First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Ternyata Benar Kamu


__ADS_3

Zico pun sudah mencari Gita ke mansion tante Indira, tapi Gita pun tak ada sama sekali berkunjung ke sana, bahkan tante Indira pun meminta orang-orang suruhan suaminya untuk mencari Gita, tapi sampai detik ini pun tidak ada yang bisa menemukan keberadaan Gita.


Sampai pada akhirnya Zico mendapatkan kabar dari Rey, sepupunya yang bekerja di kota Oxford, Inggris, bahwa ia berpapasan dengan Gita di sebuah cafe. Rey adalah Kakak dari Gerald sekaligus putra sulung dari uncle Felix. Rey memang tinggal dan bekerja di Inggris. Zico dan Gerald pernah mengirimkan foto Gita kepada Rey, meminta tolong untuk menghubunginya jika bertemu Gita. Dan benar saja, secara kebetulan Rey melihat Gita di sebuah cafe.


Zico pun segera memesan tiket untuk terbang ke Inggris setelah mendapat telpon dari Rey.


"Kamu benar-benar mau ke sana, Son? Bagaimana kalau ternyata Rey hanya salah lihat?" tanya mommy Celine.


"Nggak apa-apa, Mom. Sekecil apapun kemungkinan Zico bertemu Gita, Zico akan datangi di manapun Zico bisa melihat Gita lagi," ucapnya sembari memasukkan beberapa pakaian dan perlengkapannya ke dalam koper.


"Ya sudah, tapi kalau ternyata itu bukan Gita kamu segera kembali ya, Nak." tutur sang mommy.


"Iya, Mom."

__ADS_1


Malam hari itu juga ia terbang ke Inggris untuk bertemu dengan Rey. Bahkan di saat berada di dalam pesawat seperti ini pun, saat dirinya sedang memejamkan matanya, teringat jelas di benaknya kenangannya bersama Gita saat dirinya dan Gita mengunjungi Yolla, di paris. Momen terindah yang tak akan pernah bisa ia lupakan sedikitpun dari benaknya. Membuat air matanya tiba-tiba mengalir dari sudut matanya.


Setelah penerbangan selama kurang lebih 16 jam, akhirnya ia tiba di bandara Heathrow, London. Rey sudah tiba di sana untuk menjemputnya.


"Zico!!!" Panggil Rey pada sepupunya itu.


"Apa kabar lo, Kak?" tanya Zico setelah menghampiri dan memeluk kakak sepupunya itu. Berbeda dengan Gerald, hubungan Zico dan Rey selalu rukun tak pernah sekalipun bertengkar.


"Ya beginilah gue, Kak. Nggak akan mungkin gue bisa baik-baik aja tanpa Gita," keluhnya.


"Ya ampun, bucin banget lo, ya! Ckck," ucap Rey sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Zico hanya tersenyum mendengar ucapan Rey, memang dirinya pun mengakui jika ia benar-benar bucin maksimal pada Gita.

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang kita ke apartemen gue, ya. Lo istirahat aja dulu. Besok pagi baru kita datangi cafe itu," titah Rey. Namun dengan cepat Zico menolaknya.


"Nggak, Kak. Sekarang kita langsung datangi cafe itu aja. Gue mau cek CCTV, memastikan kalau itu benar-benar Gita."


"Okay, okay!" sahut Rey tersenyum.


Akhirnya mereka segera mendatangi cafe di mana Rey berpapasan dengan Gita, ia cek CCTV nya dan ternyata benar itu adalah Gita.


'Ternyata itu benar kamu Gita, Aku kangen banget sama kamu, Sayang. kenapa kamu sampai pergi sejauh ini? Apa sebenarnya salah aku sama kamu? Kenapa kamu pergi begitu aja tanpa memberi tau apa kesalahan aku?' batin Zico dengan matanya yang mengembun.


Ia sangat bahagia melihat sosok Gita lagi setelah satu tahun lamanya ia tidak berjumpa, walaupun hanya lewat CCTV. Melihat Gita hanya di layar monitor CCTV seperti ini saja, membuat Zico merasakan kebahagiaan yang luar biasa, walaupun belum bertemu dengan raganya, tapi hati Zico merasa sedikit tenang karena keadaan Gita yang terlihat sehat dan baik-baik saja di monitor itu.


 

__ADS_1


__ADS_2