
Gita yang tidak sanggup menatap Zico terlalu lama pun akhirnya menganggukkan kepalanya. “Baiklah.”
Saat mereka tiba, sekolah memang masih sepi hanya ada beberapa orang saja, tetapi mereka semua melihat Zico dan Gita jalan berduaan.
Gosip dari mulut ke mulut pun menyebar di sekolah, bahkan beberapa dari mereka ada yang menggosipkan mereka berkencan.
Semua orang disekolah heran dengan sikap Zico yang hanya manis di hadapan Gita saja, sedangkan di hadapan yang lain ia selalu memasang wajah dingin dan datar.
Priscilla yang mendengar gosip itu pun merasa kesal. Saat ia melihat Gita yang melewati kelasnya saat kembali dari kantin dan menuju ke kelas, ia pun menyindir Gita dengan kata-kata tajam.
“Ciiih.. Dasar gadis miskin tidak tahu diri!”
Catherine menyahut tertawa miring dan menatap sinis.
“Berani sekali dia mendekati Zico! Cantik juga enggak!”
Viola juga turut menyahuti.
“Haha.. Mungkin dia tidak memiliki kaca dirumahnya!”
Gita yang sedang berjalan dengan Yolla pun hanya berpura-pura tidak mendengar, malas meladeni mereka, tetapi matanya berembun, hatinya sangat perih mendengar dirinya di maki dengan kata “Gadis Miskin”.
Yolla yang mendengar sahabatnya itu di sindir seperti itu pun membalas sindiran mereka.
“Hahaha.. kasihan banget ya yang nggak pernah dipedulikan Zico, sampai harus mengeluarkan kata-kata busuk untuk cewek yang di dekati Zico.”
Priscilla yang mendegar balasan Yolla pun merasa kesal, ia mengepal tangannya dan menarik rambut Yolla yang sedang berjalan dari belakang.
Yolla langsung berbalik, ia hendak melawan tetapi tangannya dihalangi oleh Catherine dan Viola.
Gita yang melihat itu pun segera membantu Yolla.
“Lepaskan Yolla!” Gita berusaha melepaskan tangan Priscilla dari rambut Yolla, tetapi ia malah terjatuh karena didorong oleh Catherine .
Ternyata dikejauhan ada beberapa pasang mata yang menatap tajam sedang memperhatikan keributan mereka.
__ADS_1
“Hei! Apa yang kalian lakukan hah?” Teriak Zico sambil berlari menghampiri Gita dan membantu Gita berdiri.
Priscilla hanya menatap sinis pada Gita yang sedang dirangkul Zico, sedangkan kedua sahabatnya itu segera melepaskan tangannya dari tangan Yolla dan menunduk karena takut pada Zico.
Teman-teman sekolah mereka yang menonton keributan itu heran pada sikap Zico, Padahal biasanya Zico selalu acuh kalau ada keributan, tidak pernah ia ikut turun tangan, bahkan waktu Alex sahabatnya sendiri berkelahi dengan kelas lain, ia tidak mencoba melerainya sama sekali.
“Lepaskan!” Teriak Zico lagi pada Priscilla. Wajahnya terlihat sangat marah.
Ketiga sahabat Zico pun ada dibelakang Zico dan mereka pun menatap Priscilla dengan tajam.
Priscilla akhirnya melepaskan tangannya dari rambut Yolla.
“Auwww!” Teriak Yolla dan meringis kesakitan memegang kepala belakangnya, karena sebelum melepaskan tangannya, Priscilla menarik kencang rambut Yolla.
“Dasar Nenek sihir!” Umpat Yolla.
Gita pun segera menghampiri Yolla dan memeluknya.
“Sakit ya? Maafkan aku ya La.” Dengan mata berkaca-kaca ia memeluk erat Yolla.
“Gue peringatin Lo, sekali lagi Lo gangguin Gita dan Yolla, Lo akan berhadapan dengan gue!” Ancam Zico pada Priscilla sambil menunjuk wajah Priscilla dengan jari telunjuknya.
“Dan lo juga! Sekali lagi gue lihat lo mendorong Gita seperti tadi, gue akan kasih Lo perhitungan! Paham?!” Zico juga mengancam Catherine karena ia lah yang mendorong Gita tadi sampai terjatuh.
Catherine hanya menganggukkan kepalanya dan menunduk tidak berani menatap Zico, apalagi dibelakang Zico ada Kenzo, ia sangat mengagumi Kenzo sejak lama, ia sangat malu Kenzo mendapati dirinya yang tadi berlaku buruk seperti itu.
Sedangkan Priscilla masih tetap menatap sinis pada Gita saat Gita dan Yolla berjalan melewatinya.
Yolla yang melihat itu pun turut membalas tatapan Priscilla dan mengangkat sebelah bibirnya sambil memutar bola matanya.
Gita dan Yolla yang sedang berjalan menuju kelasnya itu diikuti oleh Zico dan sahabat-sahabatnya, mereka menjadi pusat perhatian karena sangat beruntung sudah dibela oleh pria-pria tampan itu.
Saat Gita akan masuk ke kelas Zico menarik pelan pergelangan tangannya.
“Gita, nanti pulang aku antar lagi ya?” Ajak Zico.
__ADS_1
Yolla dan teman-teman Zico pun terkejut mendengar kata “Lagi”, berarti mereka berdua sudah pernah pulang berduaan, itulah yang ada dibenak mereka.
“Enggak perlu Zico, aku bisa pulang sendiri!” Gita mengatakannya dengan tegas sambil melepaskan tangannya yang sedang dipegang Zico, ia pun berlalu masuk ke dalam kelasnya dan duduk dikursinya.
Yolla, Zico dan yang lainnya terdiam melihat sikap Gita.
“Sabar ya Zico, ini pasti karena perkataan dari si nenek sihir dan teman2nya itu!” Gerutu Yolla kesal mengingat kejadian tadi.
“Perkataan? Perkataan apa La? Memang wanita itu mengatakan apa pada Gita?” Zico memang tidak sempat mendengar sindiran-sindiran Priscilla dan teman-temannya, karena ia hanya melihat saat Yolla mulai ditarik rambutnya oleh Priscilla dan Gita yang didorong oleh Catherine sampai terjatuh.
“Dia tadi menyindir Gita, dia bilang Gita gadis miskin tidak tahu diri karena berani dekat-dekat denganmu Zico, makannya aku kesal dan membalas perkataannya, eh dia malah menarik rambutku tidak terima dengan perkataannku.” Adu Yolla pada Zico.
Zico yang mendengar itu pun menjadi sangat murka pada Priscilla.
Zico menatap Gita dari pintu kelas Gita, Gita sedang sibuk membolak-balikkan bukunya.
“La, lain kali kalau ada yang mengganggu Gita lagi lo bilang sama gue ya?” pinta Zico, ia bertekad akan selalu melindungi Gita.
“Oke Zico, kalau gitu gue masuk dulu ya, gue coba perbaiki mood dia, nanti setelah bell pulang lo tunggu aja didepan kelas seperti kemarin, siapa tahu Gita berubah pikiran dan mau pulang sama lo.” Tutur Yolla.
“Okay!” Jawab Zico. Ia pun kembali berjalan ke kelasnya.
“Priscilla itu keterlaluan banget, gue nggak nyangka dia seperti itu, memang sih dia itu udah lama suka sama Lo, tapi ya nggak seharusnya dia menghina Gita seperti itu.” Sean ikut kesal pada Priscilla, padahal ia sempat mengagumi Priscilla karena kecantikkan dan keanggunannya, tapi ternyata Priscilla adalah gadis yang kasar.
“Iya ya, padahal dia kelihatannya anggun, nggak gue sangka ternyata mulutnya jahat banget.” Sahut Alex, sedangkan Kenzo hanya diam saja menyimak pembicaraan mereka.
Mereka pun masuk ke kelas mereka masing-masing, Zico satu kelas dengan Sean, sedangkan Alex satu kelas dengan Kenzo.
Yolla duduk di kursinya, ia menatap Gita yang berpura-pura membaca buku nya, tetapi air matanya terus mengalir sampai membasahi bukunya.
Yolla seketika memeluk erat sahabatnya itu dari samping sembari membelai rambut panjang Gita.
“Udah lo jangan nangis gini, Nanti nenek sihir itu makin senang buat nindas lo!” Yolla mencoba menghibur Gita, “Lain kali lo nggak boleh diem seperti tadi ya, harus lo lawan, oke?”
“Gue cuma nggak mau ribut La, gue nggak mau jadi pusat perhatian gara-gara keributan seperti tadi.”
__ADS_1