First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Terjatuh


__ADS_3

"Sayang, lepasin aku, aku mohon. Aku nggak mau kehilangan Yolla," lirih Gita terisak.


"Git! Gue nggak akan kenapa-kenapa, lo tenang aja, lo diem aja di situ, ya. Jangan dengerin kata iblis gila ini!" seru Yolla sambil tersenyum namun air matanya terus mengalir.


Sean yang melihat itu pun nekat menghampiri Yolla. Namun, Priscilla seketika memundurkan langkahnya dan juga Yolla, hingga membuat Gita berteriak saat melihatnya, mereka hampir saja terjengkang.


"Aaaaakh!!!"


Untung saja Priscilla masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Mereka sekarang benar-benar berada di tepi atap, dengan satu langkah mundur lagi saja mereka berdua akan terjatuh dari atap itu.


"Satu langkah lagi lo maju, gue akan mundur juga satu langkah!" ancam Priscilla.


"Pris, Please lepasin Yolla, Pris," Gita memohon pada Priscilla sambil menangis.


"Kalo lo nggak mau ke sini, nggak akan gue lepasin sahabat lo ini!" teriak Priscilla dengan tatapan penuh kebencian pada Gita.


"Pris, kenapa sih lo benci banget sama gue? Gue punya salah apa Pris sama lo? Apa salah gue sampe lo terus ganggu hidup gue dan orang-orang yang gue sayang kayak gini?" tanya Gita.


"Lo mau tau karena apa? Itu karena hidup lo terlalu sempurna! Lo pinter, lo punya sahabat yang tulus sayang sama lo, dan lo punya Zico! Dan yang buat hidup lo lebih sempurna, sekarang lo punya anak kembar dari Zico! Hidup lo akan terlalu sempurna kalo gue nggak ganggu hidup lo Gita!" ujar Priscilla sambil tersenyum sinis.


"Dasar gila!" teriak Yolla tepat di daun telinga Priscilla.


"Diam nggak, lo!" teriak Priscilla sambil menyayat lagi leher Yolla dengan ujung pisau yang masih dipegangnya.


"Aaakh!" jerit Yolla.


"La, kamu diam ya, La. Kamu jangan berontak lagi," pinta Sean pada Yolla. Ia tak rela melihat Yolla terus di siksa oleh Priscilla seperti itu.


"Saudari Priscilla! Anda jangan berbuat nekat seperti ini. Jika anda tidak melepaskan saudari Yolla, Anda akan terkena pasal berlapis, anda akan dijatuhi hukuman mati!" Ucap salah seorang polisi.

__ADS_1


"Saya nggak takut, Pak. Tanpa dijatuhi hukuman mati pun sebentar lagi saya akan mati bareng dia," balas Priscilla tertawa.


Mereka semua menggelengkan kepala, rupanya Priscilla sudah benar-benar tidak waras.


"Sayang, kamu diam ya di sini, jangan coba-coba ikutin aku! Pak tolong jaga Istri saya!" pinta Zico dengan tegas pada Gita. Masih calon saja ia sudah bilang kalau Gita adalah istrinya.


Zico mendekati Priscilla dan Yolla perlahan.


"Coba aja lo lompat sekarang! Tapi sebelum lo lompat, mending sekarang lo liat dulu deh ke bawah!" ucap Zico tertawa sinis.


Priscilla pun refleks dan menuruti perintah Zico dengan melihat ke bawah, dan ternyata para petugas pemadam kebakaran dan polisi sudah menyediakan bantalan udara yang sudah mengembang sempurna di bawah sana.


Ketika Priscilla lengah, Zico dengan gesit menendang tangan kanan Priscilla yang sedang memegang pisau. Karena terkejut, Priscilla pun terjengkang ke belakang sambil menarik ujung baju Yolla, beruntung Sean menarik lengan Yolla dengan cepat dan masuk ke dalam pelukannya, hingga Yolla tidak ikut terjatuh dengan Priscilla, hanya Priscilla saja yang terjatuh. Namun, ia jatuh di atas bantalan itu.


Walaupun Zico sangat membencinya, tapi Zico ingin Priscilla merasakan rasanya di hukum di dunia ini dengan hukuman seumur hidup. Agar dia dapat merenungkan semua kesalahan-kesalahannya di dalam sel tahanan.


Flashback On


"Nanti kamu juga tau, Sayang," sahut Zico dengan mata yang fokus pada jalan, ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Karena ia mengkhawatirkan Sean yang tiba-tiba tidak bisa di hubungi.


"Sayang, jangan kenceng-kenceng dong! Ingat lho kamu baru aja pulih!" omel Gita.


"Maaf, Sayang. Aku takut terjadi sesuatu sama Yolla dan Sean, sekarang mereka nggak bisa di hubungin," terang Zico dengan wajah panik dan tegang.


"What's? Yolla sama Sean? Emang mereka di mana?"


Saat Gita bertanya seperti itu, ternyata Zico sudah membelokkan mobilnya ke apartemen Sun Hills, sesuai titik lokasi yang di kirimkan oleh Sean.


"Mereka di sini?" tanya Gita lagi.


"Iya, Sayang. Ayo kita turun," ajak Zico. Setelah keluar dari mobil, Zico menggenggam erat telapak tangan Gita.

__ADS_1


Zico menghampiri polisi yang sudah bersiap di sana. Ia pun meminta polisi untuk memanggil petugas pemadam kebakaran dan menyiapkan beberapa bantalan udara penyelamatan di bawah gedung, karena sebelum Zico berbelok ke apartemen, dari mobilnya ia melihat ada seorang wanita berdiri di atap apartemen itu, ia curiga kalau Yolla dan Sean ada di sana bersama Priscilla dan juga pria yang telah menabraknya.


Setelah berbincang dengan para petugas dari kepolisian, ia melihat seseorang yang sedang di amankan polisi memakai pakaian serba hitam, ia sudah bisa menebaknya kalau orang itu adalah orang yang telah menabraknya kala itu. Namun, saat Zico melihat wajahnya, ia merasa mengenal pria itu, wajahnya seperti tidak asing. Namun, di saat Zico masih berpikir dan mencoba mengingat wajah pria itu, Gita tiba-tiba berjinjit dan berbisik di telinga Zico.


"Sayang, itu bukannya alumni angkatan kita, ya? Tapi aku nggak tau siapa namanya, tapi kalo nggak salah dia fans beratnya Priscilla deh."


Mendengar ucapan Gita, akhirnya Zico pun mengingatnya bahwa pria itu adalah Miko. Salah satu anggota basket saat SMA dulu.


Zico menghampirinya lalu menarik kerah baju Miko.


"Jadi lo yang udah coba nabrak anak gue, hah?" ucap Zico dengan suara penuh penekanan dan tatapan menyalang.


"Sayang, sabar, jangan emosi," Gita mencoba menenangkan Zico.


"Sorry, Zi. Gue baru tau barusan dari Sean kalo ternyata yang udah bikin bokap gue bangkrut bukan lo, tapi justru keluarga Priscilla. Priscilla yang udah menghasut gue, Zi," terang Miko, ia akhirnya sadar jika dirinya sudah ditipu oleh Priscilla.


Karena Priscilla lah yang mengatakan jika perusahaan ayahnya gulung tikar karena Zico menarik investasi nya secara sepihak, padahal fakta sebenarnya ayah Priscilla lah yang sudah melakukannya.


"Stupid!" maki Zico sambil mendorong Miko.


"Sekarang di mana Sean sama Yolla?" tanyanya dengan nada dingin.


"Mereka di atas sama Priscilla, Zi," sahutnya dengan wajah yang amat sangat merasa bersalah.


"Ya udah ayo Sayang kita susul mereka, aku takut terjadi sesuatu sama Yolla," rengek Gita yang tentu saja sudah menitihkan air matanya.


Mereka pun bergegas pergi ke atas untuk menyusul Sean dan Yolla. Sebelumnya Zico sudah meminta tolong kepada petugas kepolisian yang berada di bawah untuk memberikan kabar kepada para petugas yang ikut ke atas bersama Zico dan Gita, jika bantalan udara itu sudah siap untuk di gunakan.


Setelah menyusul ke atas, Zico dan para petugas kepolisian terus memberikan kode dengan tatapan mata mereka.


Ketika Zico sudah mendapatkan kode kalau bantalan udara itu telah siap untuk di gunakan, Zico pun sengaja memancing Priscilla agar Priscilla lengah, untungnya Sean sudah dapat menafsirkan sendiri rencana Zico. Hingga akhirnya Yolla tidak ikut terjatuh bersama Priscilla, karena walaupun di bawah terdapat bantalan udara, tetap saja, jika terjatuh dari lantai 20 bisa mengakibatkan serangan jantung jika jantungnya lemah.

__ADS_1


Flashback Off 


__ADS_2