First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Jadian


__ADS_3

Gita benar-benar melewatkan jam makannya, untung saja tadi pagi ia menyempatkan minum susu yang sudah disediakan Ibunya di meja makan.


Ia benar-benar tidak bersemangat hari ini, bahkan ia menjadi kurang fokus saat belajar dikelas.


Bel pulang pun berbunyi.


Triiriiiingg… Triiriiiing…


Saat mendengar Bel berdering ia seketika menjadi semangat, tanpa disadari ia tersenyum.


Yolla pun menyadari perubahan wajah Gita, yang tadinya cemberut menjadi senyum-senyum, ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengejek Gita.


“Hmmmph.. tadi aja manyun, sekarang senyum-senyum.” Goda Yolla mencolek dagu Gita.


“Hah? Siapa yang senyum-senyum?” Gita berkilah, ia menahan bibirnya agar tidak tersenyum lagi dengan melipat bibirnya.


“Halah! Udah ketahuan masih ngelak!” goda Yolla lagi.


Gita tidak menjawab lagi, ia hanya diam, malas meladeni Yolla.


Sean tiba di depan pintu kelas Gita dan memanggilnya.


“Gita!” Panggil Sean.


Gita berbalik ke arah suara yang memanggilnya, saat ia melihat itu adalah Sean, ia pun menjawabnya,


"Oh iya Sean, Tunggu sebentar! gue beresin buku dulu!”


“Lo mau kemana sama Sean? Jangan bilang lo malah suka sama dia ya?” Tanya Yolla curiga, karena Gita melewatkan bagian cerita kalau ia di minta Mommy nya Zico untuk merawatnya.


“iih lo aneh-aneh aja sih mikirnya! nggak mungkin lah, dia kan temennya Zico!” ketus Gita. Ia melanjutkan, “Oya, gue lupa bilang tadi sama lo.. jadi gini, karna kemaren Zico celaka gara-gara gue, jadi Mommy minta gue untuk membantu merawatnya sampai pulih, makanya gue tiap pulang sekolah harus kesana, dan Sean lah yang nganter gue, begitu!” Terang Gita.


“Ooooh gitu!” Yolla cengar-cengir.


“Kenapa lo malah nyengir kaya kuda gitu?” ketus Gita lagi, ia kesal melihat Yolla yang cengar-cengir, padahal ia menjelaskannya dengan serius.


“Lucu aja! Ada yang belum jadian tapi udah deket sama calon mertua, Ahahaha…” Ejek Yolla.


“Enggak deket kok! Justru Mommy marah karna gue udah bikin Zico terluka, makanya dia suru gue tanggung jawab buat merawat Zico.” Terang Gita lagi.


“Enggak deket masa manggilnya aja Mommy.. Ahahaha…” Yolla senang sekali kalau sudah menggoda Gita.


“i… itu Mommy sendiri yang…” Kalimat Gita menggantung karena di hampiri Sean.


“Gita ayo!” Sean menghampiri Gita, ia sudah tak sabar menunggu Gita berbincang dengan Yolla, karena dirinya sudah di telpon terus oleh Zico.


“Oh iya Sean ayo!” Jawab Gita, ia pamit pada Yolla, “Bel, gue duluan ya! Bye!” ia melambaikan telapak tangannya pada Yolla.


“Hmmm… bye!” Yolla menjawabnya dengan malas sambil menatap sinis pada Sean, ia kesal pada Sean yang tak sabaran.


Sean pun menyadari tatapan sinis Yolla, “Kenapa lo liatin gue kaya gitu? Ada masalah lo sama gue?”


“Dih ge'er banget! siapa juga yang liatin lo!” Yolla melengos pergi, Jadinya malah ia yang mendahului Gita pulang.


“Diih aneh banget sih tuh cewek! Tiba-tiba aja jutekin gue!” gerutu Sean. Ia kesal pada Yolla yang ketus seperti itu padanya, karena selama ini tidak ada gadis yang ketus padanya.


Sean memiliki tubuh yang tinggi, wajah yang tampan dan terlihat ramah, tak heran banyak gadis yang mendekatinya juga sama seperti Zico, apalagi dia ramah tidak seperti Zico yang selalu bersikap dingin pada gadis lain terkecuali Gita.


“Udah udah, paling dia kesel karna gue pulang bareng lo, biasanya kan dari kelas ke gerbang sekolah kita selalu berdua.” Gita merasa tidak enak pada Sean.

__ADS_1


“Cuma karna itu? Iih aneh banget!” Sean masih merasa kesal.


“Jangan terlalu kesal kaya gitu, nanti lama-lama jatuh cinta baru tau Lho!” Ejek Gita.


“What’s? Gue? Jatuh cinta sama cewek jutek kaya gitu? iih Amit-amit deh!” cebik Sean.


“Yolla tuh baik tau aslinya.” sahut Gita.


“Baik? Baik dari segi mananya? sama gue aja tiba-tiba jutek gitu!” mereka mengobrol sambil berjalan.


“Yolla itu…” belum selesai Gita mengucapkan kalimatnya, Sean mengangkat telpon.


Sean : (Hallo!) Jawab Sean agak ketus.


Zico : (Lo kenapa ketus gitu sama gue?) Tanya Zico dari seberang telpon, tidak bisanya Sean ketus seperti itu.


Sean : (Enggak apa-apa, cuma lagi kesel aja sama orang!)


Zico : (Kesel sama orang gue dibawa-bawa! Oya, Gita mana?)


Sean : (Ada nih di samping gue, mau ngomong?)


Zico : (Dia jadi kan ke rumah gue?)


Sean : (Jadi kok, ini dia lagi jalan sama gue mau ke parkiran.)


Zico : (Oh ya udah hati-hati ya, awas Lho jangan berani-berani gombalin Gita!) Ancam Zico.


Sean : (Ahahaha… kayanya boleh juga tuh!) Sean tertawa sembari melirik Gita.


Zico : (Awas lo ya!) Ancam Zico lagi.


“Ahahaha.. ngambek, dimatiin telponnya.” Sean tertawa pada Gita.


“Itu Zico? Ngambek kenapa dia?” tanya Gita.


“Dia ngancem gue katanya jangan berani-berani gombalin lo! Belum jadian aja udah cemburuan, gimana udah jadian, nggak kebayang deh!” Sean tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


Gita hanya diam menahan senyumnya.


***


Mereka tiba dirumah Zico disambut oleh Celine yang berada diruang tamu.


“Siang Mom!” Sean menyapa Celine dan mencium punggung tangannya, begitu pula dengan Gita.


“Siang juga Sean, Gita!” Celine menyapa balik.


“Siang Mom.” Gita menyapa Celine dengan menganggukkan sedikit kepalanya.


“Gita langsung naik ke atas aja nak, Zico dari tadi udah cemberut aja tuh nungguin kamu.” Ucap Celine.


Gita tersenyum, “Baik Mom.” Ia pun mengajak Sean, karna merasa tidak enak kalau hanya berduaan saja dengan Zico didalam kamar. “Sean ayo!”


“Sean disini dulu ya nak, Mommy mau ngobrol sebentar sama Sean.” Celine membuat alasan, ia ingin memberikan waktu untuk Zico dan Gita.


Sean hanya tersenyum mengangkat bahu nya.


“Oh ya sudah Mom, Gita naik ya Mom, Sean gue tinggal bentar ya.” Pamit Gita.

__ADS_1


“Lama juga nggak apa-apa! iya nggak Mom?” Sean cengengesan menggoda Gita.


Gita hanya mengerucutkan bibirnya saja.


“Sudah naik sana nak, nggak apa-apa kok, Mommy percaya anak Mommy gak akan macam-macam sama kamu.” Celine ikut menggoda Gita.


“Iya Mom, permisi ya Mom.” pamit Gita lagi.


Gita bergegas melangkahkan kakinya ke lift dan naik ke kamar Zico, ia tak tahan di goda oleh Mommy dan Sean, pipinya memerah bak kepiting rebus.


Tok... Tok… Tok…


Gita mengetuk pintunya kamar Zico.


“Masuk Mom!” Teriak Zico yang menyangka kalau itu adalah Mommy nya.


Ceklek…


Gita membuka pintunya dan masuk ke kamar Zico.


Zico yang sedang tiduran diatas ranjang seketika bangun dengan posisi duduk bersandar pada headboard ranjangnya saat melihat Gita.


“Sini!” Ajak Zico menganggukan sedikit kepalanya.


Gita pun mendekat berdiri disamping Zico.


“Kamu udah makan?” Tanya Gita.


“Belum, kamu sendiri?” tanya Zico balik.


“Aku udah makan kok.” Saat Gita menjawab berbohong seperti itu, tiba-tiba saja perutnya bunyi membuat Zico tertawa.


“Hahahaha... katanya udah makan, masa perutnya bunyi gitu.” Goda Zico.


“Hehehe..” Gita hanya nyengir kuda.


“Ayo kita makan bareng aja yuk, Sean ada dibawah kan? Pasti dia lagi disuru makan tuh sama Mommy, yuk kita makan dibawah.” Ajak Zico.


“Lho emang kaki kamu nggak sakit?” tanya Gita cemas.


“Sakit sedikit kok, kan ada kamu yang bantu aku.” Zico berkata dengan lembut menatap memegang tangan Gita dan mengelus punggung tangan Gita dengan ibu jarinya sembari menatap Gita yang sedang berdiri disampingnya.


Melihat reaksi Gita yang tersenyum saat dipegang tangannya, Zico pun jadi ingin menanyakan jawaban yang ia tunggu-tunggu, karena biasanya Gita menghindar atau menepisnya kalau Zico memegang tangannya. Tapi kali ini tidak.


“Oya Git, kamu udah pikirin jawaban kamu belum?” Zico tiba-tiba bertanya lagi tentang hal itu, ia sudah tidak sabar ingin memiliki status sebagai kekasih Gita.


Gita hanya menganggukkan kepalanya.


“Lalu apa jawaban kamu?” Tanya Zico lembut dan menatap penuh harap.


“i.. iya..” Jawab Gita singkat.


“Iya apa?” goda Zico, padahal ia tahu maksud Gita.


“Iya aku mau.” Ketus Gita.


“Mau apa? Kok ketus gitu sih?” goda Zico lagi.


Gita menunduk malu-malu, “Iya aku mau jadi pacar kamu!"

__ADS_1


__ADS_2