
Sejak saat itu Gita pun mulai merasa nyaman saat Zico berada didekatnya, ia tidak pernah ketus lagi pada Zico, ia juga tidak menolak lagi untuk diantar jemput oleh Zico.
Zico masuk ke dalam mobilnya, duduk dikursi pengemudi, ia melihat ke arah Gita.
“Kenapa pipi kamu merah begitu? kamu sakit?” Tanya Zico sambil menyentuh kening Gita dengan punggung telapak tangannya.
“hmmm... ti..tidak kok!” jawab Gita sangat gugup, pipinya benar-benar memerah seperti tomat yang sudah sangat matang.
“Kamu kenapa sih? Setiap kali bertemu aku jadi gugup begitu? Pipi kamu selalu merah seperti tomat.” Ejek Zico tertawa.
Gita tidak menjawabnya, ia hanya mengerucutkan bibirnya, kesal pagi-pagi sudah di ejek Zico.
Zico yang melihat Gita mengerucutkan bibirnya pun hanya tertawa kecil.
‘huh, Pagi-pagi sudah buat aku kesal.’ Gumam Gita dalam hatinya.
Zico tersenyum, ia mulai melajukan mobilnya, Gita hanya diam memandang ke arah luar kaca mobil.
Zico yang melihat Gita hanya terdiam pun menyadari kalau Gita benar-benar kesal padanya karena godaannya tadi.
“Gita, Maaf ya.” Ucap Zico memecah keheningan didalam mobilnya.
“Hmmm…” Jawab Gita singkat masih mengerucutkan bibirnya.
“Kok jawabnya ‘hmm’ doang? Kamu kesal banget ya sama aku?” tanya Zico.
Gita hanya diam tidak mau menjawab.
Melihat Gita yang diam saja tidak mau menjawab, Zico akhirnya menepikan mobilnya.
“Lho kok berhenti? Nanti kita telat lho!” Tanya Gita menatap Zico dengan tatapan bingung, padahal halte bus dekat sekolahnya masih jauh, ia diam menunggu jawaban Zico.
Zico memegang tangan Gita dan menatap manik mata Gita, “Gita, aku minta maaf ya sudah buat kamu kesal.”
Gita hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
Kali ini pipinya tidak merah seperti udang rebus atau tomat busuk, entah mengapa ia malah merasa nyaman, ia terharu atas sikap Zico, ia merasa Zico sangat menghargainya.
__ADS_1
“Kok cuma mengangguk?” tanya Zico.
“Iya Zico.” Jawab Gita singkat dan melepaskan tangannya dari tangan Zico.
Zico pun tersenyum dan melajukan mobilnya lagi. Tanpa persetujuan Gita, ia pun sengaja melewati halte bus dekat sekolah, Zico ingin Gita turun bersamanya di parkiran sekolah. Gita yang menyadari hal itu pun bertanya dengan paniknya,
“Zico kok haltenya dilewati sih? Aku kan mau turun disitu!”
Zico hanya menatap Gita sekilas sambil tersenyum usil.
Gita yang melihat itu pun merasa sangat kesal, ia hanya diam.
‘Besok-besok aku nggak mau berangkat bersama dia lagi!’ batin Gita sambil memasang muka kesal.
Setelah tiba diparkiran sekolah Gita melepaskan sabuk pengamannya, ia melihat ke sekitar parkiran, ternyata masih agak sepi, ia pun segera membuka pintu mobil Zico dan berlari menuju kelasnya sambil menutup wajahnya dengan tas nya.
Zico hanya menatapnya sambil tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
Gita memang pemalu, tapi sikap Gita yang seperti itu selalu terlihat manis di mata Zico.
Viola adalah sepupu Gita dari pihak Ibunya yakni Sophia Widjaya, hanya saja mereka sama-sama tidak tahu kalau mereka saudara sepupu. Karena Shopia yang notabenenya adalah keluarga konglomerat, memilih meninggalkan statusnya itu untuk menikah dengan laki-laki yang dicintainya, Laki-laki itu adalah David Adhinata ayahnya Gita.
Karena David hanya berasal dari keluarga sederhana, tetapi ia sangat jenius, ia sudah berhasil mendapatkan gelar Profesor di usia yang masih muda saat itu. Ia bahkan mendapat julukan Profesor termuda di Indonesia.
Tidak heran jika Gita juga jenius, karena memang menurun dari sang Ayah.
Viola pun memberitahukan perihal ini kepada Priscilla dan Chaterine tentang apa yang dilihatnya tadi.
Priscilla pun menjadi bertambah geram kepada Gita. Ia terpikirkan cara licik untuk membuat Gita kapok untuk dekat-dekat dengan Zico lagi.
Priscilla bersama kedua sahabatnya itu sengaja menunggu Gita ke toilet, kebetulan jika Gita akan ke toilet pasti melewati depan kelas mereka.
Setelah mereka melihat Gita ke toilet mereka pun segera menyusul, mereka meminta izin ke gurunya satu persatu. Tetapi Chaterine tidak mendapat izin, ia hanya boleh ke toilet bergantian, setelah Priscilla dan Viola kembali ke kelas, setelah itu baru ia boleh pergi ke toilet .
Ditoilet di saat Gita berada di salah satu bilik toilet, Priscilla dan Viola sengaja menumpahkan satu ember air ke atas kepala Gita sampai Gita basah kuyup, Gita membelalakkan matanya karena terkejut, Lalu Priscilla memperingatkan Gita dari balik pintu.
“Ini peringatan terakhir buat lo ya cewek miskin, sekali lagi gue liat lo dekat-dekat sama Zico, gue akan lakukan hal yang lebih parah dari ini! Ngerti Lo?!!” Ancam Priscilla.
__ADS_1
Lalu ia dan Viola keluar dari pintu utama toilet dan mengganjal pintu toilet dengan gagang Pel.
Mereka cekikikan, mereka sangat puas membayangkan Gita yang basah kuyup.
Setelah mereka keluar dari toilet, Gita membuka pintu bilik toilet yang ia gunakan, ia shock melihat bayangan tubuhnya dicermin yang kini sedang basah kuyup.
Ia mencoba mengirim pesan pada Yolla meminta dicarikan baju ganti, tapi karena Hp Yolla sedang di silent Yolla tak kunjung membalas pesannya.
Lalu ia mencoba membuka handle pintu utama toilet, ia bertambah terkejut saat tahu pintu itu sudah dikunci dari luar oleh Priscilla dan Viola.
“Tolong! Tolong buka pintunya!” Teriak Gita.
“Tolong aku, aku mohon! Siapapun yang ada diluar tolong aku!!!” Teriak Gita mulai menangis terisak, tubuhnya mulai menggigil kedinginan.
Sudah 30 menit Gita tidak kunjung kembali dari toilet, Yolla khawatir, karena Gita tidak pernah selama ini jika ke toilet.
Yolla pun meminta izin kepada gurunya untuk menyusul Gita ke toilet, ia tidak terpikir untuk membuka Hp nya.
Di depan kelas ia berpapasan dengan Zico yang hendak ke toilet juga. Melihat wajah Yolla yang terlihat sangat khawatir Zico pun menegurnya.
“Yolla!!!”
“Ahh iya Zico ada apa?” jawab Yolla gugup.
“Lo kenapa? Kok muka lo keliatan khawatir begitu?” tanya Zico penasaran.
“Gue bingung Zico, Gita sudah 30 menit izin ke toilet tapi gak balik-balik.” Terang Yolla.
“Oh, kalo gitu ayo cepat kita ke toilet!” Zico pun langsung berlari, ia takut sesuatu hal yang buruk terjadi pada Gita.
Setibanya mereka didepan pintu toilet perempuan, mereka terkejut melihat pintu yang diganjal gagang Pel.
Zico pun langsung melepaskan dan melempar gagang pel itu, Yolla segera membuka pintunya, Zico menunggu didepan pintu, karena itu adalah toilet perempuan, ia tidak berani masuk.
“Ya Tuhan! Gita!!!”teriak Yolla.
Zico yang mendengar teriakkan Yolla pun segera membuka pintunya dan menerobos masuk.
__ADS_1