First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Gita Mengkhawatirkan Yolla


__ADS_3

Latihan Basket pun telah usai.


Zico, Sean dan Alex menghampiri tiga wanita cantik yang sedang berbincang sembari tertawa.


Sedangkan Kenzo yang memilih tetap menjomblo bergegas pulang, bukan karena tidak ada yang suka padanya, tapi memang karena ia yang tidak ingin menjalin kasih dengan gadis manapun yang sudah mendekatinya.


"Asik benar kalian ngobrolnya." Goda Alex sembari duduk disamping Nadhira, kekasihnya.


"Oh, udah selesai ya Beb latihannya?" Nadhira malah bertanya balik.


"Udah kok Beb." Jawab Alex membelai rambutnya, terlihat sangat menyayangi Nadhira, hanya Nadhira lah pacar terlama Alex, mereka menjalin hubungan kurang lebih sudah jalan delapan bulan, sedangkan di hubungan yang sebelum-sebelumnya hubungan terlama Alex hanya dua bulan saja, entah sudah berapa kali Alex menjalin hubungan dengan para gadis, sampai-sampai ia sangat kesulitan saat mendekati Nadhira, karena Alex sudah di cap Playboy oleh para gadis, sangat sulit bagi Alex untuk mendapatkan kepercayaan Nadhira.


Nadhira adalah gadis manis berkulit kuning langsat dengan tubuh yang ideal, dan kaki yang jenjang bak model, tentu saja membuat Alex bucin setengah mati padanya.


Sedangkan Giselle adalah gadis imut dan chubby, mirip seperti Yolla, hanya saja kalau Yolla memiliki tinggi badan yang tinggi hampir seperti Nadhira, sedangkan Giselle memiliki tinggi standar saja seperti Gita, bahkan tinggi mereka sejajar saat berdiri.


"Sayang... jangan langsung balik ke asrama ya? Temenin aku makan dulu yuk, aku laper banget." Keluh Zico.


"Ya udah ayo... Tapi jangan kemalaman ya, nanti gerbangnya keburu ditutup." Jawab Gita.


"Iya sayang." Sahut Zico mengacak pelan rambut di pucuk kepala Gita.


"Hmmm.... Bosen gue liat kebucinan lo berdua." Cebik Sean.


"Lah? Kenapa lo? Itu ada Giselle, jadiin lah, nanti juga kalau udah jadian lo sama bucinnya seperti kita." Ejek Alex tertawa kecil.


Sean hanya melirik Giselle, begitu pun dengan Giselle yang tersipu malu.


Setelah melirik Giselle, Sean pun melirik Gita dan Zico, Gita menatap tajam pada Sean, karena memang ia masih merasa kesal pada Zico, sebenarnya ia sangat ingin berbicara empat mata dengan Gita tentang Yolla, hanya saja, ia sangat tahu bagaimana sifat cemburu nya Zico yang terlalu, jadi ia pun mengurungkan niatnya, karena malas di cemburui oleh sahabatnya yang satu itu.


"Oya, gimana kalau kita triple date, kita makan di cafe tempat biasa." Ajak Alex.


"Boleh boleh, lagi pula kalian bertiga udah saling kenal kan?" Sahut Zico, lalu bertanya pada tiga gadis yang ada di hadapannya.


"Of course!" Sahut Nadhira, ia melanjutkan, "Wait Wait... Kalian emang gak mau ganti baju dulu apa? Bau keringet tau!" Ketus Nadhira.


"Hahaha... Iya ya.. lupa kita... Ya udah, ayo kita mandi dulu!" Ajak Alex.


"Kita tunggu di lobby ya Beb." Ucap Nadhira.

__ADS_1


Mereka bertiga pun melangkahkan kakinya untuk mandi dan berganti pakaian.


Di lobby Sport Hall tiga gadis itu menunggu...


"Git, aku panggil kamu Gigi aja ya, soalnya kalau Gita kepanjangan gitu rasanya.. hehe.. nggak masalah kan?" Tanya Nadhira.


"Iya nggak apa-apa kok, sahabat aku juga suka panggil aku Gigi." Jawab Gita.


"Ooh kamu punya sahabat juga ya? Sama seperti kita? Kenalin dong sama kita Git." Seru Giselle.


"Iya aku punya sahabat namanya Yolla, tapi dia sekarang kuliah di paris." Ucap Gita.


"Oh, jauh banget ya..." Sahut Nadhira.


"Iya..." Jawab Gita terlihat sedih.


Ia memang sangat merasa kehilangan Yolla, sosok yang selalu ada disampingnya itu baik saat suka maupun duka, bahkan jauh sebelum ia mengenal Zico.


"Ya udah kamu jangan sedih gitu dong, kan ada kita, mulai sekarang anggap aja kita berdua ini sahabat kamu, Gimana? Mau kan sahabatan sama kita?" Tanya Giselle memeluk lengan Gita.


"Iya Gi, kan ada kita... Nanti kalau Yolla pulang kesini, kenalin sama kita juga ya?" Ujar Nadhira.


Gita merasa terhibur karena mereka berdua, ia pun tersenyum.


"Lho kok malah nangis? Udah dong sedihnya." Ucap Nadhira mencoba menghibur Gita, ia menyeka air mata Gita dengan Ibu jarinya dan memeluknya, begitupun Giselle yang ikut pula memeluknya, tinggal tambah Yolla, jadi deh formasi Teletubbies.


"Ya ampun... So sweet banget sih kalian, baru juga kenal udah berpelukan aja, mau dong ikutan dipeluk." Goda Alex dengan suara bass nya sembari memeluk kekasihnya dari belakang.


"Iih Beb, ikut-ikutan aja sih." Ucap Nadhira sembari melepaskan pelukannya dari Gita.


"Sayang.. kamu kenapa? Kok mata kamu seperti habis nangis?" Tanya Zico lembut membelai pipi Gita.


Gita hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Ya udah ayo kita jalan." Zico mulai  merangkul Gita, ia memutuskan untuk menanyakannya di mobil saja nanti.


Zico dan Alex merangkul kekasihnya masing-masing, Giselle berjalan diantara mereka berempat, Nadhira dan Gita sama-sama memeluk lengan Giselle, sedangkan Sean berjalan sendirian di depan mereka.


Kebetulan hari ini Zico membawa mobil sportnya yang hanya memiliki dua kursi, begitupun juga dengan Alex, ya mau tak mau Giselle harus ikut mobilnya Sean, saat ini Sean sudah mempunyai mobil sendiri, mobil yang sama seperti Zico, saat ulang tahunnya sebelum kelulusan sekolah, Zico memberikan hadiah mobil Sport salah satu koleksinya, tadinya Sean menolak, tetapi Austin lah yang memaksa Sean untuk menerimanya, akhirnya Sean pun tak berani membantahnya dan menerima hadiah itu.

__ADS_1


Didalam mobil Zico...


"Sayang, tadi kamu kenapa nangis?" Sebelum mengemudikan mobilnya Zico mengungkapkan rasa penasarannya sambil menatap Gita.


"Nggak apa-apa sayang, aku cuma lagi ke ingat Ibu sama Yolla aja." Jawab Gita mengelus pipi Zico.


"Kalo inget Ibu kamu nangis aku ngerti, tapi kamu kenapa nangis ingat Yolla?" Seru Zico tak mengerti.


"Aku kangen sama dia Zi, aku khawatir banget sama dia, apalagi tadi pas telpon aku ngerasa, dari suaranya dia terdengar seperti lagi sakit Zi, aku gak tega membayangkan Yolla yang manja di sana sakit sendirian gak ada yang merawat." Tutur Gita.


"Kamu mau ke sana gak? Kalau mau kita berdua kesana aja, gimana?" Tawar Zico asal.


"Iishh ngaco deh kamu, mana bisa kita ke sana? Kan kita kuliah, nanti aja kalau liburan baru kita ke sana." Ujar Gita.


"Oh iya ya... Ya udah, beneran ya nanti liburan kita kesana?" Zico ingin memastikan, ia sudah tidak sabar rasanya membayangkan dirinya dan juga Gita berjalan-jalan di negara yang penuh keromantisan itu.


"Iya sayang... Udah ayo kita jalan, nanti mereka nunggu kita lho." Seru Gita.


Zico menganggukkan kepalanya.


Zico pun melajukan mobilnya, ia menyetir sembari berbincang dengan Gita.


"Sayang, kamu tadi sepertinya kelihatan banget udah akrab sama gebetannya Sean, berarti kamu udah gak marah dong sama Sean?" Seru Zico.


"Giselle maksud kamu? Dia kelihatannya cewek baik-baik, dia ramah banget, jadi aku juga gak bisa dong tiba-tiba jutekin atau sinis sama dia? Kalau sama Sean... Entah kenapa aku masih kesal sama dia." Gita mulai mengerucutkan bibirnya lagi jika membahas Sean.


"Lho kok gitu? Memang apa yang membuat kamu masih kesal sama dia?" Tanya Zico lagi tak mengerti kenapa bisa Gita masih kesal dengan Sean, Sedangkan dengan Giselle, Gita sudah terlihat sangat akrab.


"Tadi Giselle cerita, katanya dia gak sengaja lihat layar Hp nya Sean, dan wallpaper nya itu foto cewek imut dan chubby, aku curiga sih itu foto Yolla." Duga Gita.


"Terus kenapa kalau memang itu foto Yolla? Bagus dong berarti dia masih cinta sama Yolla, bukannya itu yang kamu harapkan?" Seru Zico.


"Aku kesal kalau Sean plin plan seperti itu Zi, kalau memang dia masih suka sama Yolla ya dia gak usah mau dong dikenalin sama cewek lain, kalau kaya gitu kan dia cuma kasih harapan palsu aja sama Giselle, dia hanya akan menyakiti dua cewek sekaligus Zi... Harusnya, kalau memang dia masih cinta sama Yolla, ya kejar Yolla sampai dapat, bukannya malah mengabaikan Yolla." Terang Gita.


"Mengabaikan gimana maksud kamu?" Tanya Zico lagi mengerutkan dahinya.


"Yolla tadi pas telpon bilang, belakangan ini dia sering kirim pesan ke Sean, tapi gak ada balasan sama sekali, sepertinya Yolla sakit tuh karna kepikiran Sean deh." Duga Gita.


Zico menghela nafas berat,

__ADS_1


"Hmmm... Sean...Sean." Gumam Zico menggelengkan kepalanya.


Mereka pun telah tiba di Cafe tujuan mereka berenam...


__ADS_2