First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Masih Flashback


__ADS_3

*Lanjutan Flashback*


"Ya udah, Zi! Gue kasih tau Giselle dulu ya! Pasti setelah ini dia bakal telpon Giselle," lanjut Nadhira.


"Iya, Ra," sahut Zico singkat.


Nadhira pun memberitahukan kepada Giselle tentang rencana mereka.


***


Di gerbang kampus...


Zico dan Naura diam-diam mengikuti Gita yang sedang berlari sambil menangis karena melihat mereka yang sedang berduaan di kantin.


Ketika melihat Gita memberhentikan taksi, Zico dan Naura pun bergegas mengambil mobilnya dan mengikuti taksi yang ditumpangi Gita.


Saat taksi yang ditumpangi oleh Gita berhenti di depan apartemen Gita, Zico memarkirkan mobilnya agak jauh dari apartemen agar tak terlihat oleh Gita.


"Ini apartemen siapa, Kak? Apa pacar Kakak tinggal di sini?" tanya Naura pada Zico.


"Iya! Terus apa lagi rencana kamu, Naw?" Zico bertanya balik.


"Sekarang Kakak kasih tau dulu teman-temannya suru datang ke sini, Kak," titah Naura.


Zico pun menghubungi Alex dan Sean melalui ponselnya, meminta mereka datang ke apartemen Gita untuk membawa serta Giselle dan Nadhira.

__ADS_1


"Okay! Karena kakak sudah telpon mereka, sekarang sekalian nunggu mereka datang, gimana kalau kita ke mini market dulu, kita beli peralatannya?" ajak Naura.


"Ayo!" Zico pun merangkul adik kesayangannya itu.


Mereka pun sudah membeli beberapa pernak pernik untuk kebutuhan surprise party mereka.


Namun mereka masih menunggu yang lainnya tiba di dalam mobil Zico.


"Apa lagi rencana kamu, Naw?" tanya Zico penasaran, sebenarnya ia sangat ingin memeluk Gita saat ini juga, tak tega rasanya membayangkan wanita yang sangat dicintainya itu sedang menangis sendirian, apalagi yang menjadi penyebab Gita menangis itu adalah dirinya. Tak sabar rasanya ingin jam dua belas malam nanti segera tiba.


"Kakak tau nggak password pintunya Kak Gita?" Naura malah bertanya balik.


"Tau, Kok! Kenapa memangnya?" Zico bertanya lagi.


"Nanti kalau sekiranya Kak Gita sudah tidur kita masuk saja diam-diam ke rumahnya," tutur Naura.


"Kakak kok melamun seperti itu? Kenapa, Kak? Mikirin Kak Gita, ya?" tebak Naura.


"Iyalah! Masa iya nggak kepikiran!" ketus Zico.


"Sabar, Kak, ini kan udah jam 8 malam, bentar lagi kok!" Naura mencoba menenangkan Kakak kesayangannya itu.


Zico menghembuskan kasar nafasnya.


"Oya! Kamu udah bilang Papi kamu kalau kamu pergi sama Kakak?" tanya Zico baru teringat ia belum meminta izin pada pamannya.

__ADS_1


"Udah, Kak. Tenang aja!" seru Naura.


"Ya udah, syukur kalau gitu," sahut Zico.


Mobil Alex dan Sean yang sejak tadi di tunggunya pun tiba.


Mereka pun turun dari mobil mereka masing-masing.


"Hei, Naw-Naw! Kamu kemana aja baru kelihatan? Tau-tau udah besar aja! Udah cocok kamu jadi anak kuliahan," ucap Sean sambil mengacak-acak rambut di pucuk kepala Naura.


Sama seperti Alex, ia pun tak menyangka Naura yang selalu membuntuti mereka itu sudah terlihat seperti gadis dewasa.


Bahkan penampilannya saat ini pun lebih terlihat dewasa dibanding Giselle dan Gita, penampilannya sama seperti Nadhira.


"Eh, Kak Sean?!" seru Naura seketika memeluknya sama seperti saat memeluk Alex dan Zico.


Giselle pun merasa gondok saat kekasihnya tiba-tiba dipeluk oleh gadis yang lebih cantik darinya itu.


Sean yang menyadari tatapan Giselle yang terlihat tidak suka itu pun, perlahan melepaskan pelukan Naura dari tubuhnya.


"Kamu tuh sudah besar! Jangan main asal peluk laki-laki sembarangan, Naw-Naw," Sean mengingatkan sambil mencubit sebelah pipinya dengan gemas.


"Hehe, Maaf ya, Kak. Kebiasaan waktu kecil," ucap Naura merasa malu pada Nadhira dan Giselle. Ia lupa kalau ia sudah besar dan Kakak-kakaknya itu pun sudah mempunyai kekasih hatinya masing-masing.


Naura memang selalu bersikap manja pada Zico, Sean dan Alex, kecuali pada Kenzo. Karena sejak ia SMP ia selalu merasa berdebar saat berada di dekatnya, ia sangat mengagumi Kenzo sejak kecil.

__ADS_1


Meskipun Kenzo memperlakukannya sama seperti yang lainnya, tapi ia selalu merasa malu kalau dekat-dekat dengan Kenzo.


"By the way ... Kak Kenzo nggak ikutan, ya?" tanyanya. Padahal ia sangat berharap kalau Kenzo dapat ikut serta, apalagi hari ini dia sudah berpenampilan maksimal demi terlihat dewasa di depan Kenzo.


__ADS_2