First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Takut Kehilangan


__ADS_3

"Hehe, iya, Git. Maafin kita, ya?" jawab Nadhira menunjukkan barisan gigi putihnya yang rapih.


Gita mendengus kesal lalu memeluk kembali kedua sahabatnya itu.


Tak lupa Alex dan Sean pun mengucapkan selamat ulang tahun kepada Gita.


Mereka pun merayakannya di ruang keluarga apartemen Gita, bermain berbagai macam jenis permainan sesuai dengan keinginan Naura, anggota termuda mereka.


Gita yang kelelahan karena menangis seharian pun tertidur di bahu Zico. Zico menggendong Gita ke kamarnya, menidurkannya di atas ranjang di dalam kamarnya. Ia pandangi wajah cantik Gita yang terlihat lelah, tak lupa ia juga mengecup kening dan bibirnya sebelum meninggalkan Gita di kamarnya.


Setelah Nadhira, Giselle dan Naura terlihat mengantuk, Zico meminta mereka tidur di kamar Gita yang sudah dibersihkan dan digelarkan kasur lantai oleh Zico.


Nadhira dan Naura tidur di bawah, sedangkan Giselle tidur di atas ranjang sembari memeluk Gita.


Sedangkan Zico tidur di atas sofa, Sean dan Alex tidur di lantai yang beralaskan bed cover.


***


Keesokan paginya Gita lah yang bangun lebih awal. Melihat Nadhira dan Naura tidur di bawah, membuat Gita merasa tak enak hati.


Ia beranjak dari ranjangnya perlahan agar tak membangunkan mereka yang masih terlelap, bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Gita pun pergi keluar untuk membeli makanan untuk sarapan teman-temannya itu.


Mendengar suara langkah kaki membuat Zico membuka matanya perlahan, ia terduduk di sofa dan melihat ke sekitarnya, ada Sean dan Alex yang masih terlelap di bawah.


Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang membuka dan menutup pintunya kembali.


Zico pun bergegas bangun dan berlari membuka pintunya, ia melihat Gita yang sedang berjalan ke arah lift.


"Sayang!" panggilnya, membuat Gita membalikkan badannya dan kembali ke arah Zico yang sedang berdiri di depan pintu.


"Kamu udah bangun? Tadi aku lihat kamu masih tidur," tanya Gita.


"Kamu mau kemana pagi-pagi gini?" tanya balik Zico.


"Aku mau beli sarapan buat kalian," sahut Gita mengulas senyumnya.


"Tunggu sebentar, ya? Aku sikat gigi dulu sebentar," tutur Zico, Gita pun tertawa kecil menganggukkan kepalanya.


Dengan cepat Zico bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya, untung saja Gita selalu mempunyai stok sikat gigi baru di laci wastafelnya.


Setelah merasa lebih segar, Zico pun menghampiri Gita dan berjalan bergandengan tangan berdua menikmati sejuknya udara di pagi hari sambil mencari sesuatu untuk mengisi perut mereka.

__ADS_1


Mereka bertemu penjual ketoprak di taman dekat apartemen Gita, "Nggak apa-apa kan makan di sini, Zi? Aku udah lama banget nggak makan ketoprak," tutur Gita menatap sang kekasih.


Gita takut Zico merasa risih makan di tempat seperti itu, padahal Zico sering sekali makan makanan di pinggir jalan saat bermain bersama Sean dulu sebelum dirinya berpacaran dengan Gita.


"Iya, Sayang, nggak apa-apa, kok. Aku dulu suka makan ketoprak sama Sean,"


"Oh, ya? Aku kira kamu taunya makan di restoran doang," ejek Gita terkekeh.


"Nggak lah, Sayang. Aku sering kok makan makanan pinggir jalan," jawab Zico membelai rambut Gita dengan tatapan yang lembut.


Gita selalu merasa nyaman saat Zico sedang bersikap selembut ini padanya, membuatnya tanpa sadar memeluknya di tempat yang ramai itu.


Sekarang Gita sudah tak merasa segan lagi bermesraan di depan umum seperti itu, karena kejadian kemarin membuatnya sangat takut kehilangan Zico, apalagi saat ini hampir semua para gadis yang melewatinya sedang terpesona pada Zico dan terus  memandanginya. Membuatnya ingin memberi tahu mereka semua bahwa Zico adalah miliknya seorang.


Mereka pun memesannya dan makan berdua di atas rumput yang beralaskan tikar di bawah pohon yang rindang.


Ketika mereka sedang menyantap makanannya, ponsel Zico pun berdering.


"Hallo, Mom," sahut Zico mengangkat panggilan dari maminya.


(Zico! Kamu sama Gita kemana? Kenapa kalian tidak pulang ke rumah?!)

__ADS_1


__ADS_2