
"Iya, Git. Gue sebenernya nggak mau kerja sama dia, tapi Daddy-nya yang minta gue dampingin Zico untuk jadi sekretarisnya, soalnya Zico nggak mau sekretaris lain, maunya gue, padahal sekretaris yang dulu cantik banget, tapi dia nolak," terang Sean.
"Apa kabar dia sekarang? Dia udah nggak pernah mabuk 'kan?" tanya Gita lagi dengan tatapan sendu.
"Siapa yang bilang kalo Zico suka mabuk?" Sean malah bertanya balik.
"Yolla, Sen. Dia tau dari Nadhira ... Apa dia masih kayak gitu, Sen?"
"Masih, tapi udah nggak sesering dulu, sekarang agak jarang, sih. Soalnya kan dia udah sibuk kerja, paling kalo dia udah nggak tahan banget kangen sama lo, baru dia melampiaskannya ke minuman itu."
Mendengar itu seketika air mata Gita pun mengalir.
Ia benar-benar tak menyangka cinta Zico sebesar itu untuknya, tapi ia belum siap untuk bertemu dengan Zico lagi, ia tak tahu bagaimana cara menjelaskan kepada Zico tentang anak-anaknya. Ia takut Zico tak percaya kalau Zayn dan Zefa adalah anaknya. Anak yang tumbuh dari benih yang Zico tanamkan di rahim Gita karena obat perangsang itu.
"Lo kenapa nggak mau langsung temuin Zico aja sih, Git? Dia pasti bahagia banget kalo ketemu lo, ini aja dia udah kayak cacing kepanasan, nanyain mulu gue udah berhasil nemuin lo apa belum."
"Ada sesuatu hal yang mau gue pastiin dulu sebelum gue nemuin dia, Sean."
"Apa? Hal apa? Kurang setia apa dia selama ini sama lo, Git? Sumpah ya, gue nggak tega kalo udah liat Zico mabuk sebut-sebut nama lo sambil nangis, Git. Enam tahun! selama enam tahun ini dia selalu nyari, lo. Dia nggak pernah ngeladenin cewek-cewek yang selama ini deketin dia, bahkan Priscilla aja udah dibikin malu sama dia biar Priscilla nggak berani lagi deketin dia, Git," Sean mengomel pada Gita. Ia tak mengerti lagi apa yang di pikirkan Gita, padahal ia sangat yakin Zico pasti bahagia sekali saat Zico mengetahui tentang anak kembarnya itu.
"Justru masalahnya ada di Priscilla, dia punya video Zi ...," belum selesai Gita bicara, Sean sudah memotongnya.
"Zico udah tau masalah itu, Git. Zico udah dapet salinannya, Zico juga udah mengancam dia, kalo sampe dia masih punya salinannya dan berani menyebarkannya, Zico akan membuat perusahaan keluarganya hancur, dia akan mencabut semua saham yang dia punya di perusahaan keluarga Priscilla. Makanya Priscilla nggak berani lagi deketin Zico," jelas Sean.
"Tapi, Zico tau dari mana tentang video itu?"
"Priscilla sendiri yang keceplosan waktu lagi marah-marah sama Zico karena Zico terus menolak dia. Tanpa sadar dia menyebutkan tentang video yang membuat lo kabur dari Zico, Git," terang Sean lagi.
"Hah?" mulut Gita menganga, ia tak menyangka kalau Zico sudah tau tentang semuanya.
"Udah lah, Git. Lo kasih tau Zico aja, gue minta Zico ke sini sekarang juga, ya?" bujuk Sean.
__ADS_1
"Jangan dulu, Sean. Besok aja ya, hari ini gue harus ke perusahaan tempat gue kerja," tolak Gita. Ya, memang Gita diminta bagian personalia untuk bertemu dengan orang yang telah mengakuisisi rumah sakit tersebut, karena orang itu lah yang akan menjadi atasannya nanti.
"Ya udah, janji, ya? Beneran lo besok mau ketemu sama Zico?" pinta Sean.
"Iya, Sean. Gue janji," sahut Gita.
"Wait wait, kok lo bilang kerja di perusahaan? lo kan dokter, Git," tanya Sean saat menyadari perkataan Gita sebelumnya.
"Gue kan dulu belum selesai KOAS, jadi gue kuliah lagi ambil jurusan sekretaris," terang Gita.
"Kan lo bisa lanjutin KOAS di sana."
"Kandungan gue lemah waktu itu, jadi gue harus bed rest. Gue juga mikir ke depannya, gimana kalo anak gue udah lahir, kalo gue jadi dokter kan jam kerjanya gak nentu, kadang bisa beberapa hari nggak bisa pulang. Jadi gue pikir lebih baik gue kuliah lagi ambil jurusan lain," terang Gita lagi.
"Oh gitu, ya udah, gue pamit dulu ya, Git. Takutnya nanti Zico curiga."
"Emmm ... " sahut Gita mengangguk, "thank's ya."
***
Gita bersiap untuk berangkat ke perusahan tempat kerja barunya, namun Zefa merengek minta ikut sang mommy, ia takut ditinggal oleh Gita karena masih merasa asing dengan tempat tinggal baru nya. Akhirnya dengan terpaksa Gita pun mengajak kedua buah hatinya dengan di antar oleh Yolla.
Namun saat baru saja akan naik ke mobil Yolla, ternyata ban mobil Yolla bocor, akhirnya Yolla pun menelepon bengkel untuk memperbaiki mobilnya.
Tapi karena orang bengkelnya tak kunjung datang, mereka pun berniat untuk pergi naik taksi saja.
Namun saat mereka hendak berjalan ke halte agar lebih mudah untuk mendapatkan taksi, mobil Kenzo tiba di depan apartemen Gita.
Ia datang dengan membawa beberapa makanan dan camilan untuk Zayn dan Zefa.
"Kebetulan banget lo dateng, Ken," seru Yolla.
__ADS_1
"Kalian mau ke mana? Baru juga nyampe, bukannya istirahat dulu, kalian pasti jet lag 'kan? Kasian Zayn sama Zefa," tegur Kenzo.
"Ini, Gita mau ke perusahaan tempat kerja dia yang baru, Ken."
"Oh, ya udah. Ayo aku antar, Git," ajak Kenzo sambil membukakan pintu mobilnya.
"Apa nggak ngerepotin kamu, Ken?"
"Ck ... Kamu itu kayak sama siapa aja, udah cepetan naik, nanti telat, lho."
"Okay! Thank's ya, Ken!" ucap Gita sambil masuk ke dalam mobil, begitu pun dengan anak-anaknya dan juga Yolla.
***
Tok... Tok... Tok...
"Masuk!" ucap salah seorang staff perusahaan tersebut.
Gita yang mengetuk pintu itu pun masuk ke dalam ruangan meeting itu setelah dipersilahkan untuk masuk, di dalam ruangan itu sudah ada sosok yang memunggunginya, ia merasa seperti tak asing saat melihat sosoknya.
"Kayaknya itu orang yang udah mengakuisisi perusahaan ini, kok kalo diliat dari belakang kayak nggak asing, ya?" duga Gita dalam batin.
Ia pun menghampiri sosok yang tak asing itu hingga berdiri di sampingnya dan menundukkan pandangannya, lantas Gita pun mengucapkan salam sambil membungkukkan sedikit badannya.
"Selamat Sore, Tuan! Maafkan saya yang sudah membuat Anda menunggu."
Sosok itu pun bangun dari kursinya dan berdiri di hadapan Gita sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Gita yang masih menunduk pun menyambut tangan itu tanpa menatap wajah pria yang ada di hadapannya tersebut, ia takut untuk menatapnya karena ia sudah terlambat datang dan membuat sosok penting itu menunggunya. Gita hanya menyambut tangan itu sambil memperkenalkan diri, "Saya Gita Anastasya Adhinata, sekretaris eksekutif baru di perusahaan ini, Tuan."
"Saya, Zico William dari Williams Group yang telah mengakuisisi perusahaan ini!"
__ADS_1
Mendengar itu, sontak Gita pun mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah yang selama ini sangat sangat ia rindukan.