First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Naw-Naw


__ADS_3

***


Di parkiran kampus...


Setelah Zico dan Gita turun dari mobilnya, Naura yang sejak 15 menit lalu sudah menunggu kedatangan Zico dan Gita pun segera berlari menghampiri Zico, ia memeluk Zico dan mengecup kedua pipinya dengan mengalungkan lengannya di leher Zico.


"Kak! Cium pipi aku biar pacar Kakak jealous," bisik Naura saat mengecup pipi Zico.


Gita melirik sinis penampilan Naura dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


Naura terlihat sangat cantik dengan tubuh yang sintal dan penampilan yang terlihat dewasa. Ia menggunakan turtle neck berwarna krem dan rok mini berbahan kulit berwarna hitam yang pendeknya di atas lutut, membuatnya terlihat seperti anak kuliahan, padahal sejatinya ia hanyalah siswi SMA kelas 2.


Baru saja selangkah Gita ingin menghampiri dan memakinya karena telah seenaknya mencium sang kekasih, tapi ternyata Zico terlihat membalas ciuman itu, bahkan ia juga mencium pucuk kepalanya di hadapan Gita.


Melihat pemandangan itu membuat Gita memundurkan langkahnya, air matanya seketika meluncur begitu saja di pipinya.


Ia pun berbalik dan berlari ke arah fakultasnya sambil menangis terisak.


Zico yang melihat Gita menangis pun hendak berlari mengejarnya, namun seketika Naura menarik tangannya.


"Kak! Jangan dikejar! Kalau Kakak kejar sekarang ya berantakan semua rencana kita. Gimana, sih!" omel Naura.

__ADS_1


"Tapi Kakak nggak tega lihat Gita menangis seperti itu, Naw!" sentak Zico.


"Naw-Naw!" panggil Alex yang bergandengan dengan Nadhira tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.


"Eh! Kak Alex?!" seru Naura seketika memeluk Alex, Alex mengacak-acak rambut di pucuk kepala Naura setelah Naura melepaskan pelukannya, sikap mereka membuat Nadhira melirik sinis pada mereka.


"Kamu sudah besar ya ternyata! Ahahaha," ucap Alex terbahak.


Ia tak menyangka gadis SMP yang dulu pernah tinggal di rumah Zico dan selalu membuntuti Zico, Sean, Alex dan Kenzo kemanapun mereka pergi itu sudah terlihat dewasa dengan penampilannya saat ini.


Naura pun hanya menunjukkan barisan gigi putihnya seperti kuda.


"Iya, Kak. Aku memang masih SMA. Aku ke sini mau bantu kak Zico untuk ngerjain pacarnya. Eh! Baru liat pacarnya menangis aja masa Kak Zico nya malah nggak tega. Sia-sia banget deh aku ke sini!" terang Naura mengerucutkan bibirnya.


"Lho? Ngerjain? Maksud lo ngerjain Gita, Zi? Memang kenapa? Gita ulang tahun?" Nadhira bertanya beruntun pada Zico.


"Iya, Ra. Dia ulang tahun besok, rencananya gue mau kerjain dia, tapi baru liat gue cipika cipiki sama Naw-Naw aja dia udah nangis," tutur Zico.


"Nggak apa-apalah, Zi! Kita harus tega sehari ini aja sama dia ... Wait wait! Gita call gue!" Nadhira memberi isyarat dengan menempelkan jari telunjuk di bibirnya sambil mengangkat panggilannya.


"Hallo, Git?" Nadhira menjawab telponnya.

__ADS_1


(Ra ... Aku .... ) Gita terisak di sebrang telponnya.


"Sorry, Git! Gue lagi ada kelas! Ini dosennya udah datang, nanti gue telpon lagi ya, Git. Bye!" Nadhira pun mengakhiri panggilannya.


"Beneran, Zi! Dia lagi nangis, gue nggak tega deh dengernya," ujar Nadhira.


Mendengar ucapan Nadhira pun membuat Zico melangkahkan kakinya ingin menyusul Gita.


"Zi! Jangan! Biarin aja, Zi! Kita lanjutin aja ngerjainnya!" Nadhira menarik tangan Zico.


"Nggak! Gue nggak tega, Ra!" ucap Zico tegas.


"Jangan gitu lah, Zi! Kasian Naw-Naw sampai jauh-jauh ke sini, masa iya dibatalin," sahut Alex.


"Iya, Kak. Kalau Kakak batalin ya udah, aku nggak akan angkat telpon Kakak lagi!" ancam Naura.


Akhirnya Zico mengembuskan napas kasar.


"Hmmm! Ya udah, deh! Tapi lo janji ya, Ra. Kalau sampai Gita beneran marah sama gue, lo harus bantuin gue bujuk Gita!" ancam Zico pada Nadhira.


"Okay, Okay!" Sahut Nadhira.

__ADS_1


__ADS_2