
Gita pun melirik Zico yang sedang menatapnya tajam. Gita sangat tahu kalau Zico sedang cemburu karena ucapannya barusan. Namun, kali ini Gita merasa senang melihat Zico cemburu. Gita terkekeh geli karena dua orang tersayangnya sedang marah padanya.
(Lo kok ketawa, sih? Nyebelin banget!) omel Yolla lagi karena Gita malah menertawakannya.
"Ini gue lagi di basemen kantor lo, Sayang! Tunggu ya, bentar lagi gue naik ke atas," goda Gita sambil terus melirik Zico yang sedang kesal.
(Serious?) kaget Yolla.
Menyadari perkataan Gita, akhirnya ia pun mengerti kalau ternyata yang meneleponnya adalah Yolla.
"Eumppph," Zico tangkup wajah Gita lalu melu mat bibirnya lagi kemudian melepaskannya dengan menarik bibir bawah Gita agak keras. Gita pun memukul paha Zico keras.
(Lo kenapa, Git? Lo baik-baik aja, kan?) tanya Yolla karena mendengar Gita seperti sedang terjadi sesuatu padanya.
"Gu-gue ... ekheum ... gue nggak apa-apa, kok. Tenggorokan gue tiba-tiba gatel," sahut Gita gugup sambil berdehem.
Mendengar alasan yang dibuat Gita membuat Zico terkekeh pelan. Namun, Gita segera menutup mulut Zico dengan telapak tangannya, ia takut Yolla akan mendengarnya. Karena Gita sangat yakin, kalau Yolla tahu ia datang dengan Zico, Yolla pasti tidak akan mau menemuinya.
Dengan usilnya, Zico malah menyesap telapak tangan Gita, Gita geli dibuatnya.
"La! Udah dulu ya! Gue ke atas sekarang!" seru Gita tergesa-gesa.
Sebenarnya ia tergesa-gesa bukan karena ingin buru-buru naik ke atas dan bertemu Yolla, tapi karena ia sudah merasa geram pada Zico dan ingin membalasnya. Ia tarik telapak tangannya yang sedang dihisap oleh Zico. Kemudian ia membalasnya dengan menarik telapak tangan Zico dan menggigit punggung tangganya dengan kencang.
"A-Aakh!!! Sakit dong, Sayang!" pekik Zico, kemudian ia terkekeh lagi sambil menarik Gita ke dalam pelukannya dan mencium keningnya.
"Ya abisnya! Kamu tuh iseng banget!" ketus Gita sambil mendongakkan wajahnya menatap Zico.
"Maaf-maaf ... lagian kamu tadi isengin aku juga. Aku kira itu cowok mana yang kamu panggil Sayangku-sayangku begitu. Aku aja seumur-umur belum pernah kamu panggil kaya gitu," tutur Zico memelas.
__ADS_1
Gita terkekeh geli mendengarnya, "Masa sama Yolla cemburu."
"Ya aku kan nggak tau kalo itu ternyata Yolla!"
"Makanya kalau mau ngambek itu di tanya dulu, jangan langsung marah nggak jelas!" cibir Gita.
"Iya, Sayang. Maafin aku, ya!" tutur Zico.
"Kamu janji, ya? Besok-besok aku nggak mau denger kamu nuduh aku macem-macem sama Kenzo. Kalo kamu gitu lagi, aku nggak mau nikah sama kamu!" ancam Gita.
"Lho? Kok, gitu?" tanya Zico menyatukan alisnya.
"Ya kamu belum nikah aja udah curigain aku terus, gimana kalo nanti kita udah nikah coba? Aku nggak mau rumah tangga kita tuh nanti berantem terus setiap harinya cuma gara-gara kamu yang curigaan terus kaya gitu," jelas Gita sambil melepaskan pelukannya.
Zico terdiam mendengar perkataan Gita, namun kali ini bukan terdiam karena marah atau kesal, namun karena ia membenarkan perkataan Gita. Ia pun tidak ingin kelak rumah tangganya hanya dipenuhi dengan perdebatan dan perkelahian hanya karena hal-hal yang sepele.
Zico menarik Gita kembali ke dalam pelukannya dan menci um kening Gita lagi.
Gita pun mengangguk pelan kemudian melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Zico sekilas.
Cup!
"Ayo, kita turun! Nanti Yolla keburu bertanduk kalau kitanya kelamaan, Sayang," ucap Gita sambil membereskan blazernya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Tadi kamu bilang apa?" Zico terkejut mendengar kata 'Sayang' itu akhirnya terucap kembali dari bibir Gita.
Gita pun mengernyitkan dahinya, ia tak tahu apa yang dimaksud Zico, karena ia pun tak sadar telah mengucapkan kata itu.
"Bilang apa?" Gita malah bertanya balik.
__ADS_1
"Tadi lho! Tadi kamu bilang Yolla keburu bertanduk kalau apa?" tanya Zico lagi memancing Gita.
"Tadi kan aku cuma bilang, Yolla keburu bertanduk kalau kitanya kelamaan Sa ...," ucap Gita menggantung sambil mengu lum bibirnya dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Rugi banget sih cuma ngomong Sayang doang!" ketus Zico kemudian membuka pintu dan turun dari mobilnya.
Gita yang menyadari Zico marah pun bergegas turun pula dan mengejarnya, kemudian memeluk lengannya sambil terus berjalan mengikuti langkah kaki Zico.
"Katanya nggak mau orang-orang tahu hubungan kita? Kok berani peluk-peluk tangan aku?" goda Zico saat mereka memasuki lift.
"Ini kan bukan di perusahaan! Di sini tuh karyawannya kebanyakan cewek, nanti calon suami aku dipandangin terus sama mereka, kalo nggak aku tempelin kaya gini," ujar Gita, membuat Zico melayang terbang ke atas awan karena ucapan Gita yang mengatakan kalau ia adalah calon suaminya. Membuat Zico gemas, ia merangkulnya dan mengecup pucuk kepala Gita. Gita pun melingkarkan lengannya di pinggul Zico.
Mereka tiba di lantai di mana ruangan Yolla berada, saat mereka keluar dari lift, semua mata karyawan Yolla yang berada di lantai itu memandang ke arah mereka.
Siapa sih yang tak mengenal Zico? Zico William sering terpampang di cover majalah bisnis, karena Zico mendapat penghargaan menjadi pengusaha muda tersukses se-Asia tahun ini. Bahkan ia sedang memperluas bisnisnya dengan membuka cabang baru di eropa.
Selain karena kesuksesannya, ia juga mendapat julukan CEO Tertampan dari para gadis yang memimpikan pria semacam Zico.
Namun, yang membuat mereka terkejut adalah wanita yang ada di sampingnya. Karena Zico terlihat begitu mesra merangkul sang wanita, sedangkan yang mereka tahu, Zico sering di gosipkan menjalin hubungan dengan seorang model internasional bernama Aline.
Zico dan Gita berjalan menghampiri meja sekretaris Yolla yang berada di depan ruangan Yolla.
"Maaf, Ibu Yolla nya ada?" tanya Gita tersenyum ramah.
"Oh, Ada! Apa Anda Bu Gita?" sambut sekretaris Yolla yang bernama Mika. Ia sudah dipesankan oleh Yolla, bahwa akan ada tamu yang bernama dr. Gita. Namun ia tak menyangka jika ternyata tamunya itu akan datang bersama Zico. CEO yang sangat ia kagumi. Ia tercengang menatapnya kagum.
"Iya, saya Gita!" jawab Gita tersenyum ramah, sedangkan Zico hanya menatapnya dingin dengan tangan kanannya yang merangkul Gita dan tangan kirinya dimasukin ke dalam saku celana.
"Oh! I-iya! Silahkan! Mari saya antar," seru Mika lalu mengetuk pintu ruangan Yolla kemudian membukanya lebar, mempersilahkan tamu bos-nya untuk masuk.
__ADS_1
"Lho? Lo ngapain datang sama dia, Git?! Gue nggak mau liat muka dia! Suru dia keluar!" sentak Yolla dengan wajah penuh amarah. Sampai Mika yang masih berada di ruangan itu pun tercengang melihat bos-nya terlihat sangat marah pada CEO tampan dan famous macam Zico.