First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Menyakitkan


__ADS_3

PLAKKK!!!


Seorang gadis yang muncul dari belakang Zico pun tiba-tiba saja menamparnya begitu keras kemudian menarik kerah jas yang dikenakannya. Melihat Yolla yang sedang mengamuk pun Sean mencoba menarik Yolla dengan memeluknya dari belakang, Ia mencoba melepaskan Yolla yang sedang tersulut emosi. Bahkan bola matanya pun seperti ingin keluar dari cangkangnya.


Ya, memang yang menampar wajah Zico adalah Yolla. Sedangkan Gita sedang berdiri mematung di belakang Zico, wajahnya datar namun air matanya terus mengalir begitu deras.


"Lepasin gue, Sean! Gue harus kasih pelajaran sama dia! Lepasin gue! Dia udah seenaknya menghina Gita! Gue nggak terima, Sean. Gue nggak terima!!!" teriak Yolla sambil menatap nyalang pada Zico dan terus memberontak agar Sean melepaskan pelukannya. Semua pelayan dan beberapa staff yang ada di restoran itu pun memandang ke arah mereka karena amukan Yolla. Untung saja Sean sudah membooking tempat ini sehingga tidak ada tamu lain di restoran ini selain mereka.


Zayn dan Zefa pun menatap lekat wajah sang mommy, "Mom, Mommy kenapa menangis?" tanya Zefa.


Seketika mereka pun menoleh ke arah Zefa.


Sedangkan Zayn yang sejak tadi mendengar semua pembicaraan mereka pun melangkahkan kaki mungilnya menghampiri Zico.


"Jadi, Uncle adalah Uncle Zico temannya Uncle, Ken? Kenapa Uncle bilang Mommy ******? Apa itu ******?" tanya Zayn polos dengan tatapannya yang dingin pada Zico.


Mendengar pertanyaan Zayn, Sontak Zico pun langsung berjongkok di hadapan Zayn.


"Uncle Ken? Bukannya Uncle Ken itu Daddy kamu?" tanyanya pada Zayn.


"Bukan! Aku tidak pernah tau siapa Daddy-ku. Tapi, Daddy-ku itu bukan Uncle Ken!" jawab Zayn.


Zico pun tersentak mendengar perkataan Zayn lagi, ia tatap wajah Zayn sambil menangkup wajah mungil Zayn dengan kedua telapak tangannya.


Ia membatin, "Kenapa anak ini mirip banget sama gue? Apa mungkin? ...."


"Di-Dia? ...," Zico seketika berdiri menatap Gita yang masih berdiri mematung dengan air matanya yang terus mengalir dan nafasnya yang tersengal, ia terlihat gusar dan mengusap kasar wajahnya sendiri, ia pun mulai menyadari kesalahannya pada Gita.


Yolla berdecih, "Cih ... kenapa lo? Baru sadar muka Zayn sama banget kayak lo?" cibir Yolla sambil menghalangi jalan Zico yang sedang menghampiri Gita.


Zico pun tak menggubris cibiran Yolla, ia melewati Yolla dan mendekati Gita yang sedang menatap kosong dengan netranya yang terlihat penuh luka dan kesakitan, bulir bening masih setia mengalir di pipinya.


"Sayang! Ma-Maaf ... maafin aku, maafin aku Gita, maafin aku," ucap Zico menangis memeluk Gita, ia benar-benar merasa menyesal karena telah meragukan Gita, apalagi ia sempat mengeluarkan kata-kata kasar untuk Gita kemarin dan juga barusan.


Sedangkan Gita yang dipeluknya tak bergeming sama sekali. Masih berdiri mematung sambil mengepalkan kedua tangannya begitu erat.


Ketika Zico terus memeluknya seperti itu, Gita mendorong pelan tubuh Zico dengan tangannya yang masih mengepal.


"La! Ayo, kita pergi!" ajak Gita sambil menggendong Zefa yang tadinya berdiri di samping Gita.

__ADS_1


Yolla pun menghampiri Zayn dan menuntunnya dengan memegang pergelangan tangannya.


Zayn yang sebenarnya masih banyak pertanyaan di benaknya pun terpaksa hanya menuruti Yolla karena tak ingin Gita menjadi semakin bersedih.


"Gita! Jangan pergi, Git! Maaf, Sayang! Maafin, aku. Aku mohon, maafin aku," Zico kembali memeluk Gita yang sedang menggendong Zefa dengan sangat erat, tangisnya pun semakin pecah karena Gita hanya mengabaikannya dan hendak pergi meninggalkannya.


"Lepas! Lepasin saya! Anda tidak pantas menyentuh ****** seperti saya, Tuan Zico yang terhormat!" sentak Gita mendorongnya kasar dan hampir saja membuat Zefa terjatuh.


Gita pun berbalik dan meninggalkan Zico pergi begitu saja dengan langkahnya yang cepat, tanpa menoleh sama sekali ke arah Zico.


"Lo kenapa nggak bilang gue dari kemaren sih tentang Gita?!" geram Zico sambil mencengkram kerah jas Sean dan menggoyang-goyangkan tubuh Sean. Ia merasa kesal kenapa ia baru mengetahui kenyataannya saat ini. Di saat ia telah mengeluarkan kata-kata kasar untuk Gita yang pasti akan selalu membekas di hati Gita.


"Gue kan tadi udah mau bilang sama lo, tapi lo masih terus aja ngomel-ngomel motong omongan gue! Lo juga udah keterlaluan banget sama Gita, Zi. Gue sih nggak yakin Gita bakal mau maafin, lo! Kata-kata lo tadi itu terlalu menyakitkan buat Gita, Zi."


Zico pun melepaskan cengkramannya dari kerah baju Sean sambil mendorongnya, dan mengusap wajahnya kasar lalu pergi berlari menyusul Gita.


Tapi sayang, saat Zico sampai di luar pintu restoran ternyata Yolla sudah melajukan mobil nya dengan cepat.


Bukan hanya Gita yang merasa marah, Yolla pun hatinya benar-benar tersulut emosi, belum puas rasanya ia pergi dari sana tanpa memaki Zico lebih dulu. Sahabat mana yang tak sakit hatinya di saat sahabat yang sangat disayanginya dihina seperti itu? Apalagi Yolla sangat tahu sebesar apa rasa cinta Gita untuk Zico. Selama 6 tahun lamanya berpisah, tidak pernah melunturkan cinta Gita pada Zico sedikitpun, bahkan seorang Kenzo yang selalu ada di sisinya saja tidak pernah ia balas perasaannya.


"Mommy! Kok Uncle yang tadi milip cekali Kak Jayn?" tanya Zefa sambil duduk di kursi belakang.


Setelah menunggu jawaban selama beberapa menit yang tak kunjung ada jawaban dari Gita maupun Yolla.


Zayn pun bertanya kembali, "Mommy, Apa mungkin dia Daddy kami?" tanyanya lagi.


Gita yang sedari tadi hanya diam dengan air matanya yang terus mengalir, tangisnya menjadi pecah, ia menangis tersedu-sedu, melihat itu Zayn pun melepas seat beltnya dan mendekatkan dirinya pada sang mommy, "Mommy, Maafkan Zayn sudah membuat Mommy sedih, ya? Zayn janji tidak akan menanyakan tentangnya lagi, Mom," ucap Zayn yang memang selalu terlihat dewasa dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Walaupun memiliki sikap dingin dan datar pada orang lain, tapi ia selalu bersikap manis pada Gita dan juga Yolla.


Setelah kepergian Gita dari restoran itu, Zico meminta kunci mobilnya pada Sean ingin mengejar Gita, namun baru saja dirinya melangkahkan kakinya, tiba-tiba mommy dan juga daddy-nya tiba di restoran itu.


"Lho? Kamu mau ke mana? Mana Gita, Zayn dan Zefa?" tanya daddy Austin menghentikan langkah kaki Zico sambil mengedarkan pandangannya ke dalam restoran mencari keberadaan Gita dan juga cucu-cucunya.


"Dad? Jadi, Daddy juga tau tentang anak-anak itu?" Zico terperangah mendengar ucapan sang daddy.


"Anak-anak? Anak-anak siapa? Lalu, siapa itu Zayn dan Zefa?" tanya mommy Celine tak mengerti tentang apa yang dibicarakan oleh putra semata wayangnya dan juga suaminya.


"Iya, Daddy tau, Zi. Sebelum daddy terkena serangan jantung, Daddy sering menengok mereka di Oxford."


"What's?! Jadi selama Zico di sana Daddy tau tentang keberadaan Gita? Tapi Daddy tidak pernah memberi tau apapun pada Zico, Dad? Terlebih lagi ada anak-anak itu di antara kami, tapi Daddy memilih tidak memberitahu Zico apapun tentang keberadaan mereka?" cecar Zico dengan wajahnya yang merah padam, ia benar-benar terlihat sangat marah pada daddy-nya.

__ADS_1


"Anak? Maksudnya apa sih? Kalian itu membicarakan apa? Anak siapa yang kalian maksud? ... Dad! Daddy juga jangan diam saja, jelaskan pada Mommy apa yang sebenarnya terjadi, Dad?"


Mereka pun duduk bersama, dan daddy Austin pun menceritakan semuanya.


Flashback On 


"Bayu! Saya ingin kamu segera mencari tahu tentang keberadaan Gita sekarang juga, cari ke semua penjuru. Jika dia tidak ada di dalam negeri, cari dia sampai ke luar negeri! Pokoknya kamu harus cepat menemukan dia!" titah daddy Austin pada sekretarisnya sekaligus sahabatnya itu.


"Baik, Tuan!" sahut Bayu. Ia pun mencari Gita sesuai dengan perintah daddy Austin, bahkan uang yang di keluarkan mereka pun tidak sedikit untuk mencari keberadaan Gita, karena mereka menggunakan semua koneksi mereka dan menyewa banyak orang untuk mencari keberadaan Gita.


Karena daddy Austin akan merasa sangat bersalah pada ayahnya Gita, almarhum David. Ia merasa ada sesuatu hal berat yang terjadi pada Gita sehingga Gita memutuskan untuk pergi dari Zico.


Enam bulan pun berlalu sejak kepergian Gita, daddy Austin berhasil menemukan Gita saat Gita hendak melahirkan cucu-cucunya di rumah sakit. Saat daddy Austin tiba di rumah sakit, Kenzo sedang duduk di kursi depan ruang operasi, karena Gita melahirkan melalui operasi caesar. Di usia kandungannya yang baru menginjak delapan bulan, Gita harus segera melahirkan anak-anaknya karena selama masa kehamilannya ia benar-benar merasa stress, karena sering sekali menangis.


Setelah selesai operasi, Gita sempat mengalami koma selama satu minggu karena sebelum dilarikan ke rumah sakit, Gita sempat mengalami pendarahan hebat yang membuatnya harus segera di operasi.


Daddy Austin pun menemani Gita di sana dengan alasan kepada sang istri sedang melakukan perjalanan bisnis.


Dua minggu daddy Austin berada di london menemani Gita.


Saat Gita terbangun dari komanya, yang pertama terucap dari bibirnya pun adalah Zico.


Namun ketika daddy Austin ingin menelpon Zico untuk memberitahunya, Gita mencegahnya, "Dad, Gita mohon ... Daddy jangan kasih tau Zico, ya? Gita nggak mau Zico tau keberadaan Gita, Dad. Gita nggak mau," pinta Gita sambil menangis terisak, karena tidak ingin membuat kondisi Gita drop lagi, akhirnya daddy Austin pun berjanji pada Gita untuk tidak memberitahu Zico tentang keberadaannya.


Hampir dua bulan sekali daddy Austin selalu menengok cucu-cucunya. daddy Austin pun membiayai seluruh biaya hidup Gita dan cucu kembarnya itu.


Tapi ketika Zico mendapat kabar dari Rey bahwa dirinya melihat Gita di Oxford, daddy Austin sengaja tidak memberi tahu Gita, karena ia berharap Zico bisa menemukan keberadaan Gita tanpa mengingkari janjinya pada Gita.


Ia bahkan membiarkan keputusan Zico untuk terus mencari Gita selama di Oxford sambil melanjutkan program masternya di Oxford University.


Saat Gita memutuskan untuk pindah ke Paris demi menghindari Zico pun, daddy Austin merasa kecewa sebenarnya pada keputusan Gita, karena ia pun tak sabar ingin sekali mempersatukan Zico dan Gita agar ia bisa bertemu dan bermain bersama cucu kembarnya setiap hari jika Gita dan Zico sudah menikah. Terlebih lagi, ia pun sudah tak sabar ingin memberitahu sang istri bahwa mereka sudah memiliki sepasang cucu kembar yang tampan dan cantik.


Gejolak batin yang di rasakan daddy Austin pun membuatnya merasa stress dan akhirnya mengalami serangan jantung yang membuat Zico harus kembali dan meneruskan perusahaannya, karena mommy Celine sudah melarang sang suami untuk kembali bekerja.


Bahkan dr. Felix selaku adik kandung sekaligus dokter pribadi mereka pun sudah melarang daddy Austin untuk bekerja, karena ia terlalu sering melakukan perjalanan bisnis, di khawatirkan ia akan mengalami serangan jantung lagi ketika berada di dalam pesawat dan jika terlambat mendapat pertolongan yang akan membuatnya kehilangan nyawanya.


Sejak saat itu daddy Austin pun tak pernah lagi bertemu dengan cucu kembarnya, ia hanya melakukan panggilan video untuk menghilangkan rasa rindunya, itu pun ia lakukan ketika mommy Celine sedang pergi ke salon.


Saat ia mendapatkan kabar dari Gita bahwa ia ingin bertemu hari ini dengan Zico dan meminta bantuannya untuk menjelaskan semuanya kepada Zico, daddy Austin pun sangat bahagia mendengarnya, ia sangat antusias, ia pun bergegas mengajak mommy Celine untuk bertemu dengan mereka.

__ADS_1


Flashback Off 


__ADS_2