
"Tau apa? Mereka beneran pacaran?" tanya Gita.
Zico pun tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Kok bisa? Terus Mike gimana? Yolla udah putusin Mike?" tanya Gita terbelalak.
"Untuk hal itu aku nggak tau, Sayang. Ini juga cuma tebakan aku doang sih kalo mereka tuh pacaran. Soalnya belakangan ini Sean tiap jam istirahat selalu aja ada di kantor Yolla kalo aku lagi telfon dia," jelas Zico.
"Oooh, tapi kan belum tentu mereka pacaran, Sayang. Soalnya terakhir kali aku ngobrol sama Yolla tuh dia cerita sama aku kalo Sean ngungkapin perasaannya sama dia, tapi dia belum terima Sean. Karena dia bingung gimana hubungannya sama Mike waktu itu," terang Gita.
"Oya, ngomongin Mike, aku jadi inget dia katanya mau ke sini karena datang ke pesta kita nanti. Harusnya sih kemarin pagi dia udah landing," ujar Zico.
"Coba deh nanti aku tanya Yolla apa benar Mike udah di sini," jawab Gita. "Ya udah kamu mandi dulu sana, aku mau ke bawah susul anak-anak. Aku kangen banget sama mereka kemarin seharian nggak main sama mereka," lanjutnya.
"Okay, Sayang," sahut Zico.
Gita pun turun ke bawah dan menghampiri kedua buah hatinya yang sedang sarapan bersama kakek dan neneknya. Saat ini Zayn dan Zefa masih izin sekolah sampai pesta resepsi Gita dan Zico selesai di selenggarakan.
Sebenarnya daddy Austin menyarankan agar Zayn dan Zefa home schooling saja, namun Gita menolaknya, karena melihat karakter Zayn yang sulit bersosialisasi dengan orang lain. Ia takut jika Zayn nanti semakin sulit bersosialisasi karena tidak mempunyai teman jika home schooling.
Akhirnya daddy Austin pun memahami maksud Gita, karena ia ingin Zayn tumbuh sebagai laki-laki yang pandai bersosialisasi, itu akan sangat berguna ketika ia dewasa nanti. Karena kelak, Zayn lah yang akan menjadi penerus perusahaannya.
Sedangkan karir Gita terpaksa harus terhenti, karena sang suami belum mengizinkannya untuk kembali bekerja.
Zico sudah berada di ruang makan saat ini. Namun, ia belum memakai dasi dan jas nya. Ia masih menggunakan celana panjang dan hem berwarna krem.
Mommy Celine merasa bingung kenapa Zico belum rapih, tidak seperti biasanya. Karena sebelumnya Zico selalu tiba di ruang makan saat sudah rapi mengenakan setelan jasnya.
"Son, kamu kenapa belum rapi? Biasanya kalau turun sudah rapi," tanya mommy Celine mengernyitkan dahi.
"Kan yang mau pasangin dasinya ada di sini, Mom," sahut Zico tersenyum sambil membelai rambut sang istri yang saat ini sedang duduk di kursi sebelahnya.
"Hemm, biasanya juga pasang sendiri kok. Manja!" sahut mommy Celine menggoda putra semata wayangnya.
"Biarin. Kan manjanya sama istri sendiri. Iya nggak, Sayang?" jawab Zico menggoda Gita sambil tersenyum menatap Gita dan menaik-naikkan alisnya.
Gita yang sedang menuangkan nasi goreng favorit suaminya itu pun tersipu malu dibuatnya. Pipinya memerah seperti tomat.
__ADS_1
"Mommy sudah sehat?" tanya Zayn menatap sang mommy.
"Sudah, Sayang," sahut Gita tersenyum menatap sang putra.
"Memang Mommy cakit apa?" tanya Zefa mengerjapkan mata.
"Mommy cuma sakit perut kok, Sayang," jawab Gita pada sang putri sambil membelai pipinya yang chubby. "Sudah, habiskan dulu makannya, baru bicara, nanti lidahnya kegigit, lho!" lanjut Gita mengingatkan pada kedua buah hatinya.
"Sus, sudah anak-anak biar sama saya saja, kalian sarapan saja dulu," titah Gita kepada kedua baby sitter yang mendampingi Zayn dan Zefa yang sedang menyantap sarapannya.
"Tapi, Jepa mau di cuapin Ncus Kiki, Mommy," rengek Zefa manja.
"Biar Mommy yang suapin Zefa, ya. Kasian Ncus Kiki nya juga pasti lapar. Iya kan, Ncus?" ucap Gita tersenyum pada suster Kiki, dan dibalasnya dengan anggukkan.
"Ya udah," sahut Zefa cemberut. Belakangan ini sejak Gita merawat Zico di rumah sakit kala itu, ia menjadi agak jauh dengan kedua buah hatinya, terutama Zefa. Zefa menjadi lebih dekat dengan suster Kiki, dibanding dengannya.
***
Di apartemen Yolla, Yolla baru saja membuka kelopak matanya, itupun karena ada panggilan dari Gita di ponselnya. Sedangkan Sean masih tertidur lelap sembari menggenggam jemari Yolla.
"Hallo, Git," sahut Yolla dengan suara parau khas bangun tidur saat menjawab panggilan dari Gita dengan meletakkan ponselnya di daun telinga kanannya.
Yolla pun terbelalak dibuatnya dan duduk seketika, tentu saja Sean pun terbangun karena Yolla yang tiba-tiba melepaskan jemarinya dari genggaman Sean.
Sean pun seketika bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap Yolla dengan raut wajah penuh tanya dengan dahi yang berkerut.
"Lo bisa ke apartemen gue nggak, Git? Ada yang mau gue ceritain sama lo," ucap Yolla lirih dengan air mata yang mengalir. Sean menangkup wajah Yolla dan menghapus air matanya.
(Are you okay, La?) tanya Gita mendengar suara Yolla yang terdengar sedang tidak baik-baik saja.
"I'm so bad, Git."
"Why?"
"Pokoknya lo ke sini, ya. Nanti gue share lokasinya," jawab Yolla.
(Okay, nanti gue sekalian ikut Zico berangkat ke kantor. Bye, La,) sahut Gita.
__ADS_1
***
Zico yang baru saja masuk ke dalam kamar pun bertanya pada Gita karena melihat raut wajah Gita yang terlihat begitu cemas.
"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Zico mengernyitkan dahi.
"Aku barusan telfon Yolla, dia kaya lagi nangis gitu, Sayang. Terus dia minta aku untuk datang ke apartemennya," terang Gita.
"Ya udah ikut aku aja, nanti aku antar," sahut Zico.
"Ya udah kamu cepetan siap-siap dulu," titah Gita yang melihat Zico belum menggunakan dasinya, apalagi jas.
"Aku bisa minta tolong nggak?" tanya Zico.
"Minta tolong? Tolong apa?" Gita bertanya balik mengernyitkan dahi.
"Kamu bisa nggak bantu aku pilih dasinya terus sekalian pasangin?" pinta Zico tersenyum sambil meletakkan sebelah tangannya di sebelah pipi Gita dan membelainya.
"Oh iya, maaf, Sayang. Aku lupa. Ya udah ayo aku bantu," jawab Gita narik pergelangan tangan Zico sambil berjalan ke walk in closet yang berada di dalam kamarnya itu.
Gita membuka etalase yang berisi koleksi dasi milik sang suami. Ia menatap sang suami, lalu memandang warna hem yang digunakannya.
Kemudian setelah menelisik satu persatu warna dan motif dasi yang berada di etalase itu, Gita pun memilih dasi berwarna Navy yang tidak bermotif. Karena celana dan jas yang akan digunakan Zico pun berwarna Navy.
"Yang ini aja ya, Sayang?" tanya Gita tersenyum menatap sang suami.
"Terserah kamu, Sayang. Yang penting itu pilihan istri aku," jawab Zico kemudian mencium bibir Gita sekilas.
Gita pun tersenyum kemudian mengalungkan dasinya di leher Zico, ia angkat kerah hem yang digunakan Zico, lalu menyelipkan dasi tersebut ke dalamnya dan merapikan kembali kerahnya, kemudian memasangkan dasi pilihannya itu dengan rapi. Tak lupa juga ia membantu Zico memakai jas nya.
Gita menghela nafas panjang sambil tersenyum, "Hmm, tampan banget My Hubby," ucap Gita meletakkan kedua belah tangannya di kedua belah bahu Zico. Membuat Zico tersenyum menunjukan barisan gigi putihnya yang rapi.
"Kamu juga cantik banget, My Wife," balas Zico memeluk pinggang Gita dan menariknya hingga tubuh mereka saling bersentuhan. Zico membungkukkan tubuhnya dan melu mat bibir manis Gita begitu lembut kemudian melepasnya.
"Mulai sekarang ini semua tugas kamu sebagai istri aku, ya!"
"Tugas? Apa tugasnya?"
__ADS_1
"Ya, seperti ini, kamu yang pilihkan pakaian yang akan aku pakai, dan bantu aku pasang dasi, terus yang paling penting jangan lupa morning kiss-nya," jelas Zico kemudian mengecup bibir Gita lagi sekilas.