First Love Sang CEO

First Love Sang CEO
Yolla Galau


__ADS_3

Yolla hanya terdiam mendengar perkataan Gita.


(La, lo itu ditanya bukannya jawab kok malah diem aja sih?) Gerutu Gita.


(Gue baik-baik aja Git, beneran deh.) Kilah Yolla lagi.


(Beneran nih lo gak mau cerita sama gue? Pokoknya kalau lo gak mau cerita, gue gak akan telpon lo atau angkat telpon dari lo lagi ya La.)


(Dih., Kok lo gitu sih? Iya deh iya gue cerita.) Ketus Yolla.


(Ya udah cepetan ceritain sama gue La.) Gita tak sabar.


(Gue itu lagi bingung Git sama perasaan gue, sebenernya waktu itu, jauh sebelum gue berangkat ke Paris... Sean nyatain perasaannya sama gue Git, tapi gue tolak kar.....) belum selesai Yolla menyelesaikan kalimatnya, Gita sudah berteriak di ujung telpon.


(What's?!!! Pantesan aja di....) belum selesai Gita menyelesaikan perkataannya, Ia menyadari semua orang menatapnya karna teriakannya tadi, termasuk Zico and the geng.


Merasa malu karena banyak yang menatapnya, Gita pun segera beranjak dari tempat duduknya ke luar Sport Hall.


Zico yang melihat itu pun menjadi penasaran, siapa sebenarnya lawan bicara Gita di sebrang sana, melihat Gita pergi Zico pun berlari menyusulnya.


"Guys, gue break dulu sebentar ya, Mau susul cewek gue dulu!" Pamit Zico pada teman-teman basketnya.


Di lobby Sport Hall...


(Git, tadi lo ngomong apa? Kok tiba-tiba berhenti?) Tanya Yolla penasaran.


(Tau gak sih La, tadi pas gue kaget ngomongnya kekencengan, jadi semua pada liatin gue, gue kan malu, jadi gue kabur nih keluar.) Tutur Gita.


(Hahahaha... Rasain lo, suru siapa teriak begitu, kuping gue aja tadi sakit tau denger lo teriak gitu.) Seru Yolla terbahak.


(Abisnya gue kaget tadi.) Keluh Gita.


(Ya udah, terus tadi lo ngomong pantesan aja dia, itu maksudnya apa? Coba lanjutin.)


(Gini La... Sebenernya, Sean tuh semenjak lo berangkat dia jadi beda banget... dia sekarang tuh jarang ngomong, terus jadi mode kulkas gitu, sama kaya Zico dulu.)


(Hah? Masa sih?!)


(Iya La beneran... gue aja tuh sering bahas sama Zico, kenapa Sean jadi murung gitu, tapi Zico juga gak tahu alasannya apa, karena Sean gak pernah mau cerita... La, emang sebenernya kenapa sih lo tolak Sean? emang lo gak ada perasaan apa-apa gitu sama dia?)


(Justru itu Git, gue juga lagi bingung banget sama perasaan gue... waktu Sean nyatain perasaannya, gue ngerasa lebih baik kita berteman aja, tapi disaat Sean mulai bersikap beda, gak tau kenapa hati gue rasanya sakit banget, apalagi pas gue udah disini, gue ngerasa kehilangan dia banget.) Keluh Yolla.


Gita menghela nafas berat.


"Sayang, kamu telponan sama siapa sih?" Tanya Zico yang tiba-tiba ada disamping Gita menautkan jemarinya di jemari Gita.


"Iisshh... Kamu kok tiba-tiba nongol gitu sih? Bikin aku kaget aja tau gak!" Cebik Gita.


"Hehe... Iya maaf sayang... Itu siapa?" Tanya Zico lagi.


"Ini Yolla kok! bukan cowok lain! Mau ngomong nih?" Gita mengulurkan tangannya memberikan ponsel nya pada Zico.


Zico pun benar-benar mengambilnya.

__ADS_1


(Ini gue Yolla Zico!) Ketus Yolla dari sebrang telpon.


(Tenang aja sih Zi, sahabat gue itu udah cinta mati sama lo, gak akan dia selingkuh dari lo... Lo juga jangan coba-coba ya selingkuhin Gita, kalau lo sampe ngelakuin itu, sumpah ya, gue bakalan langsung pulang ke sana dan gue bakal langsung samperin lo!)


(Dih apa sih lo, kenapa ngomongnya kemana-mana sih?) Kilah Zico.


(Ya lagian lo gak percaya banget sama Gita, sampe disamperin gitu.) Cebik Yolla lagi.


Zico malas berdebat dengan wanita, ia berikan lagi ponsel itu pada Gita.


"Nih sayang... Males ah ngobrol sama cewek yang lagi PMS." Gerutu Zico.


Gita pun tertawa kecil.


"Ya udah... kamu lanjut lagi sana latihannya, jangan disini, Yolla lagi curhat nih tentang Sean." Bisik Gita ditelinga Zico.


Zico Membelalakkan matanya dengan mulutnya yang terbuka.


Gita memberi isyarat pada Zico dengan menempelkan jari telunjuknya dibibirnya. "Sssst!"


Zico pun hanya mengangguk dan kembali ke dalam.


(La, Sorry ya gangguan dikit.. hehe.)


(Zico tuh bener-bener bucin banget sih sama lo, cemburuan banget, ampun deh.) Gerutu Yolla.


(Gak apa-apa lah La, gak tau kenapa gue tuh suka banget kalau dia lagi cemburu gitu.. hehe.)


(Oya La, terus semenjak itu lo sama dia gak pernah contact lagi?)


(Nggak Git... dia gak mau kalau gue ajak berteman aja, dia bilang dia sayang banget sama gue, dia maunya gue jadi pacarnya, dia takut gak bisa nahan perasaannya kalau hanya berteman, belum lagi kalau nantinya gue punya pacar, dia gak akan bisa kalau gak cemburu katanya, jadi lebih baik kita gak usah saling komunikasi lagi kalau emang gue gak bisa terima dia jadi pacarnya.)


Gita menghela nafas berat, tak tahu harus berkata apa lagi.


(Tapi Git... udah cukup lo aja yang tau ya... jangan bilang sama Sean.)


(Gak janji ya La.) Ejek Gita.


Tut... Tut... Tut...


Tiba-tiba saja telponnya mati, ternyata ponsel Gita kehabisan baterai.


Ia pun kembali ke dalam, dan ternyata Zico sudah selesai berlatih, ia sudah selesai mencuci mukanya dan berganti pakaian.


"Sayang, kamu kan tadi janji mau peluk aku? Peluk dong." Zico membentangkan tangannya lagi meminta dipeluk.


"Iih sayang, apa sih kamu tuh, banyak temen kamu juga." Bisik Gita malu diperhatikan teman-teman Zico, ia pun memilih beranjak dan pergi keluar Sport Hall.


Zico berpamitan pada teman-temannya lalu berlari menyusul Gita.


"Iih sayang, kamu tuh kenapa sih, kok tinggalin aku?" Tanya Zico.


"Aku gak suka Zi kalau kamu minta dipeluk kaya gitu depan banyak orang, malu tau!" Ketus Gita mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Masa cuma peluk doank malu sih sayang? Kamu malu emang pacaran sama aku?" Goda Zico pura-pura memasang wajah memelas.


"Bukannya gitu... bukannya malu pacaran sama kamu, tapi aku malu kalau harus berpelukan depan orang-orang seperti itu." Keluh Gita.


"Kita kan udah biasa begitu depan Sean, Gilbert dan Keenan sayang." Seru Zico.


"Ya tapi kan tadi ada temen-temen basket kamu yang lain Zi... Tau ah! Aku kesal sama kamu!" Gita benar-benar kesal pada Zico, ia berjalan cepat ingin menuju asramanya.


Zico segera menarik tangan Gita.


"Sayang... Iya maaf maaf, aku minta maaf ya... aku janji gak akan begitu lagi kalau depan banyak orang." Zico cepat-cepat meminta maaf, karena ia paling tidak sanggup kalau didiamkan Gita walaupun hanya beberapa jam saja.


"Hmmm..." Sahut Gita malas membuka mulutnya.


Zico berjalan disamping Gita, ia tahu Gita masih merasa kesal padanya, ia juga memaklumi Gita seperti itu, karena Gita memang sedang PMS.


"Sayang, kamu belum makan kan? Kita makan dulu ya, jangan pulang ke asrama dulu, kita udah lama lho sayang gak ngedate." Ajak Zico mencoba meluluhkan hati Gita yang sedang kesal padanya.


Gita hanya diam saja tetap berjalan, belum mengiyakan ataupun menolaknya.


Zico mempercepat langkahnya dan berhenti dihadapan Gita mencoba menghentikan langkah Gita.


"Sayang...." Panggil Zico memegang jemari Gita.


"Apa?" Sahut Gita menyatukan alisnya.


"Gimana? Mau gak kalau kita jalan dulu? Besok kan libur sayang, mau ya? Please?" Tanya Zico lagi memelas, menatap manik mata Gita penuh harap.


"Coba deh kamu liat ke belakang kamu." Tunjuk Gita dengan dagunya.


Zico pun menuruti Gita membalikkan tubuhnya dan menatap ke depannya, yang ternyata itu adalah tempat dimana mobil Zico diparkirkan.


Zico membalikkan tubuhnya lagi menghadap Gita, "hehe... Aku kira kamu gak mau, abisnya kamu diam aja sih gak jawab apa-apa."


Zico lekas membukakan pintu mobilnya untuk pujaan hatinya itu.


Gita segera masuk ke dalam mobil Zico.


Didalam mobil Zico mendekati Gita dan memeluknya.


Gita hanya diam saja, tidak ada alasan lagi untuk menolaknya, karena ia hanya berdua didalam mobil, tidak akan ada yang melihat mereka didalam mobil sedang apa, karena kaca mobil Sport Zico yang tidak tembus pandang sama sekali dari luar.


"Aku sayang banget sama kamu Gitaku." Ucap Zico yang masih mendekap erat Gita. Ia melanjutkan, "Kamu jangan marah sama aku ya sayang, aku tuh paling gak bisa deh kalau kamu marah sama aku... Bisa galau setengah mati aku sayang."


"Oh iya!"


Gita seketika melepaskan pelukan Zico.


"Kenapa sayang?" Tanya Zico.


"Ngomongin galau, aku jadi inget Yolla sayang."


"Kenapa Yolla?" Tanya Zico lagi penasaran.

__ADS_1


__ADS_2