
Yolla menghela nafas kasar, "Zefa nggak apa-apa main sama ncus dulu?"
"Iya Bunda, Jepa main cama ncus aja," jawab Zefa.
Gadis kecil menggemaskan itu pun pergi menghampiri suster Kiky.
"Lo mau ngomong apa?" tanya Yolla tanpa menatap Sean.
"Kamu kenapa nggak balas chat aku? Aku telpon juga nggak di angkat," Sean bertanya balik.
"Sen apa jawaban gue kemarin kurang jelas? Gue udah bilang sama lo, gue udah punya Mike, gue nggak mungkin putusin dia demi lo!"
"Tapi, kamu punya perasaan yang sama kan sama aku, La?"
"Sean, Please! Mau gue ada perasaan sama lo atau nggak, itu sama sekali nggak bisa buat gue mutusin Mike gitu aja! Dia yang selama ini selalu ada buat gue, cuma dia!"
"Tapi, La. Kamu harus jujur sama perasaan kamu, mau sampai kamu bohongin Mike, hah?"
"Bohongin? Maksud lo?"
"Ya sekarang ini kamu itu bukan cuma bohongin diri kamu sendiri, kamu juga udah bohongin Mike, La! Kamu hanya kasih hati kamu yang kosong untuk Mike, sedangkan hati kamu yang sebenarnya cuma untuk aku. Iya, 'kan?"
"Pede banget sih, lo!" cibir Yolla.
"Lho? Memang bener, 'kan? Please, La. Jangan bohongin perasaan kamu sendiri kayak dulu," pinta Sean.
"Please, Sean! Jangan pernah bahas masa lalu lagi. Lo itu cuma masa lalu gue, masa depan gue cuma Mike!" tegas Yolla kemudian kembali menghampiri Zefa.
"Zefa, Bunda ke kamar Mommy dulu, Zefa main sama ncus dulu, ya?" pamit Yolla pada Zefa.
__ADS_1
"Okay, Bunda!" sahut Zefa sambil membentuk jari kelingking dan ibu jarinya menjadi huruf 'O'.
Yolla pun masuk ke lift dan pergi ke kamar Gita di antar oleh salah satu baby sitter yang mengasuh Zayn dan Zefa, suster Kiki.
Setelah menunjukkan kamarnya, suster Kiki pun kembali turun ke ruang bermain untuk mendampingi Zefa.
Tok... Tok... Tok...
"Git! Gue masuk, ya?" panggil Yolla.
"Iya, La. Masuk aja!" sahut Gita berteriak melalui pintu kamar mandi yang ia buka sedikit, karena dirinya sedang mandi.
Ceklek...
Yolla pun masuk ke dalam kamar Zayn dan Zefa, yang juga kamar Gita. Sebenarnya mommy Celine sudah menyiapkan kamar khusus Gita, namun Gita menolaknya, ia lebih memilih tidur bersama kedua buah hatinya.
Yolla duduk di tepi ranjang.
"Bentar, La. Gue baru selesai mandi, ini lagi pake baju!" sahut Gita.
Yolla pun tidak menyahut lagi, ia hanya melamun di tepi ranjang. Yolla benar-benar sangat bimbang, di satu sisi ia sudah mempunyai kekasih, yaitu Mike. Tapi, di sisi lain ia juga merasa takut, takut rasa penyesalan yang dulu terulang kembali saat menolak Sean.
Hati kecil Yolla pun mengakui jika dirinya masih mencintai Sean. Sean adalah cinta pertamanya yang sampai saat ini masih selalu ada di hatinya.
Yolla menghembuskan nafas kasar ketika Gita keluar dari kamar mandi.
"Lo kenapa, La? Kok kaya lagi kesel gitu?" tanya Gita yang sedang berjalan menuju meja rias sambil melirik wajah Yolla yang terlihat kusut.
"Git," panggil Yolla lirih.
__ADS_1
"Iya, La. Kenapa?" tanya Gita lagi sambil memakai skincare di wajahnya tanpa menoleh ke arah Yolla yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Git, gue harus gimana, ya?"
"Maksudnya? Gimana apanya?" tanya Gita lagi yang menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah Yolla sambil mengernyitkan dahi.
Bukannya menjawab pertanyaan Gita, Yolla malah menundukkan pandangannya, membuat Gita bergegas menghampirinya kemudian duduk di sebelah Yolla, ia tahu kalau Yolla sedang tidak baik-baik saja.
"Lo kenapa, La?"
"Sean, Git."
"Sean? Kenapa dia?"
"Dia bilang dia cinta sama gue, Git."
"What's? Serious?" pekik Gita membelalakkan matanya.
"Iya."
Mendengar jawaban Yolla membuat Gita menghela nafas kasar.
"Jangan bilang lo masih cinta juga sama dia?" selidik Gita.
"Kayaknya iya, Git. Tapi, gue nggak tega sama Mike, dia udah baik banget selama ini sama gue, dia sayang banget sama gue, Git. Gue nggak tega nyakitin dia. Tapi, gue juga nggak bisa bohongin dia terus tentang perasaan gue yang sebenernya," terang Yolla sambil terisak.
"La, beneran lo masih sayang sama Sean? Atau lo hanya terobsesi sama dia karena lo belum pernah menjalani hubungan sama dia?" tutur Gita yang kemudian membuat Yolla memicingkan matanya.
"Maksud lo apa, Git?"
__ADS_1
"Enggak ... gue nggak maksud apa-apa, gue cuma takut setelah lo melepas Mike yang segitu cintanya dan segitu baiknya demi Sean. Eh, nyatanya kalian hanya sama-sama terobsesi karena belum pernah saling memiliki satu sama lain," imbuh Gita.
Yolla terdiam mendengar penuturan Gita. Ia pun menjadi ragu tentang perasaannya pada Sean. Apakah benar seperti kata Gita kalau ia hanya terobsesi pada Sean?