First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Anak-anak Kita


__ADS_3

"Hai, Git!" panggil Vino yang kebetulan sudah selesai bekerja juga.


Saat keluar dari ruangannya ia melihat Gita sedang berjalan sendirian, jadi ia pun mengejar Gita dan berjalan di sampingnya.


"Eh, Vin? Lo di sini juga?" tanya Gita karena melihat ID card yang masih menggantung di leher Vino.


"Iya! Gue di divisi marketing," jelas Vino. Mereka pun berbincang sambil terus melangkahkan kakinya menuju lobi.


"Oooh," sahut Gita singkat membulatkan mulutnya menyerupai mulut ikan.


"Lo sekretaris eksekutif, ya?" tanya Vino.


"Iya! Kok lo tau?" Gita bertanya balik.


"Itu kan ada di ID card nya," seru Vino menggoda Gita.


"Eh, iya ya!" sahut Gita.


Ketika mereka sampai di lobi dan masih berbincang sambil tersenyum satu sama lain, Vino terus memandang wajah Gita, sangat jelas terlihat kalau Vino masih memiliki perasaan khusus pada Gita.


Dari dalam mobil sepasang mata Zico sedang menatap tajam pada mereka. Baru saja Zico hendak turun menghampiri Gita, tiba-tiba ada sosok perempuan yang menghampiri mereka dan memeluk lengan Vino, dengan melihat sikapnya saja, Zico sudah bisa menebak kalau itu adalah kekasih Vino. Ia pun mengurungkan niatnya karena tahu Vino sudah memiliki kekasih.


Ia membunyikan klakson mobilnya berkali-kali hingga membuat semua orang yang ada di sekitarnya menengok ke arah mobilnya.


"Iiisssh, pasti itu Zico deh!" gerutu Gita dalam batinnya.


"Vin! Eh, maksud saya, Pak Vino, saya permisi, ya!" pamit Gita tersenyum kepada Vino dan juga ke perempuan di samping Vino yang sedang menatap tak suka pada Gita. Kemudian Gita melangkahkan kakinya menghampiri mobil Zico dengan wajahnya yang kesal.


Gita membuka pintu mobil Zico dan duduk di kursi samping Zico yang berada di kursi pengemudi dengan wajah kesalnya.


"Kamu tuh bisa nggak sih nggak usah klakson berkali-kali kaya tadi? Malu tau di lihat banyak orang!" baru saja duduk Gita sudah mengomel pada Zico. Namun pandangannya hanya menatap ke depan, tidak menengok ke arah Zico sama sekali.


"Suru siapa kamu malah ketawa-ketawa sama si mata empat itu!" balas Zico.

__ADS_1


"Siapa yang ketawa-ketawa sih? Orang cuma ngobrol biasa aja kok!"


"Dari tadi aku tuh perhatikan kamu berdua lagi keta ...."


"Stop it, Zi! Please! Kamu harus ingat! Kita nggak ada hubungan apapun saat ini, jadi kamu nggak berhak ngelarang aku untuk ngobrol sama siapapun!" tegas Gita memotong perkataan Zico, ia sangat kesal kalau Zico sudah cemburu seperti itu.


Mungkin kalau dulu ia senang jika Zico cemburu karena status Zico masih pacarnya, berbeda dengan sekarang yang tidak ada status apapun di antara mereka. Gita pun khawatir jika Zico melihat Gita sedang beramah tamah dengan klien-nya, Zico akan cemburu buta dan jadi bersikap impulsif.


Zico pun terdiam, melihat sikap tegas Gita seperti ini membuat hatinya merasa seperti teriris, ia merasa Gita benar-benar membatasi hatinya pada Zico saat Gita mengatakan kalau mereka tidak ada hubungan apapun saat ini.


Kemudian setelah hening beberapa menit, Zico menghela nafasnya panjang, "Iya, Maaf ... terus ini kamu pulang ke mana? Anak-anak kita di mana?" tanya Zico lembut.


"Di rumah kamu!" ketus Gita.


"Hah? Di rumah aku? Maksudnya? Di apartemen aku? Gimana bisa mereka ada di sana?" tanya Zico beruntun.


Gita mendengus kesal, "Bukan! Maksudnya tuh di mansion Mommy sama Daddy kamu!"


"Lho? Kok bisa mereka ada di sana?" kaget Zico lagi.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, mereka pun tiba di mansion milik keluarga Zico.


Namun ternyata Gita sedang terlelap karena kelelahan, Zico melepaskan seatbelt nya perlahan agar tidak membangunkan Gita. Ia pandang wajah cantik Gita dengan menyandarkan wajahnya pada setir kemudi dan menghadap ke arah Gita, ia terus memandang wajah cantik yang selama enam tahun ini selalu ia rindukan.


"Aku sayang banget, cinta banget sama kamu, Git. Aku nggak sanggup kalau harus kehilangan kamu lagi, kamu itu segalanya buat aku, apalagi sekarang ada anak-anak kita," gumam Zico menatapnya lirih.


"Emmmmh," Gita terbangun dari tidurnya mengucek matanya sambil menguap. "Kita udah sampe, Zi? Kok kamu nggak bangunin aku?"


"Kamu tidurnya nyenyak banget, mana tega aku bangunin kamu," sahut Zico sambil membuka botol air mineral lantas memberikannya pada Gita, "Nih, minum dulu."


"Thankyou!"


Mereka pun masuk ke dalam mansion, melihat Gita datang dengan Zico membuat mommy Celine mengulas senyumnya, bahagia rasanya melihat mereka bersama lagi seperti apa yang ia lihat sekarang ini.

__ADS_1


"Mom," sapa Gita saat menghampiri mommy Celine di ruang keluarga sambil menyalami dan memeluknya.


"Anak-anak baru saja tidur, sepertinya mereka kelelahan, Sayang. Soalnya tadi Mommy dan Daddy ajak mereka bermain di playground."


"Ooh," sahut Gita singkat.


"Lho? Tumben kamu pulang, Son!" tegur mommy Celine mengejek.


"Aku mau ketemu anak-anak aku, Mom. Di mana mereka?" tanya Zico mengulas senyumnya, terpancar aura kebahagiaan di wajah Zico. mommy Celine benar-benar merasa lebih bahagia saat melihat Zico tersenyum seperti saat ini, senyum yang sudah lama tak pernah terukir di wajahnya karena kepergian Gita.


Karena selama ditinggal Gita pergi, Zico tidak pernah sekalipun terlihat tersenyum di depan siapapun, di depan klien pun ia selalu bersikap dingin sampai membuat Zico di segani oleh para kolega bisnisnya.


Zico sampai lebih memilih menempati salah satu apartemen milik keluarganya, karena ia bosan mendengar nasihat-nasihat mommy dan daddy-nya.


"Mereka ada di kamar lantai 2 sayang, di kamar Gita dulu," sahut mommy Celine.


Dengan begitu antusias Zico berlari ke arah tangga ingin segera menemui anak-anaknya. Namun baru saja Zico melewati beberapa anak tangga, suara Gita mengehentikan langkahnya.


"Zi!" panggil Gita.


"Ya? Kenapa Sayang?" sahut Zico refleks menutup mulutnya, lupa akan permintaan Gita tadi, ia lupa malah  memanggilnya sayang, karena memang sejak dirinya berpacaran dengan Gita, ia jarang sekali memanggil nama Gita.


"Aku mau ngomong dulu sebentar, bisa?" tanya Gita.


"Of course!" Zico pun kembali turun dan menghampiri Gita. "Ngomong apa? Kan dari tadi kita udah ngobrol banyak."


"Ya sudah, kalian ngobrol lah dulu, Mommy mau samperin cucu-cucu Mommy dulu ya?" pamit mommy Celine kemudian melangkahkan kakinya menuju lift.


"Maaf , Mom. Gita juga mau ngomong sama Mommy, bisa nggak?" pinta Gita.


"Oh, tentu saja, Sayang. Ya sudah, ayo kita duduk dulu," ajak mommy Celine.


Gita pun mengangguk dan duduk di sofa panjang, begitu pun Zico yang mengikuti Gita dan duduk si sampingnya.

__ADS_1


"Kamu mau ngomong apa sih?" tanya Zico penasaran.


"Zi, Mom. Sebelumnya Gita minta maaf banget karena harus ngomong kayak gini ... Gita minta jangan kasih tau mereka dulu ya tentang kalau Zico adalah Daddy mereka."


__ADS_2