First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Flashback On


__ADS_3

"Excuse me!" Sapa lelaki tampan yang stylish dan menggunakan kacamata hitam itu.


"Yes? Can I help you?" sahut Nadhira.


"Apa kamu kenal Gita?" tanya Gerald tersenyum sangat ramah pada Nadhira dan Giselle.


Ya, memang dia adalah sosok yang sangat ramah, terutama kepada para gadis.


"Of course! Dia teman kita," sahut Nadhira tersenyum ramah pula.


Alex dan Sean yang melihat para kekasihnya sedang berbincang dengan lelaki asing pun langsung menghampirinya.


"Siapa lo?" tanya Alex ketus pada Gerald, ia belum mengenal sosok yang ada di hadapannya itu.


"Wait Wait! ... Lo? Lo Gerald 'kan?" seru Sean sambil menunjuk wajah Gerald dengan jari telunjuknya.


"Ahahaha ... ternyata lo masih kenal sama gue, Sean? Apa kabar lo?" Gerald memeluk Sean ala-ala bromance.


Gerald dan Sean memang sangat akrab sejak kecil, karena karakternya yang sama usilnya, sejak kecil mereka sering sekali terlihat kompak dalam hal menjahili Zico.


Sean yang sudah seperti keluara Zico selalu ikut dalam acara pertemuan keluarga besar Zico, jadi ia sering sekali bertemu dan bermain bersama Gerald.


Sebenarnya Sean, Zico dan Gerald sangat akrab sejak kecil, hanya saja ada suatu hal yang membuat Zico selalu kesal pada Gerald.


"Baik, gue! Lo sendiri? Sejak kapan lo balik? Kok nggak ada hubungin gue?" tanya balik Sean beruntun, ia sangat senang bertemu dengan bromance nya itu.


'What's? Dia, Gerald?! Berarti dia sepupunya Zico dong? Ya ampun! ganteng banget, sih! pantas aja Zico takut Gita berpaling dari dia,' gumam Nadhira dalam batinnya.


'Gerald? Berarti dia yang sudah membuat Zico cemburu? Tapi kok Sean akrab banget ya sama dia?' gumam Giselle pula dalam batinnya.


"Gue baru balik tiga hari yang lalu, Bro! Nanti kita main basket, ya? Mumpung gue masih free nih satu minggu ini." tutur Gerald.


"Kebetulan besok sore kita ada latihan basket di kampus, lo ikut latihan aja ya sama kita?" ajak Sean.


"Okay!" sahut Gerald mengiyakan ajakan Sean.


'Sean akrab banget sama nih cowok! Sampai ngajak main basket bareng segala, Siapa sih dia?' gumam Alex sambil memandang tak suka pada Gerald.


Ya, memang karena Alex belum pernah bertemu dengan Gerald sebelumnya.


Dan sebagai mantan playboy, ia bisa menebak karakter Gerald yang terlihat playboy hanya dari melihat interaksi Gerald dengan Nadhira dan Giselle tadi.


"By the way, itu bibir lo kenapa? Lo abis ribut sama siapa, Ger?" tanya Sean.


"Ahahaha... Biasalah! Zico!" kekeh Gerald.


"Pasti lo godain dia sampai bikin dia marah, ya? Tapi biasanya dia nggak sampai menghajar lo seperti ini, Ger?" ujar Sean.


"Gue godain ceweknya, terus dia marah banget sama gue!" cetus Gerald terkekeh.

__ADS_1


"Pantesan aja! Itu namanya lo bangunin macan lagi tidur, Ger! Zico tuh bucin akut sama Gita!" tutur Sean tertawa. Ia melanjutkan, "Jangankan sama lo! Sama gue aja dia suka cemburu, kalau gue ngobrol sama Gita tuh harus ada dia tau nggak," kekeh Sean.


Gerald pun tertawa mendengarnya.


"Oya! Kenalin, Ger! Ini cewek gue!" seru Sean sembari merangkul Giselle.


"Hai! Gue Gerald!" Gerald mengulurkan tangannya mengajak bersalaman dengan Giselle.


"Gue, Giselle!" jawab Giselle. Mereka pun bersalaman.


"Kalau ini Alex! sahabat gue sama Zico, dan ini Nadhira ceweknya Alex," ucap Sean memperkenalkan Alex dan Nadhira.


Alex dan Gerald bersalaman memperkenalkan diri, tapi tidak dengan Nadhira, Alex menghalau tangan Nadhira agar tak bersalaman dengan Gerald, karena ia melihat netra Nadhira yang nampak terpesona oleh ketampanan Gerald.


Nadhira menelpon Gita untuk segera turun menemui mereka.


Mereka pun berbincang di gerbang asrama, karena karakter Gerald yang humoris mereka pun tertawa bersama, Sean sampai terbahak-bahak dibuatnya, termasuk Gita yang ikut tertawa mendengar lelucon Gerald.


Ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari dalam mobil.


Ya, Zico yang tadi mendengar Alex dan Sean akan menyusul para kekasihnya ke asrama Gita, akhirnya memutuskan untuk menyusulnya, ia sudah sangat rindu pada Gita, ia ingin meminta maaf saja pada Gita agar dapat berbaikan lagi dengan Gita.


Tapi nyatanya saat tiba di sana, ia malah melihat Gita berdiri di samping Gerald dan wajah Gita terlihat sangat bahagia, berbeda dengan wajah Gita tadi siang saat di kantin dengannya, wajah Gita malah terlihat murung.


Melihat itu membuat Zico menggebrak setir mobilnya, ia pun seketika menginjak pedal gas nya dengan kecepatan penuh melewati mereka yang sedang tertawa bersama.


"Zico?! Itu mobil Zico kan, Sen?" tanya Alex.


"Sepertinya sih iya! Itu memang mobil baru dia kan ya, Git?" Sean malah bertanya pada Gita, karena memang Sean sudah lama tak pernah ke mansion Zico, jadi ia tak tahu kalau Zico memiliki mobil baru lagi.


Gita seketika terdiam, ia hanya menjawab pertanyaan Sean dengan anggukan, senyumnya tak terukir lagi di wajahnya.


"Gita! Kamu masih marahan sama Zico?" tanya Gerald dengan wajah serius. Ia tak menyangka Zico sampai marah seperti itu, padahal biasanya Zico hanya marah sebentar saja. Ia pun jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya yang membuat Zico seperti itu.


"Iya, Kak!" sahut Gita menundukkan pandangannya.


'Si Zico kenapa sih sebenarnya? Kemarin aja marah sampai segitunya sampai nonjok gue, gue kira cuma marah sama gue doang, tapi kenapa malah marah sama Gita juga? Pasti gara-gara kemarin gue antar Gita, nih.' gumam Gerald dalam batinnya.


Mereka yang ada di sana hanya saling melirik satu sama lain.


Sean mulai paham apa yang membuat Gita dan Zico menjauh saat di kantin tadi siang.


"Maaf ya semuanya, aku balik ke dalam dulu, lagi agak kurang fit soalnya," pamit Gita kemudian meninggalkan mereka semuanya.


Ia tak tahan lagi menahan air matanya yang sudah mengembun sejak tadi.


Ia hempaskan tubuhnya ke atas ranjang dengan posisi tengkurap dan menangis terisak saat tiba di kamar asramanya.


Ia tidak tahu apa yang sebenarnya membuat Zico semarah itu padanya dan juga Gerald.

__ADS_1


***


Di dalam Mansion Zico...


"Son! Sudah pulang kamu, Nak? Sudah makan malam belum?" sambut sang mommy saat melihat putra kesayangannya itu masuk.


Tetapi Zico tidak menyahut sama sekali,  ia bergegas naik lift menuju ke kamarnya.


"Zico!" panggil mommy Celine lagi, Zico tetap tidak menyahut panggilan dari sang mommy.


"Ya ampun! Kenapa lagi sih anak ini?" gerutu mommy Celine.


"Den Zico kenapa lagi, Nyonya?" tanya bu Wati yang baru saja tiba.


mommy Celine menghembuskan kasar nafasnya.


"Hmmm! Nggak tau lagi tuh ..., Ck... pusing saya, Bu!" gerutu mommy Celine sambil memijit dahinya sendiri.


"Sudahlah, Nyonya! Nggak perlu dipikirkan, paling juga lagi bertengkar dengan Non Gita, paling besok juga sudah baikan." ujar bu Ambar.


"Semoga saja ya, Bu." sahut mommy Celine.


Di dalam kamar Zico...


Sama seperti Gita, ia pun menghempaskan kasar tubuhnya ke atas ranjang.


Flashback On


"Ibu!!! ayah!!!" teriak Gita kecil sambil menangis kencang.


"Kenapa, Nak? Kok menangis?" tanya Sophia lembut.


"Itu Willi nakal, Bu! Dia lempalin belbi aku ke kolam lenang!!! Huaaaaa!!!"  Gita kecil mengadu dengan cadelnya sambil menangis.


"Sayang ... sini sama Aunty, yuk!" mommy Celine membuka lengannya lebar, Gita kecil pun datang menghampiri mommy Celine memeluknya, "Biarin nanti Willi nya Aunty jewer sampe telinganya merah." bujuk mommy Celine.


Zico kecil pun datang menghampiri Gita kecil sambil mengerucutkan bibirnya.


"Son! Minta maaf pada Gita!" tegas mommy Celine.


"Nggak, Mam! Untuk apa aku meminta maaf! Dia sudah menolak aku! Huh!" gerutu Zico mengerucutkan bibirnya, membuang muka sambil menyilangkan lengan di dadanya.


"Lho? Menolak gimana maksudnya?" tanya Sophia tersenyum penasaran.


"Aku tadi ajak dia menikah, tapi dia nolak aku, Tante!" ketus Zico kecil.


"Ahahahaha!!!" Sophia dan Celine tertawa terbahak-bahak, merasa tingkah Zico kecil yang sangat lucu, bagaimana bisa anak kecil sepertinya berpikiran untuk menikah, jelas saja Gita kecil menolak.


"Aku nggak mau menitah tama dia! Aku mauna menitah tama Kak Gelald!"

__ADS_1


__ADS_2