
Setelah tiba di parkiran café, Zio membuka ponselnya terlebih dahulu karena ada pesan masuk, dan itu dari Yolla.
{Zi, lo dimana? Gue udah mau pulang sama Gita, Gita udah boleh pulang, sekarang lagi otw nih.}
Zio pun membalasnya,
{Gue lagi di café tempat biasa Priscilla nongkrong La, gue mau kasih pelajaran sama dia!}
Mereka pun turun dari mobil mereka, karena cuaca yang sangat terik siang itu, mereka turun dari mobil dengan menggunakan kacamata hitam, dengan 2 mobil sport terbaru yang berdampingan dengan warna yang mencolok merah dan kuning terang, tentu saja mereka menjadi pusat perhatian di halaman parkir café itu.
Banyak sekali wanita yang memperhatikan mereka, tak terkecuali Priscilla dan teman-temannya yang terkejut melihat mereka berempat ada diluar café.
Karena mereka berempat memang tampan, mereka seperti 4 malaikat tampan yang tak bersayap.
Zico, Sean dan Kenzo memiliki kulit putih bersih dan tubuh yang proporsional, sedangkan Alex memiliki kulit agak sedikit gelap tetapi wajahnya sangat manis tak bosan untuk dipandang, dan Alex adalah yang paling tinggi di antara mereka.
Tetapi yang paling tampan ya memang Zico.
Mereka berjalan masuk ke café dan menghampiri Priscilla.
Priscilla dan teman-temannya pun membelalakkan matanya, mereka sangat terkejut melihat 4 malaikat tampan berjalan menghampiri mereka.
Zico tiba-tiba duduk persis dihadapan Priscilla, ia duduk sambil melepaskan kacamatanya, sedangkan yang lain hanya berdiri dibelakang Zico.
“Lo kan yang sudah mengunci Gita di toilet sekolah?” Zico menatapnya tajam, langsung to the point tidak ingin berbasa-basi sama sekali, tatapannya seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.
Degh!
Jantung Priscilla seketika berdegup kencang karna tidak menyangka Zico sudah tahu apa yang sudah ia dan Viola lakukan pada Gita. Wajah Viola pun pucat pasi.
“Eng…enggak kok, kamu jangan asal tuduh ya Zico!” Priscilla malah menjawab ketus pada Zico.
__ADS_1
“Cih… masih bisa-bisanya lo mengelak, gue udah punya buktinya jadi lo nggak akan bisa mengelak lagi, apa lo mau gue perlihatkan buktinya?” ancam Zico dengan wajah dinginnya.
“Bukti apa?” tanya Priscilla sambil mengalihkan pandangannya, ia tidak sanggup menatap Zico yang matanya benar-benar terlihat seperti ingin menerkam mangsanya, ia tak menyangka Zico yang tampan akan terlihat menyeramkan seperti itu saat sedang marah.
“Lo masih berani mengelak? Apa perlu video ini gue kasih ke ketua yayasan sekolah kita biar lo di drop out?!!” teriak Zico sambil menggebrak meja, ia benar-benar sudah kehilangan kesabaran pada Priscilla.
Semua orang di café pun memandang ke arah mereka.
“Ja.. jangan Zico!” jawab Priscilla mulai ketakutan pada Zico, lalu ia melanjutkan dengan nada ketus karena teringat kekesalannya pada Gita. “Iya gue ngaku gue yang udah ngurung Gita, gue kesel liat dia berani-beraninya deketin lo!”
“Heh! Asal lo tau ya, gue yang deketin Gita, bukan dia yang cari perhatian ke gue kaya lo! Dia beda sama cewek-cewek macem kaya lo, cuma dia cewek yang nggak pernah sedikitpun cari perhatian gue, makannya gue tertarik cuma sama dia, ngerti lo!” bentak Zico yang semakin geram pada Priscilla karena sama sekali tidak menunjukkan penyesalannya karena telah mengurung Gita.
Wajah Priscilla merah padam mendengar pengakuan Zico, “Lo itu buta Zico! Cewek miskin seperti dia tuh nggak pantes buat lo!!!” Teriak Priscilla.
Plaaaakkk!!!
Gita tiba-tiba menampar pipi priscilla sekuat tenaga, Ia juga menuangkan lemon tea yang ada di atas meja itu ke atas kepala Priscilla.
Kebetulan saat Gita meminta Yolla menyusul ke café itu, mereka sedang berada disekitar café itu, dan hanya membutuhkan waktu lima menit untuk sampai ke café itu.
Flashback On...
Di mobil Yolla…
“Gercep banget sih nih anak.” Gumam Yolla yang dikiranya tak terdengar oleh Gita, ternyata Gita yang sedang memejamkan matanya mendengar gumamannya, ia membuka matanya.
“Siapa La? Lo lagi SMS'an sama siapa?” Tanya Gita penasaran.
“Hmm? Eng.. enggaaaak… bukan siapa-siapa kok!” Yolla gugup dan segera memasukkan ponselnya kedalam tas.
Tapi belum sempat masuk ke tasnya, Gita sudah berhasil merebutnya.
__ADS_1
Gita membaca pesan terakhir dari Zico.
“La, sekarang juga kita susul dia!” Tegas Gita.
“Hah? Dia? Dia siapa?” Yolla berpura-pura bodoh.
“Udah deh! Lo nggak usah pura-pura oon kaya gitu! Lo pasti tahu siapa yang gue maksud.”
“Git, lo kan belum sehat bener, lo jalan aja masih lemas, muka lo aja masih pucat gitu, kita pulang aja ya ke apartemen lo.” Bujuk Yolla.
“Gue bilang susul ya susul La!” bentak Gita, membuat Yolla tak bisa membujuknya lagi.
Yolla bingung, bahkan ia tak bisa mengabari Zico kalo mereka akan menyusul ke café itu, karena ponselnya yang masih dipegang Gita.
Yolla pun meminta pak Yadi supirnya untuk mengantarkan mereka ke café tempat biasa Priscilla nongkrong, karena ia sering berpapasan dengan Priscilla di café itu ketika membeli camilan untuk dibawanya pulang.
Flashback Off...
Semua yang ada di café itu membelalakkan matanya, mereka sangat terkejut melihat pertunjukkan ini, Yolla dan Alex tertawa kecil, Kenzo yang biasanya acuh, ikut menyunggingkan bibirnya, mereka sangat puas melihat Gita membalas Priscilla, sedangkan Zico dan Sean hanya menatap Gita, tak menyangka Gita berani melawan Priscilla.
“What’s??? Beraninya lo ngelakuin ini sama gue???” tanya Priscilla geram. Ia mengangkat tangannya ingin membalas tamparan Gita, Zico yang melihat itu pun hendak menangkap tangan Priscilla, tetapi sebelum Zico menangkapnya Gita sudah lebih dulu menangkap tangan Priscilla dan mencengkram tangannya dengan kuat dan memelintirkan tangan Priscilla.
“Auwww!!! Sakiiit Gita!!! Lepasin tangan gue!!!” Teriak Priscilla kesakitan.
“Apa lo bilang??? Sakit??? Terus gimana yang tadi siang udah lo lakuin sama gue? Gue sudah tahan emosi gue sebisa mungkin ya Pris, tapi lo bener-bener udah habisin kesabaran gue!!! Apa lo mau gue kurung juga di toilet hah?? Biar lo ngerasain apa yang gue rasain tadi!!! Sini lo ikut gue sekarang!!!” Gita menarik pergelangan tangan Priscilla dan menyeretnya ke arah toilet.
“Git lepasin gue!!!” Priscilla berteriak sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Gita, ia menatap tajam Chaterine dan Viola. “Lo berdua kok malah diam aja sih? Bantuin gue dong!” Teriak Priscilla.
Mereka berdua yang hendak menolongnya ditatap tajam oleh Yolla, Zico dan teman-temannya, mereka pun mengurungkan niatnya, hanya bisa mematung ditempat dan menundukkan pandangannya.
“Gita! lepasin gue nggak!!!” Priscilla masih saja berteriak, membuat Gita bertambah kesal, Gita semakin kencang mencengkram tangan Priscilla.
__ADS_1