First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Perbedaan Sikap


__ADS_3

Saat tiba dibawah mereka hanya menunduk tak berani menatap kekasih hatinya masing-masing.


Berbeda dengan Zico dan Alex yang netranya sedang menatap tajam pada mereka.


Gita dan Nadhira berhenti beberapa langkah didepan mereka, tak mempunyai nyali untuk mendekat.


Alex yang sejak tadi sudah hilang kesabarannya seketika menghampiri Nadhira dan menarik lengannya ke arah mobilnya.


"Masuk!!!" Titah Alex membuka pintu mobil dengan tatapan tajamnya, meminta Nadhira masuk ke dalam mobilnya.


Nadhira pun tak punya pilihan lain selain masuk ke dalam mobilnya, ia tak ingin membuat keributan di halaman kost nya di tengah malam yang sunyi seperti ini.


Sebelum Zico menghampiri Gita, Sean lebih dulu menghampirinya, "Git, Giselle mana? Kok cuma lo berdua yang turun?"


"Udah tidur!" Ketus Gita.


Ya, Memang sejak Sean pertama kali bertemu Giselle, Gita masih saja jutek pada Sean, karena kesal dengan sifatnya yang tidak punya pendirian sampai saat ini.


"Ooh!" Jawab Sean singkat menggaruk alisnya yang tak gatal.


"Ya udah Zi, gue balik duluan ya!" Pamit Sean sambil menepuk bahu Zico.


Zico hanya menganggukkan kepalanya, dengan mata yang masih menatap tajam sosok Gita.


Setelah Sean pergi, Zico menghampiri Gita yang masih berdiri mematung ditempatnya.


Bukannya memarahi Gita, justru Zico memeluk Gita dengan sangat erat, ia tak tega melihat gadis yang sangat dicintainya itu ketakutan seperti itu.


Gita tersentak saat dirinya tiba-tiba dipeluk oleh Zico, ia kira Zico akan memarahinya. Ia pun membalas pelukannya dengan melingkarkan lengannya di pinggang Zico.


"Maafin aku ya, Sayang." Ucap Gita yang terisak dipelukan Zico, dengan sikap Zico yang lembut seperti ini justru membuat Gita sangat merasa bersalah.


Zico melepaskan pelukannya dan meletakkan kedua telapak tangannya di kedua pipi Gita, membuat Gita ikut menatap wajahnya.


"Sayang, Sebenernya tadi kamu kemana? Aku gak mau kamu bohong ya, aku mau kamu jawab yang jujur." Tutur Zico.


"A.., aku.., aku..," Gita tergagap.


"Sayang, jawab yang jujur ya." Ucap Zico lembut membelai pipi Gita dengan Ibu jarinya, membuat Gita tidak bisa berbohong padanya.


"Tapi kamu janji ya jangan bilang Sean tentang hal ini." Tawar Gita.


"Ya, I'm promise." Jawab Zico.

__ADS_1


"Tadi itu .., Kita lagi jalan di Mall, terus tiba-tiba Giselle jatuh pingsan, dia ...," Gita terisak lagi, tak sanggup melanjutkan ceritanya.


Sudah enam bulan terakhir ini sejak Gita mengenal Giselle dan Nadhira, ia tak terlihat menangis lagi, melihat Gita menangis seperti itu, Zico tak ingin mengintrogasi Gita lebih lanjut, Ia mendekap erat Gita lagi, berusaha menjadi obat penenang untuknya, yang bisa menghilangkan rasa sedih di hati Gita.


"Ssssst..... Udah ya, jangan nangis lagi, kamu boleh cerita nanti saat hati kamu udah jauh lebih tenang." Tutur Zico membelai rambut Gita.


"Giselle Zi.., Giselle.., Giselle, sakit." Ucap Gita sembari terisak.


"Iya, Sayang, aku udah tau kok, tadi kamu dan Nadhira di ruang HD karena menemani Giselle kan?" Ujar Zico lagi.


Sontak Gita mendongakkan wajahnya, "Kok kamu tahu?"


"Ya aku nebak aja, soalnya tadi Kenzo telpon kita, katanya dia lihat kamu dan Nadhira di RS itu di ruang HD, makanya kita kesana tadi, tapi kalian udah nggak ada." Tutur Zico. Ia tidak marah karena sudah menebak alasan Gita bersikap seperti ini, ia tadi sempat kesal hanya karena takut Gita diganggu pria lain atau orang-orang jahat di luaran sana.


'Tuh kan! Benar kan dugaanku, yang aku lihat tadi itu beneran Kenzo.' Batin Gita.


"Emmmm.., itu.., Sebenarnya..,"


Flashback On


Di dalam Ruang HD...


"Nad, tadi gue lihat sekilas seperti ada Kenzo, sepertinya dia tadi ngikutin gue sampai ke sini deh." Ucap Gita.


"Hemmm..." Lirih Giselle, ia menatap langit-langit ruangan itu dan beralih menatap tangannya yang sudah terpasang jarum dan selang.


Di tatapnya kedua sahabatnya yang ada di sampingnya itu.


Bulir air mata pun mengalir dari sudut matanya.


"Sel, lo jangan nangis.., Ada kita di sini." Ucap Nadhira mencoba menghibur Giselle, padahal air matanya sendiri pun sudah terasa penuh ingin tumpah.


"Iya, Nad. Kita akan selalu ada buat, Lo. Mulai sekarang kalau lo ada jadwal HD, lo bilang kita ya biar kita yang temenin lo." Tutur Gita.


Giselle pun mengangguk lemah, tersenyum getir dengan air mata yang masih meleleh.


"Kalian nggak bilang Sean kan tentang hal ini?" Tanya Giselle dengan suara yang begitu terdengar lemah.


"Nggak, Sel, kita belum bilang kok.., Emmmm.., Nad, apa nggak sebaiknya Sean kita kasih tau aja tentang lo?" Tutur Nadhira.


"Nggak, Nad. Gue mohon sama lo, jangan sampai Sean tau, ya?" Pinta Giselle dengan air mata yang terus mengalir, ia tidak ingin mendapatkan perhatian Sean hanya karena kondisinya yang sedang sakit ini.


Nadhira dan Gita saling menatap, tak bisa berkata apapun, hanya menganggukkan kepalanya, hanya bisa menuruti keinginan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Oya! terus gimana dong kalau tadi yang Gita lihat itu beneran Kenzo, terus misalkan Kenzo kasih tau mereka, Mereka pasti bakal nyusul kesini. Soalnya tadi Gita lihat seperti ada Kenzo di luar, Sel!" Seru Nadhira.


"Oya?? Ya udah sekarang kalian panggil Susternya ya buat lepasin ini, kita pulang aja sekarang!" Pinta Giselle panik, padahal kondisinya masih terlihat lemah.


Sebenarnya Dokter meminta Giselle untuk dirawat inap dulu satu sampai dua hari karena kondisinya yang masih  terlihat lemah, walaupun telah selesai cuci darah.


Tetapi karena Giselle yang memaksa, akhirnya Nadhira dan Gita pun menuruti keinginannya untuk bergegas pulang sebelum mereka datang ke rumah sakit, walaupun sebenarnya Gita dan Nadhira takut pada reaksi kekasihnya nanti, karena mereka bertiga menelpon terus tapi mereka abaikan karena tak tahu harus membuat alasan apa.


Setelah sampai kost, Gita baru memberanikan diri untuk mengangkat panggilan dari Zico.


Flashback Off 


"Pokoknya kamu harus janji sama aku, Jangan ceritakan masalah ini ke Sean ya?" Pinta Gita mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Zico.


"Iya sayang..." Jawab Zico membelai rambut panjang nan hitam kekasihnya itu.


Di dalam mobil Alex...


Berbeda dengan Zico yang bersikap lemah lembut pada kekasihnya, justru Alex malah berbuat seenaknya pada Nadhira, untuk menghilangkan rasa kesalnya.


"Emmmph.., Emmmph..," Nadhira yang bibirnya tiba-tiba saja dilu mat kasar oleh Alex, mencoba untuk melepaskan diri dari Alex dengan memukul-mukul bahu Alex minta dilepaskan, tapi Alex yang masih tersulut emosi tak menggubris apa yang dilakukan Nadhira.


Nadhira yang sudah sangat merasa kesal akhirnya membuka sedikit mulutnya dan menggigit lidah Alex yang sedang mencoba masuk ke dalam rongga mulutnya.


"Auww!!!" Seketika Alex melepaskan panggutannya karena merasakan sakit di lidahnya, bahkan indra perasanya itu sudah merasakan ada rasa darah di dalam mulutnya, ia pun mengambil tissue dan menyeka darah yang ada di mulutnya itu.


Nadhira yang sedang menatap ke arah luar jendela mobil pun menangis, bukan karena ia telah melukai mulut Alex sampai berdarah, tetapi karena melihat apa yang dilakukan Zico pada Gita, ia melihat Zico yang sedang memeluk Gita dan memperlakukannya dengan lembut, berbeda dengan kekasihnya yang malah berbuat seenaknya seperti itu, tanpa menanyakan alasannya.


Alex yang melihat kekasihnya menangis sambil melihat perlakuan manis Zico pada Gita pun, Seketika ia menyadari kesalahannya dan langsung memeluknya.


"Beb, Maafin aku ya, Beb. Aku udah kasar sama kamu." Ucap Alex yang sedang memeluk sembari membelai rambutnya.


Nadhira mendorong perlahan Alex dari pelukannya, Ia seka air matanya.


"Alex... Kita putus aja, Aku cape pacaran sama kamu!" Lirih Nadhira.


Ia sudah lelah sebenarnya berpacaran dengan Alex yang emosinya suka meledak-ledak saat sedang tersulut emosi, namun karena ia pun sangat mencintainya, ia sering mengurungkan niatnya untuk putus dari Alex, tapi saat melihat perlakuan Zico pada Gita yang lembut seperti tadi, ia jadi berpikir keras, kalau memang Alex mencintainya, seharusnya Alex bisa memperlakukannya dengan lembut seperti Zico, bukan malah berlaku kasar seenaknya.


Sangat jelas memang perbedaan sikap Zico dan Alex.


Bukan hanya sekali ini Alex melakukan hal seperti itu ketika sedang marah, bahkan hanya karena melihat Kirana berbincang dengan lawan jenisnya saja, Alex melakukan hal yang sama seperti tadi, menciumnya dengan kasar.


Alex yang mendengar kata putus dari Nadhira pun wajahnya seketika terlihat merah padam.

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Putus?!!"


__ADS_2