First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Austin bertemu Gita


__ADS_3

"Siapa nama anak David?” Tanya Austin .


“Gita namanya.” Jawab Bayu .


“Besok antarkan Aku ke tempat dia bekerja.” Pinta Austin .


“Okay.” Sahut Bayu .


***


Keesokan harinya seperti biasa Zico mengantar Gita ke tempatnya bekerja setelah pulang sekolah, Zico membukakan pintu mobil nya untuk Gita .


“Sayang aku kerja dulu ya, kamu kalau capek nggak usah ke rumah sakit nggak apa-apa kok, kamu pasti capek kan jaga Ibu dirumah sakit terus?” Tanya Gita sembari memegang tangan Zico.


“Nggak sayang, aku nggak capek kok, kasian Ibu kalau di rumah sakit sendirian, pasti jenuh.” Ucap Zico.


Ucapan Zico benar-benar membuat Gita merasa sangat beruntung memiliki Zico. ia pun memeluknya dengan erat.


“Makasih ya sayang, aku sayang banget sama kamu!” Ucap Gita sembari memeluk Zico.


“Iya sayang.” Sahut Zico membalas pelukannya sembari mengecup pucuk kepala Gita.


Dari kejauhan ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka dari dalam mobil.


Ya, Austin dan Bayu lah yang sedang memperhatikan Gita dan Zico.


‘David, lihatlah anak-anak kita, Aku tidak menyangka, anak kita bisa saling menyayangi seperti itu, takdir yang telah mempertemukan mereka kembali Vid, semoga kelak mereka berjodoh.’ Batin Austin sembari memandang putranya yang sedang berpelukan dengan Gita .


“Austin, apakah kita temui Gita sekarang?” tanya Bayu .


“Tidak! Lebih baik kita tunggu Zico pergi saja.” Sahut Austin .


Ia tak ingin Zico tahu kalau ia telah menyelidiki identitas Gita, karena ia tak ingin di diamkan oleh Istrinya, bisa-bisa ia akan didiamkan dan tak diberi jatah oleh sang Istri.


Karena Zico pernah tidak pulang ke rumah selama sebulan, ia tinggal dirumah Sean karena kesal dengan Daddynya yang menyewa seseorang untuk terus mengawasi Zico yang akhirnya selama Zico tidak pulang, Mommy Celine tidak mau berbicara sama sekali kepada Austin sampai Zico kembali pulang.


Setelah mobil Zico melaju dan sudah menjauh dari Mini Market itu, barulah Bayu mengemudikan mobilnya sampai depan pintu Mini Market, ia membukakan pintu untuk Austin, Austin pun turun dari mobilnya dengan menggunakan setelan Jas nya yang membuat sosoknya terlihat sangat berwibawa.


Saat ia masuk ke dalam Mini Market Gita sedang berganti pakaian diruang karyawan.


Kebetulan disana sedang ada Gani Manager Toko itu, ia mengenal sosok Austin, karena dulunya ia pernah bekerja di perusahaan Austin, Ia sangat terkejut melihat Austin datang ke Tokonya.


“Selamat Siang Tuan Austin, ada yang bisa saya bantu?” Gani menyapanya dan memberi hormat dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.

__ADS_1


“Tolong panggilkan Gita, saya ingin bicara empat mata dengan dia!” Ucap Austin dengan tegas.


“Oh iya Tuan, saya akan panggilkan dia, dia sedang ada di ruang karyawan, permisi Tuan.” Pamit Gani menghampiri Gita, ia mengetuk pintu ruang karyawan, karena ia tahu Gita sedang berganti pakaian di dalam sana.


Tok..Tok..Tok..


“Gita, kamu sudah selesai belum berganti pakaiannya?” Panggil Gani agak berbisik.


Ceklek..


“Ada apa Pak?” Gita membuka pintunya.


“i.. itu ada Tu..Tuan Austin mencarimu!” Jawab Gani berbisik.


“Tuan Austin? Aku nggak kenal Pak, memang dia siapa?” Tanya Gita polos. Memang ia baru mendengar nama itu, ia juga tidak pernah mengetahui nama Daddy nya Zico.


“Masa kamu nggak tau dia? Dia itu Tuan Austin William salah satu pengusaha terkaya se Asia lho... kok Tuan Austin bisa mengenal kamu Gita? Dia bilang ingin bicara empat mata sama kamu.” Sahut Gani masih berbisik.


‘Austin William? William kan nama belakang Zico, jangan-jangan? dia Daddynya Zico! Astaga!’ gumam Gita dalam batinnya, ia menutup mulutnya karena terkejut.


“Kamu kenapa Git?” Tanya Gani melihat wajah Gita yang terkejut.


Gita terlihat pucat, ia takut untuk bertemu dengan Daddynya Zico, karena yang ia dengar dari Zico dan Sean kalau Daddynya Zico itu adalah sosok yang tegas, ia berpikir mungkin Austin datang untuk meminta Gita meninggalkan Zico seperti di drama-drama.


Ia pun melangkahkan kakinya menemui Austin yang sedang berdiri didepan kasir.


“Selamat Siang, maaf Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya Gita sopan, berusaha terlihat tenang, padahal jantungnya berdegup kencang dan hatinya terasa perih karena membayangkan kalau sosok di depannya ini memintanya untuk meninggalkan Zico yang sangat dicintainya.


“Apa kamu bisa ikut saya ke Café atau restoran dekat sini? Saya ingin bicara dengan kamu!” Ucap Austin dengan tegas.


“Maaf Tuan, tapi saya sedang bekerja.” Tolak Gita halus.


Gani yang sedang berdiri dibelakang Gita pun di tatap tajam oleh Austin , ia pun mengerti arti tatapan tajam Austin , ia segera mengizinkan Gita untuk pergi dengan Austin .


“Nggak apa-apa Gita, kamu bicara saja dulu dengan Tuan Austin , saya akan menjaga kasir nya.” Tutur Gani.


'Aduh, Kak Gani nih kenapa sih malah ngomong gitu, nyebelin banget!' gerutu Gita dalam hati.


Kemudian Austin menatap tajam ke arah Gita, membuat Gita tidak bisa menolaknya lagi.


“Baiklah saya permisi izin sebentar ya Kak.” Gita mengikuti Austin berjalan dibelakangnya.


Bayu membukakan pintu mobilnya untuk Austin dan Gita.

__ADS_1


Saat Austin telah masuk ke dalam mobilnya, Gita ragu untuk masuk dan duduk disebelah Austin.


“Pak, saya boleh duduk didepan aja nggak? disamping bapak?” Tanya Gita pada Bayu .


“Silahkan duduk disini saja Nona Gita.” Sahut Bayu sembari menunjuk kursi di sebelah Austin dengan telapak tangannya.


Gita hanya bisa menuruti saja, tidak berani lagi tawar menawar, ia pun duduk di samping Austin.


Bayu pun melajukan mobilnya ke restoran sekitar Mini Market yang tersedia ruang pribadi.


Mereka sekarang hanya berdua di ruang pribadi, di sebuah restoran jepang.


'Katanya di café, kenapa malah di restoran mewah begini.' Batin Gita.


“Silahkan kamu pesan makan dulu, kamu pasti belum makan siang kan?” Tanya Austin yang wajahnya terlihat lebih santai dari sebelumnya.


“Hah? i.. iya Tuan.. oya, tapi maaf Tuan, saya tidak bisa lama-lama, saya harus kerja, lagi pula saya sudah makan siang kok.” Tolak Gita halus.


“Nggak apa-apa, saya akan pastikan Manager Toko itu tidak akan memarahi kamu.” Sahut Austin .


“Ba.. Baiklah Tuan.” Jawab Gita.


“Jangan panggil saya Tuan! panggil saya Uncle atau Daddy, kalau kamu mau menjadi menantu saya panggil saya Daddy.” Ucap Austin tegas.


“Hah??? Menantu? Maksudnya Tuan?” Tanya Gita terkejut, ternyata ini tidak seperti yang ia bayangkan.


“Kamu pacarnya Zico kan?” Austin bertanya balik.


“I.. iya!” Jawab Gita menunduk.


“Ayah kamu David kan?” Tanya Austin lagi.


“Kok Tuan tau?” Tanya Gita terkejut.


Austin menghela nafas panjang.


“David adalah sahabat saya sejak SMP, dia adalah sahabat terbaik saya.” Sahut Austin .


Gita membelalakkan matanya sembari menutup mulutnya yang menganga karena terkejut.


Austin tiba-tiba berlutut di samping tempat duduk Gita.


“Saya minta maaf Gita, saya sangat menyesal, disaat ayah kamu David meminta bantuan saya, saya tidak bisa membantunya sedikitpun atas masalah yang di hadapinya, dan di saat-saat terakhir sebelum dia melompat, david mengirimkan pesan suara kepada saya, dia menitipkanmu dan Ibumu kepada saya, tapi saya kehilangan jejak kalian, baru sekarang saya menemukan kalian, itu pun karena saya ingin mengetahui identitas kekasih Zico yang ternyata itu adalah kamu, anak David sahabat saya, maka saya minta sekretaris saya untuk mencari tau tentang kamu.” Tutur Austin sembari menitikkan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2