
"Hai, Tasya! Kamu kenapa menangis?" tanya Gerald kecil yang baru saja tiba di rumah Zico.
Saat itu Zico masih berumur 6 tahun, sedangkan Gita berumur sekitar 4,5 tahun, karena Gita sekolah lebih cepat waktu itu karena IQ nya yang tinggi, jadi ia masuk sekolah dasar lebih cepat dari yang seharusnya.
Bahkan saat SD dan SMP pun Gita dianjurkan untuk ikut program akselerasi oleh guru-guru di sekolahnya, tetapi sang ibu memilih untuk tidak mengikuti akselerasi karena khawatir Gita tidak akan bisa mengimbangi teman-teman sekelasnya nanti yang umurnya lebih tua darinya.
Oleh karena itu, Gita tidak bisa mengingat kenangan masa kecilnya dengan Zico dan Gerald.
"Kak Gelald!!!" Gita berlari menghampiri Gerald kecil yang berumur 10 tahun dan memeluknya.
"Kamu kenapa? Siapa yang nakalin kamu?" tanya Gerald kecil melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Gita yang imut-imut.
Gita kecil menunjuk Zico kecil yang sedang memonyongkan bibirnya.
Zico kecil pun berlari pergi ke kamarnya karena patah hati.
Lucu ya, masih kecil udah patah hati. Zico ... Zico ...
Flashback Off
Zico menghembuskan kasar nafasnya setelah mengingat kenangan masa kecilnya itu.
Ia sangat kesal kalau mengingat kata-kata Gita sewaktu kecil yang ingin menikah dengan Gerald.
"Hmmm!!! Gita tuh sebenarnya masih ingat Gerald nggak sih?" gerutu Zico.
***
"Lho? Gerald? Tumben kamu ke sini malam-malam? Mau menginap di sini?" tanya mommy Celine.
"Enggak kok, Aunty! Aku mau ketemu Zico, Zico ada 'kan?" seru Gerald.
"Oh! Tapi ...," ucap mommy Celine ragu-ragu.
"Tapi kenapa, Aunty?" tanya Gerald menatap serius mommy Celine.
"Mmmm ... kamu jangan godain Zico lagi ya, Ger! Sepertinya dia benar-benar marah sama kamu! Aunty pusing melihat Zico seperti itu," tutur mommy Celine.
"Nggak kok, Aunty. Ada sesuatu hal yang harus aku beritahukan pada Zico," seru Gerald serius.
"Okay! Naiklah!" mommy Celine mempersilahkan Gerald untuk naik ke kamar Zico.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk, Mom!" teriak Zico mendengar ketukan pintu.
Ceklek...
Gerald membuka pintunya dan masuk ke kamar Zico, saat Zico menyadari bahwa yang masuk ke kamarnya bukan sang mommy, melainkan Gerald, ia pun bergegas menghampirinya, mendorongnya agar keluar dari kamarnya.
"Zi! Zi! Gue mau ngomong sebentar sama, lo!" seru Gerald yang sedang di dorong oleh Zico, karena Zico tak mau mendengarkan dan terus mendorong Gerald, akhirnya Gerald pun mendorong tubuh Zico ke dinding, ia tahan dada Zico dengan sikunya.
"Mau apa lagi sih, Lo?! Belum puas bikin gue sama Gita bertengkar, Hah?!" teriak Zico.
"Zi!!! Gue ke sini buat kasih tau lo! Gita sakit! Dia ada di rumah sakit sekarang!!!" sentak Gerald.
Flashback On
__ADS_1
Di depan gerbang asrama...
"Sen! Gue pergi dulu ya mau ke rumah Zico! Lo mau ikut nggak?" ajak Gerald.
"Sorry, Ger! Gue nggak bisa, gue mau dinner dulu sama Giselle," tolak Sean.
"Okay! Kalau gitu gue cabut, ya!" pamit Gerald memeluk Sean lagi sambil menepuk-nepuk punggungnya.
Saat hendak melajukan mobilnya tiba-tiba Sean mengetuk kaca mobilnya.
Tuk... Tuk... Tuk...
"Ger! Tolong, Ger! Gita pingsan!" seru Sean panik.
Saat Gerald pamitan pada Sean tadi, Nadhira mendapat telpon dari ponsel Gita, dan ternyata yang menelpon teman sekamar Gita yang memberitahukan bahwa Gita tiba-tiba pingsan saat sedang menangis di atas ranjangnya.
Gerald turun dari mobilnya dan bergegas ke kamar asrama Gita, tak lupa ia membawa serta tasnya yang berisi peralatan medis.
Karena dalam keadaan darurat, ia pun di izinkan masuk oleh penjaga asrama.
Setelah memeriksa keadaan Gita, ia pun segera menggendong Gita ke mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.
Gerald dan juga teman-teman Zico sudah mencoba menghubungi Zico berkali-kali, tapi tetap tidak ada jawaban.
Akhirnya Gerald pun memutuskan untuk datang ke mansion Zico saja, untuk memberitahukan keadaan Gita.
Flashback Off
"Apa? Gita sakit?! Tapi tadi dia bahagia banget ketawa-ketawa sama lo pada! Mana mungkin dia tiba-tiba di rumah sakit! Nggak usah bohongin gue deh, lo! Basi tau nggak!!!" cibir Zico.
"Ngapain juga gue mesti bohong, Hah?! Kalau lo nggak percaya, lo telpon sana ceweknya Sean sama Alex! mereka semua lagi nungguin Gita di rumah sakit! Sampe sekarang dia belum sadar tau nggak!" sentak Gerald.
"Gue serius, Zico William!!!" sentak Gerald lagi.
Akhirnya Zico segera menyambar sweater nya dan bergegas menuju ke rumah sakit, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
***
Di sebuah kamar VIP rumah sakit...
Ceklek...
"Sayang!" Zico menghampiri Gita yang masih belum terbangun, ia duduk di kursi samping ranjang tempat Gita terbaring, digenggamnya tangan Gita begitu erat dan dikecupnya berkali-kali.
"Maafin aku, Sayang!" lirih Zico menitihkan air matanya.
"Kata Gerald kondisi dia lemah banget, Zi! Tekanan darahnya sangat rendah. Dia sepertinya belum makan dari kemarin," ujar Sean sembari menepuk bahunya, ia menjelaskan apa yang dijelaskan Gerald tadi sebelum Gerald menyusul Zico ke rumahnya.
Zico jadi teringat dengan kejadian saat pertama kali ia mendapati Gita pingsan saat study tour dulu, kala itu pun Gita pingsan hanya karena tidak sempat sarapan.
"Lagian sih, Zi! Lo tuh kalau udah cemburu kebangetan tau nggak!" omel Nadhira yang sedang duduk di sofa.
"Lo kan tau, Zi. Gita tuh sayang banget sama lo, nggak mungkin juga dia tiba-tiba berpaling ke Kak Gerald." Giselle menimpali.
Sean dan Alex pun memberi isyarat kepada kekasihnya untuk tidak banyak bicara, takut kalau tiba-tiba jadi sasaran amukan Zico.
Zico hanya diam saja dengan mata yang mengembun, ia merenungi kesalahannya sambil menatap wajah Gita yang pucat pasi.
__ADS_1
Pukul 01.30 ...
"Ibu ... Ayah ... jangan pergi! Zico ... Zi ...," Gita mengigau sembari terisak.
"Sayang! Bangun, Sayang! Ini aku, Zico. Aku di sini, Sayang," ucap Zico sembari mengelus kening Gita.
Kelopak Gita perlahan terbuka, ditatapnya langit-langit kamar yang tampak asing baginya itu.
"Sayang ...," lirih Zico.
Mendengar suara Zico, Gita menatapnya dengan lemah, bulir bening pun menetes dari sudut matanya.
Zico mengecup kening Gita dan menghapus air matanya.
"Maafin aku ya, Sayang," Lirih Zico sambil mengecup berkali-kali punggung tangan Gita yang digenggamnya.
Gita tak bersuara, hanya tersenyum lemah sambil mengelus pipi Zico, kekasihnya yang sudah dua hari ini tidak ada di sisinya dan sangat ia rindukan.
Saat Zico datang tadi, tak lama kemudian Giselle, Nadhira, Sean dan Alex pun pulang.
Sebenarnya Giselle dan Nadhira tak ingin pulang, mereka ingin menemani Gita di rumah sakit, tapi mengingat kondisi Giselle yang baru saja pulih, Sean dan yang lainnya mengkhawatirkan keadaan Giselle, akhirnya Giselle dan Nadhira pun kembali ke kost nya, sekalian memberi waktu untuk Zico dan Gita agar dapat menyelesaikan masalahnya.
"Sayang, kamu makan, ya? Aku suapin ya, Sayang?" bujuk Zico.
Gita hanya mengangguk lemah.
Zico mengambil nampan di atas nakas yang berisi makanan khas rumah sakit yang di antarkan oleh petugas rumah sakit.
Setelah beberapa suapan, Gita menolak untuk melanjutkan makannya karena merasa mual.
"Udah, Zi. Perut aku mual," lirih Gita menggelengkan lemah kepalanya.
"Ya udah ... ini diminum dulu obatnya, ya?" titah Zico.
Gita pun meminum obatnya yang diberikan Zico.
"Ya udah kamu istirahat lagi ya, Sayang," tutur Zico sambil membantu Gita berbaring lagi, ia rapihkan selimut Gita dan mengecup keningnya lagi.
Walaupun masih terlihat lemah, Gita mengulas senyumnya karena merasa sangat nyaman berada di dekat Zico, segala perhatian Zico selalu membuat hatinya berbunga-bunga.
Zico pun membalas senyumannya.
***
"Gita, Sayang!" seru mommy Celine saat masuk ke dalam kamar VIP itu.
"mommy! Daddy!" sahut Gita mengulas senyumnya saat melihat kedatangan mommy Celine dan daddy Austin, pagi ini keadaan Gita sudah mulai membaik, wajahnya sudah tidak sepucat kemarin.
"Kamu kenapa, Sayang? Kok bisa sampai pingsan seperti itu?" tanya mommy Celine.
"Tekanan darahnya sangat rendah, Aunty! Sepertinya dia sudah 2 sampai 3 hari tidak mengisi perutnya!" tutur Gerald yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu.
"Kenapa kamu tidak makan, Tasya?" tanya Austin dengan tegas.
"Tasya?!" ucap Gerald yang merasa tidak asing dengan nama itu.
"Iya, Tasya! Ini Tasya yang dulu sering minta perlindungan ke kamu saat dijahili oleh Zico!" Jelas Austin.
__ADS_1
"What's???"