘Willi’.” Jawab Austin tersenyum.


“Daddy serius Dad? Gita ini Tasya yang dulu imut-imut itu?” Tanya Zico terkejut, ia benar-benar tak menyangka ia akan bertemu lagi dengan Tasya teman bermainnya saat masih TK dulu.


Dulu Sebelum ditugaskan ke Kalimantan, David sering sekali membawa Istri dan anaknya berkunjung ke rumah Austin, jadi Gita dan Zico sering bermain bersama.


Austin tertawa, “Iya ini Tasya yang dulu kamu sering tanya-tanya keberadaannya.”


Nama Gita adalah Gita Anastasya Adhinata, waktu kecil Zico enggan memanggilnya 'Gita', ia lebih menyukai memanggilnya dengan nama 'Tasya' saat mengetahui nama kepanjangan Gita.


“Zico berarti Willi yang sering usilin aku dulu ya Dad?” Tanya Gita tak kalah terkejut, dulu ia sering merasa jengkel dengan keusilannya Willi alias Zico.

__ADS_1


“Iya, betul sekali!” Austin tertawa sembari menggelengkan kepalanya melihat ekspresi dua sejoli ini.


Zico dan Gita terdiam saling berpandangan beberapa detik, lalu mereka pun ikut tertawa.


Setelah itu Austin kembali ke kantornya karena ada rapat penting, ia meminta Zico menjaga Gita.


“Zico, jaga Gita ya, ingat! Jangan sampai dia bekerja lagi!” Pinta Austin.


“Pasti Dad... Thank's ya Dad.” Jawab Zico tersenyum sumringah, ia memang sangat ingin Gita tidak bekerja lagi, karena Gita akan lebih banyak waktu untuknya seperti awal-awal mereka pacaran.


Austin memang pernah mengharapkan istrinya Celine akan melahirkan lagi anaknya seorang putri, tetapi Celine tidak ingin melahirkan lagi karena traumanya saat melahirkan Zico.


“Iya Daddy.” Sahut Gita tersenyum lembut.

__ADS_1


Setelah Austin keluar dari ruangan itu, Zico menggenggam tangan Gita dan menciumi punggung tangan Gita berkali-kali dan menempelkannya di pipinya.


“Sayang, aku nggak nyangka lho, kamu ternyata Tasya si imut yang sering bikin aku gemas dulu.” Ucap Zico sembari membelai pipi Gita dengan Ibu jarinya.


“Aku juga nggak nyangka, kamu ternyata willi si usil yang sering bikin aku kesal sampai nangis-nangis dulu.” Sambung Gita tersenyum, begitupun dengan Zico, mereka tersenyum saling memandang.


“Oya, kamu dulu kemana sih? Kok tiba-tiba kamu nggak pernah datang lagi rumah aku?” Tanya Zico penasaran karena ia tidak pernah bertemu Tasya lagi, dulu ia sampai menangis pada Mommy nya merengek setiap hari menanyakan Tasya.


Pada saat itu Ayah Gita, David, bekerja di rumah sakit kecil di daerah pelosok di kalimantan.


Bahkan Austin dan David menjadi lose contact saat itu, karena Austin sedang sibuk merintis bisnis nya, sedangkan David pun sibuk dengan pasien-pasiennya di pedesaan sana.


“Aku dulu tinggal di pedesaan bersama ayah dan ibu, kami tinggal di daerah Kalimantan karena waktu itu Ayah ditugaskan di rumah sakit kecil di sana, kami tinggal di sana selama lima tahun, Setelah itu kami pindah ke Surabaya, Ayah ditugaskan di rumah sakit sana, baru Ayah bekerja tiga tahun di sana, dan Ayah malah terkena masalah, Ayah dituduh melakukan Malpraktek sampai akhirnya ayah putus asa dan... Ayah melakukan itu.” Ucap Gita menitikkan air matanya.

__ADS_1


“Maaf sayang, Maaf aku sudah membahas hal itu Aku nggak mau kamu sedih lagi, sudah ya jangan menangis lagi, jangan bahas itu lagi.” Zico pun menghapus air mata Gita dengan ibu jarinya.


Zico merasa bersalah karena secara tidak sengaja membahas masalah Ayahnya Gita lagi.


__ADS_2