First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Mencari Gita


__ADS_3

Zico mencoba lagi mengetuk pintu, menekan Bell nya dan mencoba memanggil Gita.


“Sayang, apa kamu didalam? Apa kamu sakit? Gita tolong buka pintunya sayang.” Panggil Zico, tetapi masih tidak ada sahutan dari dalam, dia pun yakin dirumah itu benar-benar tidak ada orang, kemudian dia turun dan diam di dalam mobilnya, dia berpikir untuk menelpon Yolla.


Zico : (Halo La! Gita ada sama lo nggak? Soalnya dia nggak ada di rumah sakit, di apartemennya juga nggak ada La.) Tanya Zico sangat cemas.


Yolla : (Gue lagi shopping sama nyokap gue Zi, Gita nggak ada sama gue.)


Zico : (Oh.. gue kira dia pergi sama lo La… Mmmm…tapi kira-kira lo tau nggak dia pergi kemana?)


Yolla : (Gue nggak tau Zi, Sebelum pacaran sama lo dia tuh nggak pernah main atau pergi kemanapun kalau nggak sama gue.)


Zico : (Oh! Ya udah La, gue mau coba cari Gita lagi ya, thank’s La.)


Yolla : (Iya Zi, nanti kalo lo udah ketemu Gita kabarin gue ya Zi.)


Zico : (Okay La!)


Zico menutup telponnya.


“Aku harus cari kamu kemana lagi sayang.” Gumam Zico.


Akhirnya Zico memutuskan untuk menunggu Gita di dalam mobilnya saja.


Sudah jam 7 malam masih belum ada tanda-tanda juga Gita pulang ke apartemennya, kemudian Zico memutuskan kembali ke rumah sakit.


Tapi saat melewati ruang IGD Zico melihat Alex dan Kenzo yang sedang duduk di depan ruang IGD.


“Hei! Lo pada ngapain disini?” Tanya Zico heran.


“Itu si Sean kakinya terkilir waktu sparring basket tadi sama anak-anak Tunas Harapan, tadi pas lo udah balik, anak-anak Tunas Harapan datang terus ngajakin sparring.” Sahut Alex.


“Kok bisa sih sampai terkilir gitu? Biasanya dia hati-hati kalau main.” Sahut Zico.


“Tau tuh, gue perhatiin juga belakangan ini dia seperti lagi ada sesuatu yang dipikirin lho Zi, sering melamun gitu dia.” Seru Alex.


“Gue juga mikir gitu sih.” Jawab Zico.


Dokter keluar dari ruangan, Zico segera bertanya pada dokter.


“Malam Dok, gimana keadaan teman saya?” Tanya Zico.


“Tidak apa-apa, hanya terkilir saja, sudah boleh langsung pulang kok, Maaf ya saya permisi, mau memeriksa pasien lain.” Jawab Dokter jaga yang sedang tergesa-gesa karena banyaknya pasien.


“Baik dok, Terimakasih.” Sahut Zico dan Alex.


Mereka bertiga pun masuk dan menghampiri brankar Sean.

__ADS_1


“Lo nggak apa-apa Yan?” Tanya Zico cemas.


“Nggak apa-apa kok, cuma terkilir doang.” Sahut Sean.


“Lo sebenernya kenapa sih? Gue perhatiin belakangan ini lo kelihatan nggak fokus, seperti ada sesuatu yang lagi lo pikirkan.” Tanya Zico lagi.


“Apa sih? Gue baik-baik aja kok.” Kilah Sean.


“Ya udah kalau emang lo nggak mau cerita sama kita nggak apa-apa.” Ucap Zico. Ia melanjutkan, “Lo mau dirawat inap dulu apa mau langsung pulang Yan? Gue mau urus administrasi lo soalnya.”  Tutur Zico.


“langsung pulang lah, ngapain juga gue nginap di sini? Yang ada nanti nyokap gue khawatir.” Sahut Sean.


“Ya udah kalau gitu gue ngurus administrasi nya dulu ya.” Pamit Zico.


“Okay, Thank’s Zi!” Jawab Sean.


Zico hanya melambaikan tangannya tanpa berbalik.


Saat selesai mengurus administrasi Sean, Zico kepikiran lagi dengan keberadaan Gita, ia mencoba menelpon dan mengirim pesan lagi kepada Gita, tapi tak kunjung ada balasan.


“Sayang, kamu kemana sih? Susah banget cari kamu.. Apa aku cari ke kamar Ibu lagi ya?” Gumam Zico.


Ia pun melangkahkan kakinya ke ruang VIP tempat Sophia dirawat.


“Malam Bu!” Sapa Zico pada Sophia.


“Zico lagi dibawah Bu di ruang IGD, lagi menjenguk teman, memangnya Gita belum kesini lagi bu?” Sahut Zico.


“Belum nak, tadi itu dia pamit akan ke apartemen sebentar, ada sesuatu yang mau diambil katanya, tapi sampai sekarang masih belum kembali juga.” Terang Sophia dengan wajah yang terlihat cemas.


“Oh gitu ya Bu, ya udah aku nanti coba hubungi Gita lagi ya bu, Ibu tenang aja jangan banyak pikiran, Zico akan mencari Gita Bu.” Tutur Zico, ia menutupi kalau sebenarnya ia sedang mencari Gita, ia tidak ingin Sophia merasa cemas.


“Baiklah Nak, Ibu cemas, tolong bantu cari Gita di apartemen ya Nak.” Pinta Sophia.


“Iya Bu, Zico pamit ya Bu, Zico mau cari Gita dulu.” Zico pamit seperti biasa mencium punggung tangan Sophia.


“Hati-hati ya Nak Zico.” Pesan Sophia.


Zico hanya tersenyum menganggukan kepalanya.


Ia kembali ke ruang IGD,


“Yan, gue udah urus semua administrasi lo, nanti lo tinggal pulang aja… Lex Lo bisa kan tolong anter Sean pulang?” Tutur Zico.


“Bisa kok, santai aja nanti gue yang antar dia balik Zi.” Sahut Alex sembari menepuk bahu Zico. ia melanjutkan, “Lo sendiri kenapa Zi? Muka lo seperti lagi pusing.”


“Iya gue pusing banget, dari abis main basket sama lo pada, gue nggak bisa hubungin Gita, di telpon nggak di angkat-angkat, di SMS juga nggak ada balasan, gue cari ke apartemennya, ke ruangan Ibu nya yang ada di rumah sakit ini, nggak ada juga.” Terang Zico.

__ADS_1


“Lo udah coba tanya Yolla?” Sahut Sean.


“Udah Yan, dia juga nggak bisa hubungin Gita.” Jawab Zico.


“Ayo gue temenin cari Gita.” Kenzo menawarkan bantuannya tiba-tiba.


“Okay, Thank’s Ken.” Sahut Zico.


Kenzo hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka pun berkeliling mencari Gita sampai jam setengah sepuluh malam, tetapi masih tidak ada tanda-tanda keberadaan Gita.


‘Kamu kemana sih sayang? Sumpah aku cemas banget, aku takut kamu kenapa-kenapa.’ Batin Zico.


Tiba-tiba ponsel Zico berdering, ternyata itu panggilan dari Yolla, padahal ia berharap itu adalah panggilan dari Gita.


Zico : (Hallo La!)


Yolla : (Gimana Zi? Lo udah ketemu sama Gita belum?) Tanya Yolla cemas.


Zico : (Belum La, gue udah dua kali balik ke rumah sakit, tapi kata Ibunya dia belum balik-balik ke rumah sakit.)


Yolla : (Ya Tuhan, Gita kemana sih Zi, gue takut dia kenapa-kenapa, nggak biasa-biasanya dia seperti ini Zi.)


Zico : (Ini gue juga udah muter-muter sama Kenzo nyari dia La, tapi gue masih belum menemukan Gita.)


Yolla : (Gue coba tanya temen-temen sekelas deh Zi, mungkin salah satu dari mereka ada yang ketemu Gita.)


Zico : (Okay La, Thank’s ya!)


Yolla : (Iya Zi, nanti kalau Gita nya udah ketemu kabarin gue ya!)


Zico : (Okay La!)


Mereka menutup panggilannya.


Zico turun dari mobilnya, “Ken, lo balik aja deh, gue mau tunggu dia di depan apartemennya aja, gue mau coba cari di sekitar apartemen Gita.” Tutur Zico.


“Okay, kalau gitu gue balik ya!” Pamit Kenzo.


“Thank’s ya Ken!” Ucap Zico.


Kenzo hanya menganggukkan kepalanya.


Zico melajukan mobilnya menuju apartemen Gita, sedangkan Kenzo melajukan mobilnya ke arah Mansion nya.


“Itu bukannya Gita?” Gumam Kenzo saat mengendarai mobilnya, ia tiba-tiba melihat sosok gadis seperti Gita yang sedang diganggu oleh sekelompok pria.

__ADS_1


 


__ADS_2