
"Kenapa sih kamu tadi menolak saat aku mau mengantarkan kamu pulang, dan malah mau pulang bersama si kadal itu?" gerutu Zico mengusap kasar wajahnya.
***
Keesokan harinya...
Pada waktu di sela-sela waktu kelasnya, Zico ke kantin bersama Alex, Kenzo dan Sean.
Ketiga gadis cantik itu pun ada di kantin. Yakni, Gita, Giselle dan Nadhira.
Seperti biasa Giselle dan Nadhira menghampiri kekasihnya masing-masing, tetapi tidak dengan Gita, Gita duduk sendiri menjauh dari mereka karena ada Zico di sana.
Mereka berlima pun bingung melihat Zico dan Gita yang saling menjaga jarak, padahal biasanya mereka berdua selalu terlihat sweet.
'Ya ampun! Itu keningnya kenapa, ya? Kok diperban kaya gitu?' tanya Gita dalam benaknya.
'hmmm ... Bukannya membujuk aku, malah menghindar,' kesal Zico dalam batinnya saat melihat Gita duduk menjauh darinya, Ia pun beranjak pergi dari sana.
'Percuma aku di sini kalo kamu menghindari aku kaya gini, mendingan aku pergi!' gerutu Zico lagi dalam batinnya.
"Lho, Zi? Lo mau ke mana?" tanya Alex.
"Cabut!" sahut Zico singkat.
"Git! Kamu lo diam aja? Nggak ikut Zico?" Tanya Nadhira penasaran, karena selama dekat dengan Gita, baru kali ini rasanya ia melihat Gita dan Zico terlihat seperti sedang bertengkar.
Bukannya menjawab Gita malah menitihkan air matanya, dadanya terasa sesak melihat Zico meninggalkannya seperti barusan, padahal ia berharap Zico mau meminta maaf atas perilaku kasarnya kemarin.
"Lho? Kok malah nangis, Git? Lo kenapa?" tanya Giselle menghampiri dan memeluk Gita.
Gita pun semakin terisak dipelukan Giselle.
"Kalau ada masalah lo cerita sama kita, Git! Jangan dipendam gitu," ujar Nadhira.
Sampai tangisnya mereda pun Gita tetap tak mau bercerita pada sahabat-sahabatnya.
Giselle dan Nadhira pun hanya saling melirik, Giselle memberi kode pada Nadhira agar tak bertanya lagi tentang masalah yang dihadapi oleh Gita.
Alex, Sean dan Kenzo pun menjadi penasaran tentang apa yang terjadi pada Zico dan Gita, mereka akan mencoba bertanya pada Zico nanti saat latihan basket.
***
Di Sport Hall kampus...
"Zi! Lo sama Gita kenapa sih sebenarnya?" tanya Alex yang dari tadi sudah sangat penasaran, terlebih lagi ia terus menerus diminta Nadhira untuk bertanya pada Zico.
__ADS_1
"Iya, Zi! Lo biasanya kalau berantem sebentar doang, nggak pernah sampai diam-diaman kaya tadi," Sean menimpali.
Bukannya menjawab Zico malah melempar bola basketnya pada Alex.
"Ayo, cepet latihan lagi!" titah Zico.
Alex dan Sean pun hanya saling melirik.
Disaat mereka mulai latihan, Giselle dan Nadhira datang untuk melihat para kekasihnya itu berlatih, biasanya Gita selalu ikut serta untuk melihat Zico, tapi karena mereka yang masih bertengkar, Gita pun memilih untuk berdiam diri di asrama saja mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.
'Ck ... Kamu bahkan nggak mau sekedar lihat aku latihan!' gumam Zico dalam batinnya saat melihat Giselle dan Nadhira hanya datang berdua.
Nadhira dan Giselle pun berbisik saat menyadari Zico sedang menatap ke arah mereka.
"Sel! Zico pasti lagi cari Gita deh," bisik Nadhira.
"Iya lah, nggak mungkin juga cari kita! Sebenarnya mereka kenapa sih ya, Ra? Kok sampai seperti ini sih marahannya? Biasanya juga kalo marahan pasti Zico langsung bujukin Gita, sekarang mereka sama-sama nggak ada yang mau mengalah," tutur Giselle penasaran.
"Apa kita ke asrama Gita aja yuk, Sel? Mungkin tadi Gita nggak mau cerita karena ada Alex, Sean dan Kenzo. Kali aja kalau di kamarnya dia mau cerita sama kita," ujar Nadhira.
"Ya udah, sekarang aja, yuk! Mumpung Sean sama Alex masih latihan," ajak Giselle.
"Ayo!" Nadhira pun mulai berjalan sembari memeluk lengan Giselle, sekarang ia selalu seperti itu setiap berjalan dengan Giselle, khawatir Giselle pingsan seperti waktu di Mall dulu saat ketahuan tentang penyakitnya.
Mereka pun bangkit dari tempatnya duduk dan berjalan ke arah pintu sport hall.
"Aku mau ke asrama Gita, Beib!" sahut Nadhira teriak pula, hingga terdengar jelas oleh Zico.
Sedangkan Sean dan Giselle hanya saling menatap sembari mengulas senyum dan melambaikan tangannya.
***
Tok... Tok... Tok...
"Git!" panggil Giselle dari balik pintu.
Ceklek...
"Tumben kalian ke sini?" tanya Gita tersenyum melihat kedatangan Giselle dan Nadhira.
"Nggak apa-apa, cuma pengen main aja," jawab Giselle.
"Nggak seru tau kalau nggak ada lo, Git!" Nadhira menimpali.
Gita hanya tersenyum mendengar perkataan para sahabatnya itu.
__ADS_1
"Git! Lo sebenarnya ada masalah apa sih sama Zico?" tanya Nadhira.
"Duduk sini!" titah Gita sembari menepuk ranjangnya meminta Giselle dam Nadhira duduk di atas ranjangnya.
"Git! Jawab dong yang gue tanyain tadi!" titah Nadhira.
"Jadi ... Kemarin tuh gue ke rumah Zico, karena Zico nya sakit, jadi Mommy nya panggil anaknya Uncle Felix namanya Kak Gerald, dia dokter juga sama kaya Uncle Felix, dia udah ambil spesialis kardiotoraks sama seperti yang gue mau ambil nantinya. Terus dia tuh orangnya usil, senang banget godain Zico, Zico nya marah sampai mukulin Kak Gerald. Selama ini yang gue tau Zico selalu lemah lembut sama gue, jadi saat kemarin gue lihat dia kaya gitu, gue jadi takut banget sama dia, terus dia tinggalin gue pergi gitu aja entah ke mana, terus saat mau pulang Daddy nya maksa gue pulang sama Kak Gerald, ya udah gue pulang sama Kak Gerald, eh taunya kita papasan, dan dia makin marah kayanya lihat gue pulang sama Kak Gerald, bahkan sekarang dia marah sama gue juga," tutur Gita panjang lebar.
"Ooh gitu! Intinya dia jealous ya sama sepupunya sendiri?" tanya Nadhira.
"Yaaa gitu lah!" jawab Gita sambil mengangkat bahunya.
"Terus kok lo nggak bujuk dia aja biar dia nggak marah lagi sama lo, Git? Mungkin dia pengen dibujuk sama lo," tutur Giselle.
"Gue takut, Sel. Masih terbayang jelas di benak gue gimana raut wajah Zico kemarin disaat lagi tersulut emosi, gue jadi nggak berani dekat-dekat dia, Sel. Tapi baru sehari aja gue jauh dari dia, hati gue kok rasanya sakit banget, hati gue kaya kosong kalo nggak sama dia, Sel, Ra," lirih Gita menundukkan pandangannya dan menitihkan air matanya lagi sambil memainkan jemarinya.
Giselle dan Nadhira memeluknya dengan erat.
"Udah ya, kan masih ada kita, kita kan udah janji akan selalu ada buat, lo," ucap Nadhira mencoba menghibur Gita.
"Iya, Git. Benar kata Nadhira! Lo nggak usah sedih, kita lihat aja nanti, Zico kuat sampai berapa lama diemin lo kaya gitu. Tadi aja pas kita datang cuma berdua, dia kelihatan seperti kecewa banget." tutur Giselle.
"Iya, Git! Dia seperti mengharapkan lo datang seperti biasanya," Nadhira menimpali.
Gita hanya diam menyeka air matanya.
"Kita jalan ke Mall aja yuk, Git?!" ajak Nadhira.
"Nggak deh, Ra. Gue lagi agak sedikit nggak enak badan soalnya. Maaf ya?" tolak Gita halus.
"Ya udah, nggak apa-apa kalau memang nggak bisa," sahut Nadhira.
"Hallo, Beib!"
(Kamu masih di asrama Gita, kan?) tanya Alex dari sebrang telponnya.
"Iya, Beib!" sahut Nadhira.
(Ya udah, kamu cepetan turun ya! aku sama Sean udah di depan gerbang asrama nih, Beib.)
"Okay!"
***
Nadhira dan Giselle yang sedang berjalan menuju kekasih hatinya pun tiba-tiba matanya tertuju pada sosok lelaki tampan yang sedang bersandar pada mobil sport berwarna merah.
__ADS_1
"Excuse me!"