First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Hari Bahagia


__ADS_3

Kenzo pun ikut tersenyum memandang Zayn dan Zefa yang sedang asyik menyantap cokelat pemberiannya.


"Ini semua memang sudah jalan takdir dari Tuhan, Zi. Bukan karena gue. Gue bersyukur gue udah bantu Gita ngerawat anak-anak lo, karena kalo suatu saat gue punya anak, gue udah berpengalaman ngurus mereka nantinya," sahut Kenzo tersenyum sambil terus menatap Zefa dan Zayn.


"Daddy! Uncle Ken! Cini!" teriak Zefa menoleh ke arahnya.


Mereka berdua pun terkekeh, apalagi sudut-sudut bibir Zefa terlihat berantakan dengan sisa-sisa cokelat yang sedang disantapnya membuat Zefa terlihat menggemaskan.


"Yuk kita ke sana, Tuan Putri udah panggil kita," seru Kenzo sambil bangkit dari kursi dan berjalan ke meja Zefa. Zico pun berjalan di sampingnya merangkul bahu Kenzo. Zayn tiba-tiba tersenyum melihat mereka berdua.


"Zayn kenapa? Kok senyum-senyum?" tanya Zico kepada Zayn.


Zayn hanya terus tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka pun menghabiskan waktu mereka di cafe itu sekitar satu jam lamanya. Zefa yang banyak sekali bercerita kepada Kenzo pun merasa kelelahan dan tertidur di dalam pelukan Kenzo yang sedang memangkunya. Kenzo menatap jam yang melingkari pergelangan tangannya.


"Zi, gue harus masuk sekarang, meeting nya sepuluh menit lagi," ucap Kenzo berbisik agar Zefa tak terbangun.


"Oh! Okay. Sini," jawab Zico sambil meraih tubuh Zefa kemudian menggendongnya.


"Uncle kerja dulu, ya! Besok Uncle main ke rumah Zayn," ucap Kenzo sambil membungkukkan tubuhnya di depan Zayn yang masih duduk di kursi.


"Okay, Uncle!" sahut Zayn.


Kenzo tersenyum sembari mengacak sedikit rambut Zayn, kemudian pergi meninggalkan mereka dan kembali ke kantornya. Ia ikut merasa bahagia melihat perubahan Zayn yang terlihat lebih ceria dibandingkan sebelum bertemu dengan Zico.


***


Zico beserta kedua buah hatinya sudah tiba di mansionnya. Di halaman mansion sudah terlihat banyak orang-orang yang sedang mengerjakan dekorasi untuk pernikahan mereka esok hari. Mereka akan mengadakan pernikahan mereka dengan konsep garden party. Mommy Celine terlihat sedang sibuk mengatur dekorasinya. Untuk semua keperluan pesta mommy Celine lah yang mengatur dan menentukannya, karena Gita sudah menyerahkan semuanya kepada mommy Celine. mommy Celine terlihat sangat antusias dalam mengatur acara untuk putra semata wayangnya.


Zico yang baru turun dari mobilnya pun meminta para baby sitter untuk membawa anak-anaknya masuk ke dalam, sedangkan dirinya menghampiri sang Mommy yang terlihat sedang sibuk.


"Mom!" panggil Zico.


"Iya, Son? Kamu udah pulang? Cucu-cucu Mommy mana?" tanya mommy Celine sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri Zico.


"Mereka udah masuk ke dalam, Mom. Zefa lagi tidur soalnya. Gimana persiapannya, Mom? Aman?" tanya Zico.


"Aman, Son. Cuma tinggal urus dekor ini saja. Untuk urusan katering dan yang lainnya sudah selesai," ujar mommy Celine.


"Mommy istirahat dulu, Mom. Jangan terlalu lelah," titah Zico.


"Enggak bisa, Sayang. Mommy mau atur mereka dulu, nanti baru Mommy bisa istirahat," tutur mommy Celine.


"Gita kemana, Mom? Dia nggak ke sini bantu Mommy?"


"Tadi dia ke sini mau bantu Mommy, tapi Mommy larang, Mommy suru istirahat aja, masa calon pengantin ikut-ikutan repot. Calon pengantin tuh harus save energy, termasuk kamu, Son," terang mommy Celine.

__ADS_1


"Oh ya udah, kalo gitu Zico masuk dulu ya, Mom. Mommy jangan capek-capek lho, Mom."


"Iya, Son."


Zico pun masuk ke dalam mansion yang tentu saja Gita lah yang dicarinya. Ia mencari Gita ke ruangan saat tadi Gita sedang melakukan perawatan dan juga massage. Namun, ternyata Gita sudah tidak berada di sana. Zico pun mencari Gita ke kamarnya yang terletak di sebelah kamar Zayn dan Zefa.


Tok... Tok... Tok...


"Sayang, kamu di dalam?" panggil Zico. Namun, tidak ada sahutan dari Gita.


Zico mencoba membuka pintunya dan ternyata pintu kamarnya tidak terkunci.


Ceklek...


Benar saja dugaan Zico, Gita ternyata sedang tertidur pulas. Zico menghampiri Gita dengan langkah perlahan agar tidak membangunkan Gita.


Zico mengecup kening Gita kemudian menaikkan selimut sampai ke dada Gita.


Gita pun terbangun karena merasakan ada pergerakan.


"Sayang, kamu udah pulang?" tanya Gita dengan suara parau sambil menyipitkan matanya.


"Iya, Sayang. Aku udah pulang," sahut Zico.


"Terus anak-anak mana?"


"Terus kamu tadi gimana? Udah ngomong sama Kenzo?" tanya Gita sambil memposisikan dirinya bersandar pada sandaran ranjangnya dengan tangannya yang memegang jemari Zico.


"Udah kok, Sayang," jawab Zico.


"Kamu ngomongnya gimana?" tanya Gita lagi sangat penasaran.


"Yaaa sama seperti yang kamu minta," sahut Zico singkat.


"Kalian nggak berantem, 'kan?"


"Ya nggak lah, Sayang. Kamu nggak percaya banget sih sama aku? Kamu tanya aja sama Zayn nanti."


"Iya-iya, aku percaya kok," sahut Gita sambil membelai pipi Zico.


***


Hari bahagia yang di tunggu-tunggu pun telah tiba, para tamu yaitu keluarga besar mommy Celine dan daddy Austin beserta sahabat Zico dan Gita pun telah tiba di halaman mansion yang telah di dekorasi sederhana. Namun, begitu terlihat indah dan elegan.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Mommy Celine dan Yolla menuntun Gita berjalan menuruni anak tangga. Gita terlihat sangat cantik hari ini, benar-benar seperti seorang permaisuri yang akan menikah dengan pangerannya.


Ia menggunakan gaun kebaya brokat yang berwarna putih yang begitu terlihat sangat elegan dan cantik. Semua yang hadir di sana begitu terpukau melihat penampilan Gita hari ini.

__ADS_1


Zico yang sudah berdiri menunggu Gita di tempatnya akan melangsungkan pernikahan mereka pun, sampai tak bisa berkata-kata, ia begitu tercengang melihat wanita yang beberapa saat lagi akan dinikahinya itu.


"Oh My God! Kamu cantik sekali, Sayang! Nggak salah aku cinta mati sama kamu," ucap Zico dalam batin.


Suara MC pun terdengar menyambut kedatangan sang pengantin wanita.


***


Tiga puluh menit pun berlalu, prosesi  pernikahan mereka telah usai dan di akhiri tepuk tangan meriah dari para keluarga dan sahabat yang hadir. Pernikahannya terasa begitu khidmat.


"Selamat ya, Git. Akhirnya kalian bersatu juga, semoga nggak akan ada lagi badai di hubungan kalian, ya. Mudah-mudahan kalian berjodoh sampai kakek-nenek," tutur Yolla sambil memeluk Gita dengan tangis haru.


"Makasih, Bel. Lo juga, semoga lo cepet menyusul gue, ya," jawab Gita sambil melirik Sean, membuat Sean menjadi salah tingkah dibuatnya. Sean mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Hei, Bro! Selamat, ya!" ucap Sean pada Zico memeluk Zico sambil mengusap dan menepuk-nepuk punggung Zico.


"Thankyou, Sean!" sahut Zico tersenyum. Raut wajah Zico dan Gita saat ini terlihat begitu bahagia, begitupun juga dengan Zayn dan Zefa.


"Selamat ya, Git, Zi. Semoga rumah tangga kalian happy terus," ucap Kenzo yang juga sedang berdiri di sana sambil menggendong Zefa.


"Thankyou, Ken."


"Thank's, Ken." jawab Zico dan Gita serempak hingga membuat mereka tertawa.


"Daddy! Celamat ya, Daddy udah jadi Daddy benelan Jepa sama Kak Jayn,"  ucap Zefa sambil mengerjapkan matanya.


"Daddy benelan? Memang selama ini Daddy tuh Daddy bohongan?" sahut Zico menyatukan kedua alisnya.


"Iya dong, kan Daddy balu nikahin Mommy, belalti Daddy balu jadi Daddy benelan cekalang," ucap Zefa. Seketika mereka yang ada di sana pun ikut tertawa mendengar ocehan Zefa.


***


Malam hari pun tiba, hari ini Gita akan tidur di kamar Zico yang sudah di hias ala-ala kamar pengantin baru. Ranjangnya bertaburkan kelopak bunga mawar dan putih, dengan 2 handuk putih yang dibentuk menyerupai 2 ekor Angsa.


Gita yang baru saja selesai membersihkan dirinya pun terlihat murung saat keluar dari kamar mandi yang berada di kamar Zico.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Zico saat melihat raut wajah Gita yang tiba-tiba berubah.


"Maafin aku ya, Sayang," lirih Gita sambil menundukkan pandangannya.


Zico pun menghampiri Gita dan memeluknya.


"Kenapa kamu tiba-tiba minta maaf, Sayang?" tanya Zico lagi mencium kening Gita sambil membelai rambutnya yang masih basah.


"Aku ... A-Aku datang bulan, Sayang," lirih Gita lagi dengan wajah memelas.


"What's?" pekik Zico seketika melepaskan pelukannya dari Gita.

__ADS_1


__ADS_2