First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Aksi Gila


__ADS_3

Ketika pria itu ingin bergantian memukulnya, dengan gesit Sean menangkap balok kayu itu kemudian melemparkannya ke sembarang. Ia pun menendang perut pria itu dengan kakinya yang jenjang hingga pria itu terlempar sejauh dua meter dengan posisi terjengkang. Sean menghampirinya kemudian berjongkok dan membuka masker pria itu sambil mencekik lehernya.


Begitu tercengangnya Sean, ternyata yang membantu Priscilla dalam melancarkan aksinya adalah salah satu teman seangkatannya saat SMA, ia adalah Miko, salah satu pria yang dulu sering mengejar-ngejar Priscilla, namun selalu ditolak oleh Priscilla karena Priscilla hanya terobsesi pada Zico.


Selama ini Sean hanya tau tentang pria itu melalui CCTV, wajahnya tidak terlalu jelas.


"Cih, jadi lo yang bantu cewek lon*te itu? Di kasih apa lo sama dia? Apa dia kasih keperawanannya buat lo sampe lo tega nabrak Zico, hah? Lo lupa perusahaan bokap lo yang mau bangkrut itu udah di tolong sama Zico?" maki Sean pada Miko.


"Sialan lo, Sean! Kurang ajar! Berani-beraninya lo bilang gue lon*te, hah?" sahut Priscilla menatap nyalang pada Sean.


Miko tersenyum miring, "Apa lo bilang? Zico yang tolongin bokap gue? Jangan ngarang lo! Kalo dia nolongin bokap gue, perusahaan bokap gue nggak akan bangkrut kaya sekarang, bokap gue juga nggak akan mati karena serangan jantung!"


"Heh! Itu semua bukan salah Zico. Bokap lo sendiri yang udah berkhianat sama Zico, dia menolak investasi besar dari Zico dan malah menerima investasi yang lebih besar dari perusahaan lon*te itu! Dan ternyata bokap ***** itu malah nipu bokap lo! Itu yang perlu lo tau! Dengan gobloknya lo malah bantuin dia celakain Zico!" ujar Sean.


Ya, Memang Zico pernah berinvestasi kepada perusahaan ayah Miko. Namun, karena keserakahannya sendiri, ayah Miko malah mengembalikan investasi dari Zico dan menerima investasi yang lebih besar dari perusahaan ayah Priscilla. Dan ternyata ayah Priscilla malah membatalkan investasinya secara sepihak, yang akhirnya membuat perusahaan ayah Miko gulung tikar karena keserakahannya sendiri.


"Apa? Nggak mungkin! Lo bohongin gue, 'kan?"


"Apa untungnya buat gue bohongin lo? Sebentar lagi juga lo bakalan di tangkep sama polisi."


"Pak! Punya borgol kan? Borgol dulu orang ini!" titah Sean pada security yang sedang mencoba membangunkan supir taksi online dan juga temannya yang pingsan.


"Baik, Pak!" jawab security itu kemudian bergegas memborgol Miko dan membawanya ke lantai dasar.

__ADS_1


Yolla berada di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yang terikat. Tadi saat Yolla membuka pintunya, tiba-tiba ia di bekap oleh Priscilla, dan supir taksi online itu pun di pukul tengkuknya dengan balok kayu sampai jatuh pingsan. Sedangkan Yolla yang masih sadar di ikat oleh Miko dan Priscilla.


Ternyata Priscilla menyadari ada seseorang yang mengintainya saat di depan apartemen. Ia sengaja memancing Yolla untuk masuk dan sengaja memancing Yolla ke atap apartemen itu.


"Heh, Sean! Kalo lo coba-coba bawa polisi buat nangkep gue, gue akan lompat dari gedung ini bareng sama dia!" teriak Priscilla mengancam Sean.


"Gila kali lo! Lo aja yang lompat sendiri, lo pantes buat mati! Biar lo cepet pergi ke neraka sana! Dosa lo udah terlalu banyak!" maki Yolla.


Priscilla yang kesal pada ucapan Yolla pun menendang kursi yang di duduki Yolla hingga Yolla jatuh tersungkur.


"La!" teriak Sean berlari menghampiri Yolla. Namun, Priscilla telah lebih dulu melingkarkan lengan kirinya di leher Yolla dengan tangan kanannya yang memegang pisau kecil yang terlihat sangat tajam. Bahkan pantulan teriknya cahaya matahari itu membuat Yolla memejamkan matanya karena silau.


"Kalo lo berani deketin kita, gue akan tusuk leher dia," ancam Priscilla sambil menggoresnya sedikit ujung pisau itu di leher mulus Yolla.


"**** ****!" teriak Sean, melihat wajah Sean yang terlihat sangat khawatir membuat Priscilla tertawa.


"Jadi lo suka sama cewek ini, hah?"


"Kurang ajar! Lepasin dia!" maki Sean lagi.


"Baguslah, berarti nanti bukan cuma Gita yang merasa kehilangan dia, tapi lo juga! Hahaha," Priscilla tertawa lepas seperti orang yang sudah tidak waras.


"Gila lo! Cewek iblis! Dasar gila!" teriak Yolla.

__ADS_1


"**** the shut up! Atau lo mau sekarang juga gue tusukin nih pisau di leher lo, hah?" bentak Priscilla.


"Aiishh!!! ****!!!" teriak Sean, ia benar-benar terlihat frustasi melihat Yolla terluka seperti itu.


"Lo mau dia selamat, 'kan? Lo bawa Gita ke sini! Biar dia yang mati bareng gue. Gue nggak rela dia hidup bahagia sama Zico! Kalo gue nggak bisa dapetin Zico, dia pun nggak boleh milikin Zico! Biar anak-anak dia merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa ibu!"


"Lo nggak usah melampiaskan penderitaan lo selama ini ke anak-anak Gita, Pris. Mereka sama sekali nggak ada hubungannya sama penderitaan lo!" ujar Sean.


BRAKK!!!


Tiba-tiba pintu darurat itu terbuka lagi, Gita, Zico dan beberapa anggota polisi  keluar dari pintu itu.


Gita terbelalak sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat Yolla menjadi sandera Priscilla, apalagi leher Yolla terlihat bercucuran darah.


"Pris! Lepasin Yolla!" teriak Gita dengan air mata yang terus mengalir, hatinya sangat sakit melihat sang sahabat terluka seperti itu.


"Haha, kebetulan banget lo datang! Lo mau gue lepasin dia? Lo ke sini, tuker tempat sama dia, baru gue lepasin dia!"


Tanpa berpikir panjang Gita hendak berlari menghampiri Priscilla dan Yolla yang sekarang sudah berdiri di tepi atap, dengan dua langkah mundur ke belakang saja sudah bisa membuat Priscilla dan Yolla terjatuh dari gedung berlantai 20 tersebut.


Namun tentu saja dengan gesit Zico menarik lengan Gita dan memeluknya erat.


"Zi, jangan lepasin dia, Zi!" teriak Yolla dengan air matanya yang mulai mengalir, padahal sejak tadi tak ada satu tetes pun air mata yang mengalir di pipinya. Namun, karena melihat Gita menangisinya, benteng pertahanan Yolla pun runtuh. Tentunya ia tak mau jika Gita mati karena terjatuh dari gedung ini, apalagi hanya karena aksi nekat Priscilla. Ia tahu betul bagaimana menderitanya Gita saat kehilangan sang ayah yang juga jatuh dari atas gedung. Bagaimana mungkin Gita mengalami akhir nasib yang sama seperti sang ayah. Tentunya Yolla tak mau jika Zayn dan Zefa memiliki trauma yang sama seperti Gita.

__ADS_1


__ADS_2