
"Bukannya gue nggak dukung lo sama Sean, La. Cuma, gue pengen lo sama Sean saling memantapkan hati kalian, memastikan hati kalian, apa benar kalian itu saling mencintai atau cuma saling terobsesi aja untuk saling memiliki," tambahnya.
Yolla terdiam sejenak, "Emmm ... bener kata lo, Git," ucap Yolla sambil menghapus air matanya.
"Nanti biar gue bantu buat ngomong sama Sean. Gue nggak mau kalo nantinya dia cuma nyakitin lo aja, La. Ya, walaupun Sean itu sahabat Zico, tetap aja gue nggak rela kalo sampai dia nyakitin lo," terang Gita.
Jujur saja, Gita masih memiliki rasa kecewa yang begitu besar pada Sean. Ia masih begitu mengingat jelas saat Sean bersikap agak kasar kepada Yolla saat ia berpacaran dengan Giselle dulu. Ia masih mengingat betapa kasarnya Sean saat merebut pisau dan apel dari tangan Yolla saat itu. Tapi ia pun melihat kalau memang masih ada cinta yang begitu besar untuk Sean di mata Yolla. Ia tak tega kalau harus menentang perasaan Yolla pada Sean. Walau sejujurnya ia merasa kasihan pada Mike. Karena Gita tahu betul, Mike lah yang sudah berhasil menyembuhkan luka hati Yolla saat Yolla merasa sakit melihat Sean bersama Giselle saat itu.
Yolla menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan, kemudian ia mengusap wajahnya yang basah dan mencoba tersenyum, ia sadar kalau dirinya telah menambah beban pikiran Gita, padahal Gita sendiri sudah mempunyai banyak beban. "Enggak usah, Git. Biarin gue aja yang mengatasi masalah ini sendiri. Lo sekarang fokus aja sama pernikahan lo, ya. Semoga semuanya berjalan dengan baik kali ini. Gue nggak sabar lihat lo bahagia sama Zico dan anak-anak, Git. Lo udah melalui begitu banyak kesulitan di hidup lo, gue berharap Tuhan kali ini akan mempersatukan kalian tanpa halangan apapun," tutur Yolla sambil kemudian memeluk Gita.
"Makasih ya, La. Selama ini lo selalu ada di masa-masa sulit dalam hidup gue. Pertama, lo udah bantu gue menyembuhkan luka hati gue di saat kehilangan ayah gue dulu, lo yang udah bantu gue menjadi pribadi seperti sekarang. Lo juga yang selalu ada buat gue di saat gue kehilangan Ibu dan di saat gue harus berpisah sama Zico saat itu," ujar Gita menitihkan air matanya sambil memeluk Yolla.
"Ya, walaupun lo kabur nggak bilang-bilang gue dan gue yang harus cari-cari lo sendiri, ya," sindir Yolla dan membuat mereka tertawa sambil melepaskan pelukannya.
"Maaf ya, La."
"It's okay."
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
"Sayang!" panggil Zico dari depan kamar Gita.
"Iya, Sayang. Masuk!" sahut Gita sambil mengeringkan air matanya dengan selembar tisu yang di ambilnya dari atas nakas.
"Kita turun ke bawah, yuk! Kumpul sama yang lain, mau ada yang dibahas tentang pernikahan kita soalnya," ajak Zico sambil merangkul bahu Gita kemudian mencium kening Gita.
"Ya elah, ciam cium depan gue! Gue bukan obat nyamuk kali!" ketus Yolla menyindir Zico membuat Zico terkekeh.
"Kenapa lo? Kalo mau tinggal bilang sama Sean, pasti dia bakal kasih lo dengan senang hati," ejek Zico pada Yolla yang tentu saja membuat Yolla kesal kemudian keluar dari kamar itu tanpa sepatah kata pun. Gita mencubit pinggang Zico dan membuat Zico memekik.
"La! Jangan pulang dulu, ya!" teriak Gita, namun Yolla tidak menyahut, ia tetap melangkahkan kakinya pergi. Entahlah ia akan menunggu di bawah atau kembali pulang.
"Maksudnya obsesi gimana?" tanya Zico menyatukan alis.
"Ya, obsesi. Aku takut Sean cuma terobsesi sama Yolla karena belum pernah memiliki Yolla," terang Gita.
"Enggak mungkin lah, Sayang. Aku tau betul Sean seperti apa. Dia nggak mungkin ngungkapin perasaannya sama Yolla begitu aja kalo dia masih merasa ragu sama perasaannya. Kalo dia udah ungkapin, ya berarti dia emang udah bener-bener yakin sama perasaannya. Kalo boleh jujur ya, Sayang. Aku sih yakin dari dulu Sean itu nggak pernah lupain Yolla, perasaannya masih sama dari dulu sampai sekarang," Zico menuturkan pendapatnya.
"Masa sih? Maksud kamu dulu dia sama Giselle cuma pelarian aja?" tanya Gita mengernyitkan dahi.
__ADS_1
"Yang aku lihat sih bukan pelarian. Sean sayang sama Giselle, tapi sekedar sayang, nggak ada cinta untuk Giselle, cintanya Sean cuma untuk Yolla. Itu sih menurut pandangan aku, ya. Mungkin yang membuat Giselle mutusin Sean pun karena Giselle udah sadar akan hal itu, makanya dia memutuskan untuk mengalah," terang Zico lagi.
"Maruk banget sih Sean!" kesal Gita. Karena menurutnya Sean sudah menyakiti kedua sahabatnya karena tidak mempunyai pendirian.
"Bukan maruk, Sayang. Kan memang kadang kita sering ragu sama perasaan kita sendiri."
"Oh! Jadi kamu juga sering ragu sama perasaan kamu ke aku?" tanya Gita menatap tajam Zico.
"Enggak dong! Aku tuh dari awal jatuh cinta sama kamu, aku nggak pernah ragu. Makanya baru satu minggu kita dekat, aku langsung to the point kan sama kamu."
"Kalo boleh aku tau, kamu sejak kapan sih jatuh cinta sama aku? Apa baru saat aku pingsan waktu di study tour dan kamu menggendong aku ke klinik? Atau sebelumnya kamu emang udah punya perasaan sama aku?" tanya Gita menatap penuh cinta pada Zico.
"Sejujurnya, sebelum kejadian itu aku udah sering perhatiin kamu, Sayang. Kita kadang berpapasan di kantin atau kamu sering lewat di lorong sekolah saat aku lagi main basket sama anak-anak di lapangan. Aku sering perhatiin kamu, cuma aku denger dari anak-anak kalo kamu katanya nggak mau pacaran, kamu selalu nolak cowok yang deketin kamu. Jadi aku maju mundur mau deketin kamu. Nah, pas aku lihat kamu deket sama si mata empat setelah study tour itu, aku panas liatnya, aku nggak bisa biarin kamu jadian sama dia, aku harus dapetin kamu sebelum kamu terima si mata empat itu," terang Zico panjang lebar.
"Maksud kamu Vino? Enggak mungkinlah aku terima dia, Sayang. Aku nggak pernah ada perasaan kok sama dia. Kalo dia nawarin aku pulang bareng aja aku selalu nolak. Cuma kamu yang berhasil maksa aku untuk pulang bareng kamu," tutur Gita tersenyum sambil mencolek ujung hidung Zico.
"Lho? Emangnya aku dulu maksa, ya?"
"Iya! Kamu kan kalo ngajak terus akunya nolak, pasti kamu ancam aku. Iya, 'kan?"
__ADS_1
"Tapi, kamu suka, 'kan?" goda Zico tersenyum sambil menaik-naikkan alisnya. "Oya, kalo kamu sejak kapan kamu suka sama aku?" Zico bertanya balik.