
Di kamar Gita...
Setelah tiba di kamarnya, Gita pun beristirahat, ia tertidur sampai sore hari disaat matahari mulai menenggelamkan sinarnya.
Drrrt... Drrrt... Drrrt...
"Emmm ... Apa, La?" sahut Gita yang masih memejamkan matanya, ia terbangun karena mengangkat panggilan dari Yolla.
(Git! Lo kok jahat banget, sih!) omel Yolla.
"Hah?! Jahat Kenapa?!" Gita seketika duduk dan membelalakkan matanya karena omelan Yolla.
(Kamu lo sakit nggak kabarin gue? Janji lo apa sama gue sebelum gue mutusin buat ke paris, hah?!) pekik Yolla yang merasa kesal pada Gita.
'Aduh gawat nih kalau dia udah ngomel-ngomel gini!' gumam Gita dalam hati sambil menjauhkan ponselnya dari daun telinganya.
"Mmmm ... itu ... Hp gue aja yang pegang Zico, La. Gimana gue mau kabarin lo? Lagian aku lemas banget kemarin, La. Gue pusing kalau lihat layar Hp," Lirih Gita memelas agar Yolla berhenti mengomel.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek...
Gita membelalakkan matanya melihat Zico yang tiba-tiba masuk, memang sih dia mengetuk pintu, tapi tetap saja dia membuka pintunya sebelum diizinkan masuk oleh Gita.
Gita seketika menutup tubuhnya dengan selimut nya, karena saat ini ia hanya menggunakan tank top bertali tipis.
"Kamu!!!" Gita mengerutkan dahinya dengan bibir yang mengerucut.
(Kenapa, Git? Siapa itu?) tanya Yolla dari sebrang telponnya.
"Zico!" sungut Gita sambil menatap tajam Zico yang duduk di sisi ranjangnya.
__ADS_1
"Kamu keluar sana! Aku bilang Daddy, nih?!" ancam Gita sembari menjauhkan tubuhnya dari Zico.
(Lo dimana, Git? Kok ada Zico?) tanya Yolla lagi penasaran kenapa bisa ada Zico. Karena setahu Yolla di asrama Gita, laki-laki tidak diizinkan untuk masuk.
"Gue sementara tinggal di sini, La," Lirih Gita.
(Maksudnya? Di rumah Zico?!) tanya Yolla lagi memastikan.
"Emmmm!" jawab Gita masih mengerucutkan bibirnya.
(Terus ngapain tuh dia ke situ? Apa jangan-jangan lo tinggal sekamar?) goda Yolla terkekeh, padahal ia tahu itu sangat tidak mungkin.
"Iissh, Lo ini! Nggak mungkin lah, gue di kamar deket Daddy Mommy, kok!" kilah Gita.
(Ya udah pacaran dulu sana! Gue sebentar lagi ada kelas! Bye, Gitaku!) pamit Yolla yang tiba-tiba memutuskan panggilannya.
"Bye!" Jawab Gita malas.
"Kamu keluar, Zi! Aku mau pakai baju dulu!" omel Gita lagi.
Bukannya beranjak pergi, Zico malah senyum-senyum menggoda Gita, ia dekatkan dirinya ke tubuh Gita ingin mencium bibir mungil Gita, tapi dengan cepat Gita membungkam bibir Zico dengan telapak tangannya.
"Kalau kamu nggak keluar dari kamar ini, aku teriak nih?!" ancam Gita lagi.
"Iya iya!" jawab Zico ketus, ia pun beranjak keluar dari kamar itu.
Setelah Gita selesai memakai bajunya yang lebih tertutup, ia pun membuka bukunya dan mulai mengerjakan tugas yang kemarin tertinggal karena ia di rawat di rumah sakit.
Sampai jam 7 malam saat Zico, daddy dan mommy nya sudah berkumpul di ruang makan untuk makan malam, Gita masih belum menampakkan batang hidungnya.
Ia masih fokus mengerjakan semua tugas-tugas kuliahnya, ini lah yang membuat Gita sering melupakan jam makannya, karena ia terlalu serius kalau sudah belajar, sampai lupa waktunya makan.
__ADS_1
Daddy Austin pun akhirnya meminta Zico untuk memanggil Gita.
Tok... Tok... Tok...
"Sayang!" panggil Zico.
"Iya? Masuk, Zi!" sahut Gita yang masih mengetik di layar laptopnya. Zico yang melihat Gita sedang mengetik pun menghampirinya, ia membungkuk dan memeluk bahu Gita dari belakang.
"Sayang ... makan dulu, Yuk! Daddy sama Mommy udah nunggu kamu di ruang makan," bisik Zico di daun telinga Gita.
"Sebentar, Sayang. Aku lagi tanggung nih! Sedikit lagi selesai," jawab Gita masih mengerjakan tugasnya.
"Apa kamu nggak kasihan sama Daddy Mommy yang dari tadi udah nungguin kamu? Nanti kan abis makan bisa dilanjut lagi ngerjain tugasnya, Sayang!" bujuk Zico.
"Iya juga, ya. Ya udah deh, Ayo!" jawab Gita yang akhirnya menatap wajah Zico yang ada di bahunya.
Mereka pun bergandengan pergi ke ruang makan.
"Kamu lagi ngapain, Sayang? Kok baru turun?" tanya Mommy Celine.
"Aku sedang kerjain tugas, Mom. Kan kemarin izin tiga hari, tugas aku jadi numpuk, Mom," keluh Gita.
"Oh! Tapi kamu harus ingat jam makan, Sayang. Nanti kamu sakit lagi seperti kemarin, lho!" mommy Celine mencoba menasehatinya.
"Benar itu kata Mommy!" tegas daddy Austin.
"Iya, Mom, Dad. Maaf ya jadi kelamaan makannya karena tunggu aku."
"Nggak apa-apa, Sayang. Ya udah kita mulai makannya, ya!" ucap mommy Monic.
Mereka pun melewati makan malam mereka dengan suasana yang tenang.
__ADS_1