
"Aku ngerti kok, Kak. Kalo dulu kan aku masih pitik, mana mau Kakak sama anak pitik," jawab Naura menunjukan barisan gigi putihnya seperti kuda. Kenzo pun terkekeh mendengarnya.
Kenzo mengacak rambut di pucuk kepala Naura.
Saat mereka sedang tersenyum sambil memandang, tiba-tiba saja kedua orang tua Naura tiba dan langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.
"Kenapa kamu biarkan dia makan jamur?" tanya Steven Lee menatap tajam pada Kenzo setelah Kenzo mencium punggung tangannya.
"Maaf, Prof! Saya tidak tau kalau Naura alergi jamur!" jawab Kenzo.
"Dad, itu bukan salah Kak Kenzo, kok. Naura yang nggak kasih tau Kak Kenzo kalo Naura alergi jamur," ujar Naura mencoba menjelaskannya pada sang papa.
"Terus kenapa kamu makan? Kamu lupa kamu pernah hampir mati karena alergi itu?" tanya profesor Steven dengan raut wajah yang terlihat sangat marah.
"Maaf, Dad," lirih Naura tak berani menatapnya.
Kenzo seketika menatap Naura. Ia juga tak habis pikir, kenapa Naura malah memakannya jika sudah mengetahui dirinya alergi pada jamur.
"Sudah dong, Sayang! Kasihan anaknya lagi sakit malah di omelin, yang penting kan sekarang anaknya baik-baik saja," mommy dari Naura membela sang putri. Membuat sang suami pun terdiam, hanya menghela napas kasar.
"Terus, kalian ada hubungan apa?" tanyanya tiba-tiba pada Kenzo.
"Saya pacaran dengan Naura, Prof. Saya akan melamar Naura jika Naura sudah kembali pulih nanti," jelas Kenzo. Tak ada sedikitpun keraguan saat ia mengatakannya. Naura pun terbelalak mendengarnya. Pasalnya, baru saja mereka saling mengungkapkan perasaannya satu sama lain. Namun, Kenzo sudah memberikan pernyataan seperti itu pada daddynya.
"Hah? Melamar? Kalian sudah lama pacaran? Kok Mommy nggak tau, Naw?" tanya sang mommy menatap Naura.
"Enggak kok, baru aja sebelum Mommy sama Daddy datang," terang Naura.
"What's?" pekik Steven dan sang istri serempak.
"Kenapa kamu secepat itu ingin melamar anak saya?" tanya Steven.
__ADS_1
"Saya mengenal Naura sudah lama, Prof. Jadi, untuk apa saya berlama-lama pacaran dengan Naura, lebih baik kami langsung menikah saja," tegas Kenzo.
"Baiklah! Saya pegang omongan kamu! Karena laki-laki itu yang bisa dipegang omongannya!" tutur Steven tak kalah tegas.
"Baik, Prof!" sahut Kenzo singkat.
Setelah itu mereka pun berbincang tentang pekerjaan Kenzo, dan mereka pun mulai terlihat akrab.
***
Dua hari kemudian di tempat yang berbeda, ada Yolla dan Sean yang akhirnya mendapatkan kabar tentang kepulangan kedua orang tua Yolla. Mereka yang sedang ada di mansion Zico pun akhirnya berpamitan karena ingin menjemput kedua orang tua Yolla di bandara, karena kedua orang tua Yolla memutuskan untuk secepatnya pulang ketika kapal pesiar yang membawa mereka berlayar keliling dunia itu bersandar di pelabuhan, Marina Bay, Singapura. Mereka bergegas pulang karena Mika melapor kepada papa Yolla bahwa Yolla tidak bekerja dan tidak bisa di hubungi, membuat semua urusan di perusahaannya menjadi kacau. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
Akan tetapi, saat sebelum pesawat yang mereka tumpangi terbang dari bandar udara internasional changi singapura menuju bandara internasional Soekarno-Hatta, Yolla mendapatkan chat dari sang mama. Akhirnya Yolla pun mengajak Sean dan bergegas pergi menjemput ke bandara.
"Sayang, kamu kenapa? Kok diam aja?" tanya Sean sambil menangkup wajah kekasihnya.
"Aku takut, Han," jawab Yolla.
"Takut kenapa?" tanya Sean lagi.
"Tenang aja, aku yakin mereka akan menyetujui pernikahan kita, Sayang," ucap Sean mencoba menenangkan Yolla, padahal dirinya sendiri pun sebenarnya merasa gugup, ia takut kedua orang tua Yolla tidak menyetujui rencana pernikahannya dengan Yolla karena ia bukanlah seseorang yang mempunyai perusahaan seperti keluarga Yolla.
"Yolla!" teriak mama Yolla memanggil sang putri.
"Mah, Pah!" sahut Yolla kemudian berlari menghampiri kedua orang tuanya dan memeluknya.
Yolla dan mamanya berpelukan, namun berbeda dengan papanya yang diam saja, mendiamkan putrinya sambil menatap tajam ke arah Sean.
"Lho! Kamu Sean, 'kan?" tanya mama Yolla. Karena dulu ketika Yolla dan Sean pernah dekat, Sean pernah mengantar Yolla ke mall untuk bertemu mamanya di salon. Juga pernah bertemu saat di pemakaman ibu Gita.
"Iya, Tante. Aku, Sean," jawab Sean sambil mencium punggung tangannya kemudian mencium punggung tangan papa Yolla.
__ADS_1
"Kamu sekarang jadi sekretarisnya Zico suaminya Gita, ya?"
"Iya, Tante. Sudah lama saya kerja sama dia," jawab Sean tersenyum.
"Ada hubungan apa kamu sama Yolla?" tanya papa Yolla tiba-tiba sambil menatap tajam Sean.
"Dia pacar aku, Pah!" sahut Yolla kemudian memeluk lengan Sean. Tak tega rasanya melihat kekasihnya ditatap seperti itu oleh sang papa.
"What's? Pacar?" pekik mama dan papa Yolla serentak.
"Iya! Sean pacar aku, dia udah melamar aku, nih liat cincinnya!" jawab Yolla sambil menunjukkan cincin yang terpasang di jari manis kirinya, membuat mama dan papa Yolla saling beradu pandang.
"Kamu kan pacaran sama Mike, kenapa bisa tiba-tiba sama dia?" tanya papa Yolla.
"Aku udah nggak sama dia, Pah. Ceritanya panjang. Nanti di rumah aku jelasin ya, Pah! Sekarang kita pulang dulu," ajak Yolla.
"Baiklah!" sahut papa Yolla.
"Ya sudah, ayo kita pulang dulu," ucap mama Yolla.
Mereka pun pergi meninggalkan bandara menuju mansion keluarga mereka. Mama dan papa Yolla ikut dalam mobil Sean, sedangkan koper-koper yang mereka bawa dibawa oleh pak Yadi, supir Yolla.
Setelah empat puluh menit perjalanan, mereka pun tiba di mansion Yolla.
Baru saja tiba, papa Yolla langsung menanyakan perihal alasan Yolla putus dengan Mike, setelah Yolla menjelaskan semuanya, tentu saja membuat papa Yolla mengamuk, ia menelpon kenalannya di sana untuk memberi pelajaran pada Mike, walaupun Yolla sudah memohon padanya untuk tidak membalas Mike, namun papa Yolla sama sekali tidak mendengarkan Yolla. Ia benar-benar tidak terima Mike yang coba-coba melecehkan putri semata wayangnya.
Akhirnya Yolla hanya bisa diam menangis. Kemudian Sean pun menyampaikan jika ia ingin membawa kedua orang tuanya untuk melamar Yolla. Namun, bukannya menolak, justru papa Yolla menantang Sean untuk membawa kedua orang tuanya saat ini juga. Mau tak mau Sean pun menelpon kedua orang tuanya, memintanya untuk datang ke kediaman Yolla.
Walaupun terkejut karena terlalu mendadak, tapi mereka senang sekali karena Sean akhirnya ingin menikah. Karena ayah dan bundanya Sean sering sekali menyinggung tentang kapan putra semata wayangnya itu akan menikah. Namun, Sean tidak pernah mau menjawabnya, ia hanya mengalihkan topik pembicaraan jika mereka sudah membahas hal-hal seperti itu.
Setelah kedua orang tua Sean tiba di kediaman Yolla, mereka pun di sambut hangat oleh kedua orang tua Yolla, karena papa Yolla ternyata mengenal sosok ayah Sean yang tidak lain adalah sekretaris kepercayaan Austin William.
__ADS_1
Akhirnya Sean dan Yolla pun merasa tenang karena rencana pernikahan mereka telah disetujui oleh kedua belah pihak.
Mereka menentukan pernikahan mereka akan di adakan dua minggu lagi, walaupun kedua orang tua mereka merasa itu terlalu cepat, namun pada akhirnya mereka menyetujuinya, karena tidak ingin jika anak-anaknya melakukan kesalahan karena tidak sanggup menahan hasratnya.