
Gita menganggukan kepalanya tersenyum dengan wajah yang sendu.
Setelah obat di botol infus Gita habis mereka pun bergegas pulang, Zico hendak mengantarkan pulang Gita ke apartemennya tetapi Gita menolak, ia ingin ke rumah sakit saja menemui ibunya, ada perasaan senang di hatinya, karena sekarang ia tidak perlu bekerja lagi, ia akan lebih banyak waktu untuk menjaga dan merawat ibunya.
Setelah mereka tiba di rumah sakit tempat Sophia dirawat, mereka sedang berjalan menuju ke kamar VIP tempat Sophia dirawat, namun saat mereka berjalan di lorong rumah sakit, tiba-tiba saja mereka melihat dokter dan perawat yang berlari bergegas masuk ke kamar Sophia dengan panik, Gita dan Zico pun ikut panik dan berlari ke kamar Sophia, baru sampai depan pintu mereka sudah dicegah tak boleh masuk oleh salah satu perawat.
“Sus! Ada apa Sus? Kenapa? kenapa dengan ibu saya?” Tanya Gita sembari menangis dengan wajah yang terlihat sangat panik.
“Maaf! kalian bisa tunggu di luar dulu sebentar, Nyonya Sophia tiba-tiba keadaannya memburuk, sekarang pasien sedang ditangani oleh dokter Felix, mohon tunggu di sini sebentar.” Ucap Suster itu kemudian menutup pintunya.
Zico dan Gita tidak diizinkan masuk karena Sophia sedang ditangani oleh dokter Felix Uncle nya Zico.
Tiba-tiba tubuh Gita melemas, ia merasa seperti sudah tak mempunyai tulang untuk berdiri, ia terjatuh dilantai dengan tatapan kosong namun air matanya mengalir deras.
Zico seketika berjongkok di hadapan Gita, ia membantu Gita berdiri dan mendudukkannya di kursi tunggu yang ada di depan kamar.
“Sayang, kita berdo’a aja untuk ibu ya, kamu jangan seperti ini, ibu akan sedih kalau melihat kamu seperti ini, kamu tenang aja, ada Uncle Felix yang sedang menangani ibu.” Tutur Zico, mencoba menenangkan hati Gita, ia pun duduk disamping Gita, ia merangkul Gita dan menyandarkan kepala Gita di bahunya.
Gita hanya memandang ke dinding dengan tatapan kosong nya dengan air mata yang berderai di pipinya.
__ADS_1
Setelah sekitar lima belas menit, Dokter Felix pun keluar dari kamar Sophia.
“Uncle gimana keadaannya?” Tanya Zico cemas.
“Maaf Zi… Pasien kritis, beliau akan di pindahkan ke ruang ICU!” Jawab Dokter Felix menepuk bahu Zico.
satu dokter jaga, dua perawat laki-laki dan satu perawat perempuan bergegas mendorong brankar ke ruang ICU.
Brukk…
Gita yang melihat Ibunya diatas brankar sedang tak sadarkan diri pun tiba-tiba terjatuh dari kursi tempatnya duduk, ia tak sadarkan diri.
“Bawa ke dalam, biar Uncle periksa Zi!” Pinta Dokter Felix.
Zico hanya menganggukkan kepalanya dan membopong Gita ala bridal shower, ia membaringkan Gita di sofa di kamar Ibu nya.
Dokter Felix memeriksa Gita, ia meminta Suster memasang infus untuk Gita.
Ia memandang iba pada Gita, sebelum keadaan Sophia memburuk tadi, ia mendapat panggilan dari Kakaknya, Austin William, Austin memberi tahu Felix bahwa Sophia itu adalah istri sahabatnya David, dulu Felix sangat mengenal baik David, bahkan saat ia sedang bertengkar dengan Austin, David lah yang selalu membelanya.
__ADS_1
'Kak David, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk merawat istrimu, dan untuk kedepannya aku akan selalu menjaga putrimu Kak.' Batin Felix.
"Uncle, Gita baik-baik aja kan?" tanya Zico cemas.
“Dia hanya kelelahan dan shock saja Zi, jangan terlalu khawatir.” Terang Dokter Felix, ia merangkul Zico, mencoba menenangkan Zico yang saat ini wajahnya terlihat sangat cemas.
“Iya Uncle… lalu gimana sebenarnya keadaan Ibunya Gita Uncle?” Tanya Zico lagi.
Dokter Felix menghembuskan nafas panjang.
“Keadaan beliau kritis Zi.” lirih Dokter Felix.
“Gimana bisa Uncle? Kan Ibu sudah melakukan kemo beberapa kali, dan selama tiga bulan di rawat di rumah sakit ini pun Ibu baik-baik aja, nggak pernah sampai kritis seperti ini, kata Dokter Ryan kankernya masih stadium dua, masih bisa di obati.” Tanya Zico beruntun.
“Ibu!!!” Teriak Gita terbangun seketika terduduk.
Hai teman-teman, maaf ya kalau novel pertama aku ini banyak typo nya, maklum lah baru belajar, jangan lupa kasih jempolnya, komen dan baca terus Bab-Bab selanjutnya ya..
Aku sayang kalian 🤗
__ADS_1