First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Perihal Cemburu 1


__ADS_3

Setelah Zefa memandang wajah Gita yang terlihat pucat, akhirnya Zefa pun mau di gendong oleh Zico.


"Sayang, kamu duduk sana di gazebo sama Mommy Daddy, aku ajak anak-anak main dulu," titah Zico dengan wajah dinginnya. Ia benar-benar merasa khawatir dengan keadaan Gita.


Gita pun mengangguk lemah kemudian menghampiri mommy Celine dan daddy Austin yang sedang minum teh di gazebo.


Mereka bertiga terus tersenyum memandangi Zico yang sedang berlarian sambil tertawa dengan Zayn dan Zefa di atas rerumputan hijau yang terdapat di halaman mansion keluarga William tersebut.


"Tasya, kira-kira kapan kamu sama Zico akan melangsungkan pernikahan kalian?" tanya daddy Austin.


"Gita belum tau, Dad. Gita masih takut, setiap Gita dan Zico berniat untuk menikah, pasti ada aja halangannya, Dad," tutur Gita dengan wajahnya yang sedih.


"Sayang, itu kan hanya kebetulan aja, Nak. Kalau tidak, kalian menikah saja dulu, kita berkumpul bersama keluarga kita, sahabat-sahabat kamu dan Zico aja, Gimana? Yang penting status kalian sudah sah dulu menjadi suami istri. Nanti kalau pelakunya sudah tertangkap, baru kita mengadakan resepsi. Gimana, Nak?" usul mommy Celine.


"Ya sudah, Mom. Terserah Mommy Daddy aja," jawab Gita tersenyum.


Setelah membicarakan masalah pernikahannya, mommy Celine mengantarkan Gita ke kamarnya agar Gita beristirahat saja, karena wajah Gita yang terlihat bertambah pucat.


***


Saat ini jam 9 pagi, Gerald datang untuk memeriksa rutin keadaan Zico. Saat tiba di mansion uncle nya, Gerald menghampiri mereka yang masih berkumpul di gazebo.


"Pagi menjelang siang, Uncle Aunty!" sapa Gerald sambil berjalan menghampiri mereka.


"Pagi, Ger. Sini duduk, kita minum teh dulu," sambut daddy Austin.


"Iya, Ger. Sini minum teh dulu, lagian pasiennya juga lagi sibuk tuh sama anak-anaknya," mommy Celine menimpali sambil menunjuk Zico dengan mengangkat sedikit dagunya.


Gerald pun tersenyum melihat Zico bersama anak-anaknya.


"Nggak nyangka ya, Aunty. Zico udah punya anak, kembar pula, pinter banget dia bikinnya," tutur Gerald terkekeh. mommy Celine pun menepuk lengan Gerald.

__ADS_1


"Terus kalo kamu kapan, Ger? Zico sama Gita rencananya 3 hari lagi akan menikah. Nanti kamu usahakan datang, ya!" balas mommy Celine.


"Iya, Ger. Beritahu sekalian pada orang tuamu agar datang ke sini. Kita akan berkumpul bersama keluarga kita dan sahabat-sahabat Zico dan Gita saja," sahut daddy Austin.


"Sahabat Gita, Uncle? Berarti ada Yolla, dong?" tanya Gerald antusias.


"Hmm ... pasti kamu naksir Yolla, ya? Dia itu sudah punya pacar di Paris sana," ucap mommy Celine.


"Ah nggak apa-apa Aunty, kan jauh di sana, siapa tahu jodohnya sama Gerald, iya, nggak?" jawab Gerald sambil menaik-naikkan alisnya.


"Dasar kamu! Coba deh, kamu itu kan sekarang usianya sudah cukup matang kan, lebih baik kamu cari pasangan untuk ke jenjang yang serius. Sudah bukan waktunya lagi kamu untuk main-main. Inget umur!" mommy Celine menasehati Gerald si dokter playboy.


"Ah, Aunty. Bisa aja ngejeknya, tapi masih ganteng 'kan, Aunty?" sahut Gerald sambil membentuk ibu jari dan jari telunjuk menjadi bentuk ceklist dan menaruhnya di bawah dagu dengan senyumnya yang tengil. Tingkahnya membuat mommy Celine terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Oya, Ger. Gita lagi sakit dia lagi di kamar, kamu bisa tolong periksa dia nggak? Dia sepertinya kecapean, Ger," pinta mommy Celine.


"Tasya sakit? Demam nggak, Aunty?" tanya Gerald dengan wajah yang tiba-tiba serius.


"Ya udah Aunty, aku periksa dia dulu aja," ajak Gerald.


Gerald pun beranjak dari gazebo itu bersama mommy Celine menuju kamar Gita.


Zico yang melihat Gerald masuk bersama mommy-nya pun mengajak anak-anaknya untuk berhenti bermain dengan alasan hari yang sudah mulai terik. Ia membawa kedua buah hatinya ke dalam mansion bersama dengan daddy Austin.


Zico meninggalkan kedua buah hatinya di ruang bermain. Dulu tempat itu adalah tempat Zico bersama para sahabatnya biasa bermain PS. Namun sekarang ruangan itu sudah di jadikan ruangan bermain untuk anak-anaknya.


"Sayang, Daddy liat Mommy dulu sebentar, kalian di sini dulu sama ncus deby dan ncus kiki, ya?" ucap Zico pada kedua buah hatinya.


"Okay, Daddy!" jawab mereka serempak.


"Sus, jaga anak-anak!" titah Zico dengan tegas dan dingin kepada kedua baby sitter yang memang tugasnya adalah menjaga Zayn dan Zefa.

__ADS_1


Ya, Memang Zico selalu memasang raut wajah seperti itu kepada orang lain, kecuali Gita, mommy Celine, anak-anaknya dan juga bu Wati.


Bahkan kepada daddy-nya nya saja ia masih sering bersikap dingin.


Zico pun menyusul Gita ke kamar anak-anak. Ketika tiba di sana, benar saja dugaannya, ternyata Gerald dan mommy Celine sedang menemui Gita.


Gerald sedang memeriksa Gita ketika Zico masuk.


"Hei, Stop it!" teriak Zico pada Gerald saat melihat Gerald sedang menyentuh kening Gita dengan punggung tangannya.


Sampai sekarang Zico memang masih saja selalu merasa cemburu pada Gerald, karena dulu Gerald berniat mendekatinya, apalagi di masa kecilnya Gita pernah menyukai Gerald. Jadi, pria yang selalu membuatnya cemburu selain Kenzo adalah Gerald.


"Son! Kenapa sih? Kok teriak-teriak gitu?" tegur mommy Celine.


"Itu dia ngapain pegang-pegang Gita, Mom!"


"Astaga! Dia lagi periksa Gita, Zico! Liat tuh wajah Gita pucat banget," omel mommy Celine.


"Tapi kan bisa nggak usah pake pegang-pegang Gita, Mom."


"Ya, Tuhan! Udah, sekarang kamu ikut Mommy aja keluar, biar Gerald periksa Gita dulu," titah mommy Celine sambil mendorong tubuh Zico ke arah pintu.


"Enggak, Mom! Kalo kita di luar nanti Zico nggak tau kalo dia apa-apain Gita di sini," bantah Zico.


"Ya sudah kalau kamu mau di sini stop buat keributan, calm down, Okay?" kesal mommy Celine. Ia benar-benar sudah tak tahan menghadapi sifat cemburu Zico yang benar menyebalkan di matanya. Daddy Austin pun mempunyai sifat posesif dan pencemburu sama seperti Zico, namun sifat pencemburu Zico itu terlalu berlebihan menurutnya.


"Okay, Mom. Zico akan diam. But please, jangan suru Zico menunggu di luar."


"Okay!"


Akhirnya setelah perdebatan mommy Celine dan Zico usai, Zico duduk di tepi ranjang di sisi Gita, sambil terus  memperhatikan gerak-gerik Gerald. Gerald hanya tersenyum menggelengkan kepalanya. Padahal Gerald hanya memeriksa Gita seperti yang biasa dilakukannya ketika memeriksa pasiennya. Jika saja Gita sedang tidak sakit, pasti Gerald akan senang sekali menggoda Zico dengan merayu Gita. Namun ia sangat tahu jika Gita sedang membutuhkan banyak istirahat. Jadi ia tak ingin menambah keributan di kamar Gita yang akan membuat Gita tambah sakit kepala di buatnya.

__ADS_1


"Okay! Kamu cuma perlu istirahat aja, Sya. Kamu bed rest dulu sekitar dua sampai tiga hari, baru setelah itu kamu  boleh beraktifitas seperti biasa kalo tubuh kamu sudah merasa sehat kembali," tutur Gerald.


__ADS_2